Sudah Tahu kalau Kehamilan Bisa 'Menular'?

Do It Yourself | Kamis, 31 Mei 2018 09:41
{IMAGE_NORMAL}

Reporter : Mutia Nugraheni

Siapa sangka kalau kehamilan bisa 'menular' di antara para sahabat perempuan.

Dream - Sahabat Dream punya teman yang sangat dekat? Saking dekatnya sampai sering memakai pakaian yang senada, bahkan tanggal menstruasinya sama? Lingkar pertemanan yang cukup dekat ternyata membawa dampak yang luar biasa bagi seseorang. Termasuk dalam hal kehamilan.

Siapa sangka kalau kehamilan bisa 'menular' di antara para sahabat perempuan. Kamu mungkin sering melihat seorang perempuan hamil yang diminta menginjak jempol kaki sahabatnya agar bisa 'tertular'. Rupanya hal ini ada benarnya.

Sebuah penelitian dilakukan pada 2014 untuk melihat efek pertemanan pada perilaku kesuburan seseorang dan transisi ketika menjadi orangtua. Sebanyak 1.720 perempuan terlibat dalam penelitian yang dilakukan tim dari Bocconi University, Italia.

Penelitian dilakukan selama 10 tahun dimulai dari pertengan 90-an. Para peneliti melakukan serangkaian wawancara pada para perempuan partisipan. Mereka melihat secara khusus perempuan yang bersahabat sejak bangku SMA.

" Kami menemukan bahwa persahabatan yang berlangsung lama membuat 'penularan' yang kuat dalam hal kehamilan terencana," ungkap peneliti.

Rupanya dengan melihat teman-teman terdekat memiliki buah hati dan keseruan mengurus anak membuat pengaruh besar. Semacam pemikiran 'kalau ia bisa melakukannya, aku juga pasti bisa'.

Hamil bersamaan dengan sahabat lalu memiliki anak dengan usia seumuran juga dianggap merupakan hal yang menyenangkan. Sehingga kehamilan di antara para sahabat perempuan pun jadi cenderung 'menular', karena bisa membantu serta mendukung satu sama lain.

Sumber: Kidspot

 

{IMAGE_PAGING}
2 dari 5 halaman

Kabar Gembira! Bakal Ada Pil Kontrasepsi untuk Pria

Dream - Selama ini produk kontrasepsi lebih banyak diperuntukkan untuk kaum perempuan. Salah satu yang populer karena cenderung praktis dan murah adalah pil pencegah kehamilan. Pil ini biasanya dikonsumsi setiap hari oleh perempuan untuk mencegah kehamilan.

Tapi kini sebuah percobaan klinis, baru saja mengembangkan pil kontrasepsi untuk laki-laki. Seperti dikutip dari Fox News, pil bernama DMAU baru saja dipresentasikan dalam Endocrine Society’s Annual beberapa waktu lalu.

Pil tersebut berisi kombinasi dari hormon androgen dan progestin. Jika dikonsumsi setiap hari akan mengurangi produksi sperma secara signifikan. Hal ini bakal berdampak pada pencegahan kehamilan.

" DMAU saat ini dalam tahapan pengembangan yang cukup baik, sebagai pil kontrasepsi harian," ujar Dr. Stephanie Page, senior investigator penelitian, yang juga profesor farmasi di University of Washington, AS.

3 dari 5 halaman

Lebih Praktis

Varian pil sebagai kontrasepsi untuk pria memang sedang gencar dikembangkan. Hal ini karena mengonsumsi pil pada pria dianggap jadi cara praktis untuk mencegah kehamilan pasangan, dibanding metode lain.

" Dari survei yang kami lakukan, pria cenderung memilih pil dibandingkan metode suntikan atau gel yang saat ini juga kami kembangkan," ungkap Dr. Page.

Percobaan klinis sendiri bakal dilakukan mulai April mendatang selama tiga bulan, hingga Juli. Sejauh ini diketahui ada efek samping mengonsumsi pil kontrasepsi pada pria.

Yaitu meningkatkan berat badan dan level kolesterol, tapi masih dalam batas normal. Untuk itu pengembangan penelitian terus dilakukan agar penggunaan pil jadi efektif dan tentunya aman.

4 dari 5 halaman

Ingin Pakai Kontrasepsi Spiral? Ketahui Dulu Risikonya

Dream - Alat kontrasepsi IUD (intra uterine device) atau spiral jadi pilihan utama bagi para perempuan yang ingin menunda kehamilan dalam waktu lama. Pemakaian IUD memang bisa bertahan mulai dari 3 hingga 10 tahun.

Tingkat efektivitasnya juga cukup tinggi, meski tetap ada presentase kegagalan sebesar 1 persen. Dengan presentase kegagalan yang kecil, serta jangka waktu lama dalam hal pemakaian, IUD, jadi alasan utama banyak perempuan memilih menggunakan IUD.

IUD sebenarnya sangat aman digunakan, baik IUD tembaga atau pun hormon. Tapi ada kondisi di mana seorang perempuan tak dianjurkan menggunakan IUD.

Kondisi tersebut antara lain, jika memiliki masalah radang panggul, kelainan pada rahim, pendarahan vagina tanpa sebab, berisiko tinggi terkena penyakit menular seksual, atau pernah memiliki masalah saat menggunakan KB spiral.

Untuk perempuan yang belum pernah hamil, tidak disarankan menggunakan IUD karena akan lebih merasakan sakit dan kram setelah pemasangan. Kemungkinan IUD terlepas juga lebih 
tinggi pada perempuan yang belum pernah hamil.

Ada tiga risiko kesehatan yang mungkin terjadi setelah pemakaian IUD. Namun risiko ini sangat jarang. Untuk itu, sebelum memasang IUD, harus berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter
Jika memang sudah dipasang, kontrol harus dilakukan secara teratur minimal satu kali dalam setahun.

5 dari 5 halaman

Ini 3 Resikonya

Perforasi
Kondisi ini terjadi pada 1 dari 1.000 perempuan. Kondisi dimana IUD mendorong dan menusuk dinding rahim sehingga terjadi robekan atau perforasi. Harus segera ditemukan dan dilepas. 
Jika tidak, dapat merusak organ dalam.

Infeksi
Ada juga risiko radang panggul setelah pemakaian IUD. Namun risiko tersebut akan hilang setelah 20 hari pemakaikan. Kecuali, si pemakai terjangkit penyakit menular seksual. Untuk itu, 
dianjurkan untuk tidak berganti-ganti pasangan, karena IUD tak melindungi pemakainya dari penyakit menular seksual.

IUD terlepas
Sekitar 2 – 10 dari 100 IUD terlepas sendiri dan keluar melalui jalan lahir. Seperti dikutip dari Mediskus, hal tersebut bisa terjadi dalam beberapa bulan pertama penggunaan. Terlepasnya 
IUD kemungkinan ketika dipasang tepat setelah melahirkan atau keluar ketika sedang menstruasi.

Setelah pemasangan IUD, akan muncul sedikit rasa nyeri di area panggul, kadang disertai flek ringan berupa bercak darah atau kecokelatan selama beberapa hari. Lalu saat menstruasi rasa kram akan lebih sakit dari biasanya.

Namun setelah beberapa minggu pemakaian keluhan tersebut akan hilang dengan sendirinya. Setelah pemasangan dokter biasanya akan memberikan pereda nyeri dan penghenti flek. Jangan lupa untuk kontrol teratur setelah pemakaian IUD.

Sumber: Verywell/ Mediskus

Join Dream.co.id