Si Kecil Makan Lebih dari 30 Menit, Apakah Harus Dihentikan?

Do It Yourself | Senin, 4 Januari 2021 14:02

Reporter : Mutia Nugraheni

Ada yang harus segera dianalisis orangtua jika anak selalu makan lebih dari 30 menit.

Dream - Menyuapi anak di bawah usia lima tahun atau yang masih belajar makan memang penuh tantangan. Si kecil kerap menolak, melepeh, muntah hingga tak mau makan sama sekali.

Hal ini tentunya membuat khawatir orangtua karena bisa asupan nutrisi anak bisa terhambat dan berdampak buruk pada tumbuh kembangnya. Saat menyiapkan makanan untuk anak, pastinya kita sudah memperhitungan proporsi gizi dan kebutuhan si kecil.

Sayangnya, makanan yang masuk ke mulut anak dirasa sangat sedikit. Segala cara sudah dicoba agar anak mau menghabiskan makanannya. Rupanya jika usaha untuk menyuapi anak selama 30 menit telah dilakukan sebaiknya dihentikan. Tak perlu sampai 1 jam menyuapi anak.

Mengapa? Dokter Arifianto, spesialis anak, yang juga penulis buku " Orangtua Cermat Anak Sehat" dan " Sehat Bersama Dokter Apin" menjelaskan kalau aturan makan 'feeding rules' untuk anak adalah durasi makan tidak lebih dari 30 menit.

" Feeding rules dibuat oleh kesepakatan para ahli, dengan tujuan (salah satunya) anak tidak " picky eater" dan mau makan sesuai kebutuhan, agar tumbuh normal sesuai GRAFIK PERTUMBUHAN. Jadi jangan lupakan pantau growth chart nya," tulis dr. Apin dalam akun Instagramnya.

 

Si Kecil Makan Lebih dari 30 Menit, Apakah Harus Dihentikan?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 5 halaman

Analisis

Rupanya, jika anak tidak menghabiskan makanan dalam 30 menit, umumnya ia sudah bosan dan tidak tertarik dengan makanannya. Orangtua pun diminta melakukan analisis.

" Cari tahu kenapa dia makannya lama? Kalau ketemu sebabnya, ke depannya, ia tidak akan makan lama lagi," ungkap dr Apin.

Bila sudah lebih dari 30 menit, tapi anak masih ingin makan juga tak perlu menghentikannya. Ada juga konsep responsive feeding.

" Pas makan tidak melulu mencoba memasukkan makanan ke mulut anak. Tapi ada happy-happy-nya, ngobrol sama anak, komunikasi 2 arah, dan kita belajar tahu anaknya maunya apa, termasuk maunya makan apa, meskipun belum bisa bicara. Kalau anak makannya happy dan menikmati makanannya, biasanya maksimal 30 menit udah kelar dia," pesan dr. Apin.

3 dari 5 halaman

Bobot Tubuh Anak Naik Drastis Selama di Rumah, Segera Atur Jadwal Makan

Dream - Selama di rumah saja mungkin banyak orangtua bingung untuk membuat menu makanan bagi buah hati. Pasalnya, anak-anak terus mencari makanan dan bobotnya sudah naik drastis.

Tak ke sekolah, tak bisa bebas melakukan banyak aktivitas fisik, anak-anak memang jadi lebih banyak menghilangkan bosan lewat makanan. Bagaimana jika anak suka makan banyak, dalam arti sudah berlebihan? Apakah kebiasaan ini akan berdampak buruk bagi kesehatannya kelak?

Anak selalu memegang makanan di tangan kanan dan kirinya. Rasanya mereka tidak pernah merasa kenyang terus meminta menambah makan. Kondisi cukup umum dialami oleh beberapa anak. Dikutip dari KlikDokter, hal tersebut sudah termasuk dalam gangguan perilaku makan.

Dokter Arina Heidyana menjelaskan, ada beberapa penyebab anak banyak makan, tapi tak pernah merasa kenyang, yaitu:

Anak Tidak Mendapatkan Asupan Makan yang Cuku
Selama masa tumbuh kembang, anak memang diwajibkan untuk makan tiga kali sehari dengan asupan nutrisi yang seimbang. Jika orangtua hanya memberikan makan sekitar 2 kali atau bahkan 1 kali dalam sehari, anak bisa merasa kelaparan. Mereka pun akan terdorong untuk makan dengan porsi yang sangat banyak ketika melihat makanan.

 

 

4 dari 5 halaman

Jam Makan Tidak Teratur

Tidak memiliki jadwal makan yang teratur juga bisa berdampak para perilaku makan anak. Orangtua wajib memberi makan anak dengan jadwal yang teratur setiap harinya.

Misalnya, sarapan pada pukul 08.00 pagi, makan siang pukul 12.00, dan makan sore pukul 16.00. Kita juga bisa memberikan camilan di sela-sela waktu makan siang hingga makan sore.

Terlalu Banyak Makan Cepat Saji 
Bukanya tidak boleh sama sekali anak konsumsi makanan cepat saji, hanya saja jangan terlalu sering. Makanan cepat saji mengandung karbohidrat dan gula tinggi sehingga memicu lebih cepat lapar. Terlalu banyak konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula juga berisiko diabetes di masa yang akan datang.

Jika anak banyak makan dan berlebihan, hal tersebut tidak juga sehat. Orangtua pun perlu membatasinya dengan segera.

“ Ketika berat badan anak sudah melebihi batas normal, sudah saatnya Anda mengerem anak untuk makan banyak. Anda perlu cermat dalam memberi makan dan nutrisi pada anak,” ujar dr. Arina.

 

5 dari 5 halaman

Cara Mengerem Anak yang Suka Makan Banyak

Join Dream.co.id