Stimulasi Puting Bisa Jadi Induksi Alami, Ada Syaratnya

Do It Yourself | Senin, 15 Maret 2021 08:02
Stimulasi Puting Bisa Jadi Induksi Alami, Ada Syaratnya

Reporter : Mutia Nugraheni

Stimulasi puting dapat membantu menginduksi persalinan asalkan tidak ada komplikasi selama kehamilan.

Dream - Bagi ibu yang tengah menanti proses persalinan, mungkin sudah tak sabar ingin bertemu si kecil yang sudah berbulan-bulan di dalam rahim. Menanti kontraksi memang menguji kesabaran, terutama jika usia kandungan sudah lebih dari 38 minggu.

Sebenarnya ada cara alami untuk memunculkan kontraksi atau dikenal sebagai induksi alami, yaitu dengan stimulasi puting payudara. Cara ini cukup aman, karena membantu mengeluarkan hormoan oksitosin yang akan merangsang kontraksi.

Stimulasi puting dapat membantu menginduksi persalinan asalkan tidak ada komplikasi selama kehamilan. Pada dasarnya cara ini membantu tubuh melepaskan hormon oksitosin yang bakal mendorong kontraksi untuk membantu gerakan bayi menyusuri jalan lahir.

Sejumlah penelitian dilakukan untuk mengetahui efektivitas metode ini untuk merangsang kontraksi:

- Dalam eksperimen terkontrol secara acak di sebuah rumah sakit negara di Turki (2015), fase persalinan lebih pendek dengan stimulasi puting. Rata-rata lama persalinan adalah 3,8 jam (fase pertama), 16 menit (fase kedua) dan 5 menit (fase ketiga) setelah stimulasi puting. Juga, metode ini mendukung persalinan pervaginam.

- Dalam studi 2012 yang dilakukan pada kehamilan pertama kali dan kehamilan berisiko rendah, wanita pada usia kehamilan 38 minggu disarankan untuk memijat payudara mereka tiga kali sehari, selama 15 hingga 20 menit. Hasilnya, mereka melahirkan bayi pada 39,2 minggu jika dibandingkan dengan kelompok yang memijat payudara pada usia kehamilan 39,5 minggu.

- Enam belas wanita hamil berisiko rendah antara usia kehamilan 38 dan 40 minggu diminta untuk mencoba melakukan stimulasi puting selama tiga hari, satu jam sehari. Setelah itu, air liur mereka diuji kadar oksitosinnya. Pada hari ketiga, kadar oksitosinnya tinggi, dan enam wanita melahirkan.

 

2 dari 6 halaman

Bagaimana cara melakukan stimulasi puting?

Hal yang perlu diingat, stimulasi puting hanya aman untuk kehamilan normal, cukup bulan, dan berisiko rendah. Harus dilakukan hanya jika dokter kandungan menganggap kondisi ibu dan janin aman. Berikut panduannya:

- Ibu dapat merangsang puting secara manual dengan jari-jari atau menggunakan pompa. Bisa juga dengan pasangan yang dapat merangsang puting.
- Lakukan pijat pada areola. Pegang puting, lebih fokus pada areola (area gelap di sekitar puting), di antara ibu jari dan telunjuk dan pijat area tersebut dengan lembut. Puting susu terdiri dari ujung saraf yang merangsang pelepasan hormon.
- Tunggu selama dua hingga empat menit sebelum memulai dengan payudara lainnya. Luangkan 15 menit untuk merangsang satu puting, lalu beralih ke yang lain. Lanjutkan stimulasi selama satu jam dan ulangi tiga kali sehari.
- Lakukan dengan hati-hati. Tujuannya adalah untuk memulai persalinan, tetapi tidak mempercepat kontraksi yang berat. Jika mengalami kontraksi, hentikan memijat dan tunggu hingga berhenti. Jika puting terasa sakit, oleskan minyak kelapa, ASI atau krim untuk meredakan ketidaknyamanan.

Sumber: MomJunction

3 dari 6 halaman

Galau Menanti Kontraksi, Coba Lakukan Hal Ini

Dream - Para ibu yang tengah hamil di trimester akhir, tingkat kecemasannya cenderung naik drastis. Ditambah lagi dalam situasi pandemi seperti sekarang. Persiapan persalinan pastinya akan lebih banyak dan kompleks dibandingkan sebelumnya.

Bagi yang berencana melakukan persalinan pervaginam atau normal, hal yang paling membuat galau adalah menanti kontraksi atau 'gelombang cinta'. Usia kehamilan sudah matang tapi kontraksi tak kunjung datang, hal ini kerap membuat ibu bingung.

Lanny Kuswandi, bidan senior yang juga pakar hypnobirthing, melalui akun Instagramnya mengingatkan para ibu hamil untuk tetap tenang. Jangan sampai stres saat menunggu kontraksi.

" Kalau sudah mendekati HPL tapi belum ada tanda-tanda gelombang cinta, banyak yang panik. Duh kok belum ya? Apakah aman? Ingat bun, HPL= Hari Perkiraan Lahir. Bukan Hari Pasti Lahir. Tenang dulu, jangan langsung stres," tulis bidan Lanny di akun Instagramnya.

 

4 dari 6 halaman

Tenang dan Sabar

Ibu sebaiknya mencari ketenangan, karena tenang dan sabar adalah kunci. Cobalah untuk terus berkomunikasi dengan si kecil di dalam rahim untuk bekerja sama dan ungkapkan kalau ibu ingin segera bertemu.

" Ajak komunikasi juga dede bayinya serta hypnobirthing karena ibu dan dede bayi adalah tim!," pesan Lanny.

Konsultasi juga dengan dokter dan bidan untuk memantau kondisi janin dalam rahim. Cobalah berjalan kaki atau berhubungan intim dengan pasangan, yang diketahui bisa memicu kontraksi. Jangan lupa konsumsi makanan kaya gizi agaar tubuh ibu selalu fit dan siap menjalani persalinan.

5 dari 6 halaman

Perubahan yang Terjadi Pada Tubuh Ibu 24 Jam Setelah Melahirkan

Dream - Persalinan jadi momen yang paling ditunggu para ibu. Buah hati yang dinanti, akhirnya lahir ke dunia dan berada dalam dekapan. Banyak ibu yang tak menyadari setelah melahirkan, perubahan pada tubuh bakal terjadi secara drastis.

Rasa tak nyaman, nyeri, perasaan yang campur aduk bakal muncul dan membuat ibu terkaget bahkan mengalami stres hingga depresi. Persiapan sangat dibutuhkan ibu jelang persalinan.

Bukan hanya menyiapkan kebutuhan bayi tapi juga kebutuhan ibu. Termasuk menyiapkan diri mengalami perubahan berikut selama 24 jam pasca persalinan. Minta dukungan suami, karena melewati masa 24 jam setelah melahirkan tidaklah mudah.

Perubahan apa saja yang bakal dihadapi?

Perut masih buncit dan bergelambir
Bayi dan plasenta sudah keluar tak lantas membuat perut ibu langsung kempes dan ramping. Jika sebelumnya saat hamil perut kencang, maka setelah melahirkan perut tetap membuncit tapi bergelambir. Hal ini memang sangat tidak nyaman. Kulit masih merenggang, meski bayi sudah keluar. Untuk membuat ibu lebih nyaman, sangat direkomendasikan mengunakan korset berbahan lembut.

 

6 dari 6 halaman

Keringat mengucur dan buang air kecil lebih sering

Segera setelah melahirkan, berat akan menurun 4,5 hingga 5 kg, ini meliputi gabungan berat bayi, plasenta, dan cairan ketuban. Tetapi ibu masih akan membawa kelebihan berat badan dalam 24 jam pertama, yang sebagian besar adalah air. Setelah operasi caesar ibu mungkin akan mengalami pembengkakan ekstra di seluruh tubuh sebagai akibat dari cairan IV.

Kelebihan air dalam tubuh ibu selama 24 jam akan dikeluarkan melalui urine dan keringat. Jangan kaget jika ibu terus-menerus berkeringat dan buang air kecil lebih sering.

Nifas/ pendarahan

Setelah persalinan pervaginam atau operasi caesar, ibu akan mengalami masa nifas dan mengeluarkan lokia dari vagina, yang terdiri dari sisa darah, lendir, dan jaringan yang mengelupas dari lapisan rahim. Bagi banyak wanita, pendarahan cukup berat dalam tiga sampai 10 hari pertama pascapersalinan, tetapi ini normal dan akan berkurang selama beberapa minggu berikutnya.

Kram panggul

Jangan mengira ibu tak akan mengalami kram dan kontraksi lagi setelah melahirkan. Kontraksi di area panggul dan perut masih akan terjadi terutama ketika menyusui. Ini merupakan tanda kalau rahim sedang kembali ke bentuk semula.

Menyusui jadi salah satu pemicu kontraksi rahim setelah melahirkan agar kembali pada ukuran normal. Merupakan sistem alami tubuh yang kerap memicu rasa nyeri, tak nyaman hingga sulit tidur pada ibu. Kontraksi ini bisa terjadi hingga 6 minggu.

 

 

Join Dream.co.id