Si Kecil Takut Jarum Suntik? Yuk Siapkan Mentalnya untuk Vaksin

Do It Yourself | Jumat, 12 November 2021 12:03

Reporter : Mutia Nugraheni

"Hampir semua anak memiliki beberapa tingkat kecemasan tentang suntikan".

Dream - Anak-anak yang berusia 6 hingga 11 tahun dalam waktu dekat segera mendapatkan vaksinasi Covid-19. Rencananya, anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar (SD) akan diberikan vaksin di sekolah.

Vaksinasi ini sangat penting untuk perlindungan anak-anak di karena pandemi belum berakhir. Virus Covid-19 masih bisa sangat mematikan bagi anak, terutama yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan.

Penting untuk menyiapkan mental anak untuk divaksin, khususnya anak-anak yang sangat takut dengan jarum suntik. Beberapa anak bahkan mengalami gejala kecemasan hebat sebelum disuntik saking takutnya. Dalam kondisi tersebut sangat dibutuhkan pendampingan orangtua.

" Hampir semua anak memiliki beberapa tingkat kecemasan tentang suntikan, terutama jika pengalaman mereka sebelumnya dengan suntikan membuat stres," ujar Natasha Burgert, MD, seorang dokter anak di Kansas dikutip dari PopSugar

Untuk anak balita, menurut Natasha, justru tak terlalu cemas karena ingatan mereka soal suntikan tak begitu dalam dibandingkan anak usia 6 tahun ke atas. Menghadapi anak yang takut jarum suntik, memang cukup menantang. Orangtua diminta untuk menyiapkan mental sang anak dan membuatnya lebih tenang.

" Membuat pengalaman yang tenang dan positif dalam hal suntikan sangat penting pada anak kecil. Untuk orang dengan fobia jarum, kecemasan saat disuntik secara biologis bisa meningkatkan respons rasa sakit. Reaksi kimia ini meningkatkan sensasi rasa sakit langsung yang dialami orang tersebut dalam jangka pendek," kata Natasha.

 

Si Kecil Takut Jarum Suntik? Yuk Siapkan Mentalnya untuk Vaksin
Vaksin Anak/ Foto: Shutetterstock
2 dari 5 halaman

Cara Siapkan Mental Si Kecil untuk Vaksin

Sebelum vaksinasi diberikan, penting untuk menyiapkan mental anak, terutama yang merasa sangat takut. Jangan meremehkan perasaan takut anak. Mereka butuh validasi atau pengakuan kalau memang perasaan takut yang dialami adalah hal nyata dan juga dialami banyak orang.

Natasha memberikan langkah penting yang bisa dilakukan orangtua saat anak takut jarum suntik. Penting untuk diterapkan agar si kecil lebih tenang saat vaksinasi Covid-19 nanti.

- Ceritakan fungsi utama vaksin
Anak yang masih berusia 6 tahun mungkin masih bingung dengan cara kerja vaksin dalam tubuh. Ceritakan dengan bahasa mereka kalau vaksin seperti 'senjata' dalam tubuh jika ada virus jahat. Perlihat juga bagaimana peneliti membuat vaksin lewat gambar atau video, biasanya anak lebih mengerti dengan bahasa gambar yang seru.

- Hindari fokus pada rasa nyeri
Ungkapkan juga pada anak bahwa memang dibutuhkan jarum untuk memasukkan 'senjata' vaksin dan rasa sakit adalah hal wajar. Semua orang juga harus divaksin dan mengalami rasa sakit tapi bisa diredakan dengan dikompres. Rasa sakit yang muncul adalah efek negatif yang sangat kecil, dibandingkan efek perlindungannya yang begitu besar. Fokuslah ceritakan efek vaksin dan bukan rasa sakitnya.

 

 

 

3 dari 5 halaman

Hindari Ancaman dan Perlihatkan Foto

- Jangan jadikan jarum sebagai ancaman
Jangan pernah menggunakan jarum suntik dan dokter sebagai ancaman. Hal ini sangat berdampak pada kondisi psikologis mereka dan memicu kecemasan. Hindari mengungkapkan " jangan nakal nanti disuntik dokter" .

- Perlihatkan foto vaksin yang seru
Bbanyak sekali beredar di media sosial, anak-anak yang vaksin dan cukup berani. Bisa juga memperlihatkan foto orangtua saat vaksin. Perlihatkan pada mereka kalau tenaga kesehatan akan sebisa mungkin memberi suntikan dengan cara yang meminimalisir rasa sakit. Hal ini cukup bisa menenangkannya.

4 dari 5 halaman

Anak Usia 6-11 Bakal Divaksin Covid-19, Konsultasi Jika Ada Riwayat Penyakit

Dream - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya memberi izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 untuk anak usia 6 hingga 11 tahun. Vaksin yang boleh diberikan pada anak adalah CoronaVac produksi Sinovac dan Biofarma.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga sangat merekomendasikannya, dan meminta para orangtua untuk tak ragu membawa anaknya vaksinasi Covid-19 karena efektivitas dan keamanannya telah teruji. Terkait keputusan BPOM dan rekomendasi IDAI, dokter anak Frieda Handayani, Spesialis Anak-Konsultan Gastrohepatologi mengingatkan orangtua untuk menyiapkan buah hatinya.

" Mari kita persiapkan anak kita untuk mendapatkan imunisasi Covid-19. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengizinkan vaksin COVID-19 Sinovac untuk anak usia 6-11 tahun," tulis dr. Frieda dalam akun Instagram resminya @frieda.handayani.

Persiapan yang bisa dilakukan adalah dengan menjelaskan pada anak sesuai usianya, manfaat vaksinasi. Ceritakan pada anak kalau vaksin akan membuat mereka lebih sehat, memang sedikit sakit tapi ia akan memiliki 'senjata' pelindung dalam tubuhnya. Bagi anak yang memiliki riwayat penyakit atau komorbid, dr. Frieda menyarankan untuk konsultasi lebih dulu.

" Konsultasikan pertanyaan yang muncul dengan dokter anak si kecil atau dokter layanan primer untuk merencanakan imunisasi covid-19," ungkapnya.

Bila sudah mendapat jadwal vaksin, simpan bukti vaksin dengan baik. Segera jadwalkan untuk pemberian vaksin kedua.

" Dokumentasikan dengan baik kartu vaksinasi dan simpan secara pribadi, hindari menyebarluaskan kartu vaksin anak di media sosial. Anak dianggap telah diimunisasi penuh, dua minggu setelah dosis kedua vaksin Covid-19," tulis dr. Frieda.

5 dari 5 halaman

BPOM Izinkan Vaksin Covid Anak Usia 6-11, Orangtua Tak Perlu Ragu

Dream - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 1 November 2021 kemarin mengumumkan pemberian izin penggunaan vaksin Covid-19 dari Sinovac dan Biofarma untuk anak usia 6 hingga 11 tahun. Tentunya hal ini kabar yang sangat menggembirakan, karena akhirnya anak usia sekolah dasar (SD) bisa mendapatkan vaksin Covid-19.

Terkait izin penggunaan vaksin tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melalui Ketua Umum PP IDAI, Dr. Piprim Basarah Yanuarso, meminta para orangtua untuk tak perlu ragu membawa anak-anaknya yang berusia 6-11 tahun untuk vaksinasi Covid-19. Keamanan dan efektivitas vaksin sudah teruji.

" Pesan saya dari IDAI ya, untuk semua orangtua jangan ragu-ragu untuk membawa putra-putrinya melakukan vaksinasi Covid19 selagi ini jadi program pemerintah juga, karena anak-anak itu selain bisa tertular juga bisa menularkan," ujar dr. Piprim pada 1 November kemarin dalam konfrensi pers yang diunggah di Youtube Badan POM RI.

Menurutnya, anak-anak kerap tak memiliki gejala saat mengidap Covid-19. Hal ini bisa membahayakan, karena justru bisa dengan mudah menularkan pada siapa pun. Untuk itu, vaksinasi Covid-19 sangat penting bukan hanya bagi anak, tapi juga orang-orang di sekelilingnya.

" Anak-anak menjadi OTG (orang tanpa gejala) sehingga ia tidak ketahuan mengidap Covid kemudian menularkan ke mana-mana," ungkap dr. Piprim.

Join Dream.co.id