Semangatnya Istri Nadiem Makariem Baca Dongeng untuk Anak-anak

Do It Yourself | Rabu, 27 November 2019 12:02

Reporter : Mutia Nugraheni

Franka Franklin, istri dari Menteri Pendidikan Nadiem Makariem, mendapat tugas untuk membacakan dongeng.

Dream - Hari Dongeng yang jatuh pada 26 November 2019 kemarin, diperingatkan dengan meriah di Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. Salah satu acara yang dinanti banyak anak adalah mendengarkan dongeng.

Pada perayaan Hari Dongeng kemarin, rupanya Franka Franklin, istri dari Menteri Pendidikan Nadiem Makariem, mendapat tugas untuk membacakan dongeng. Franka membacakan cerita berjudul Si Kancil kepada murid kelas 1 hingga kelas 3 SD dari SD Islam Terpadu Darul Himah, SD Strada Pelita II, SD Cinta Kasih Tzu Chi dan SDN 011 Pagi Jakarta.

Ibu dari Solara itu, tampak bersemangat bercerita pada murid-murid SD yang menggemaskan. Ia bercerita sambil menunjukkan gambar-gambar menarik dalambuku pada anak-anak. Momen tersebut diunggah di akun Facebook Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

 

 

Semangatnya Istri Nadiem Makariem Baca Dongeng untuk Anak-anak
Franka Franklin Membacakan Dongeng Untuk Anak-anak (Foto: Instagram Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan)
2 dari 6 halaman

Nadiem Juga Berbincang dengan Anak-anak

Dalam perayaan tersebut, bukan hanya Franka yang berbincang dan membacakan cerita pada anak-anak. Nadiem juga bercengkrama dengan para 'muridnya' yang penasaran ingin bertemu Bapak Menteri Pendidikan yang baru. Nadiem pun memberi pesan khusus pada hari dongeng.

" Makna mendongeng adalah agar adik-adik semua senang dan mencintai cerita, buku, dan dari cerita – cerita itu kita menciptakan imajinasi di dalam otak. Kemampuan dalam berpikir dan membayangkan hal – hal di otak kita adalah kunci kesuksesan di masa depan,” ujar Mendikbud dalam sambutannya, seperti dikutip dari Instagram Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

3 dari 6 halaman

Bangun Kepribadian Buah Hati dengan Mendongeng

Dream - Di usia dini, anak dianjurkan untuk mengeksplor banyak hal dan dibebaskan bermain. Hal ini untuk meningkatkan kreativitasnya dan memaksimalkan imajinasinya. 

Salah satu cara untuk memancing kreativitasnya adalah melalui mendongeng. Manfaat membaca dongeng pun bermacam-macam.

Mulai dari mengembangkan imajinasi, meningkatkan kecerdasan, mengasah kemampuan memecahkan masalah dan menguatkan hubungan orangtua dengan anak.

“ Anak yang imajinasinya tinggi, biasanya akan lebih easy going dan problem solving skill-nya baik. Kalau nggak, ya kaku. Sulit adaptasi,” ujar Psikolog Anak, Vera Itabiliana dalam acara Nivea Sentuhan Ibu di CoHive D’Lab, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Kemampuan imajinasi yang baik menjadi modal anak ketika memiliki masalah. Sehingga mereka memiliki banyak pilihan solusi dan lebih kreatif dalam berpikir.

Jika imajinasi anak tidak dihargai, konsep diri mereka pun bisa terpengaruh. Mereka akan meragukan kemampuan diri sendiri.

Meskipun mendongeng dianggap mudah dilakukan, namun masih ada orangtua yang malu karena kurang percaya diri. Sebagian orangtua takut ceritanya kurang menyenangkan atau gaya berceritanya tidak ekspresif.

Mindset ibu, mendongeng itu susah padahal hanya pandangan ibu saja. Yang dibutuhkan itu kehadiran dan waktu ibu, apapun ceritanya. Bondingnya akan tetap terasa pada anak. Anak kan juga memiliki kepekaan kalau kita menceritakan pakai rasa,” ujar Ariyo Zidni, pendiri komunitas Ayo Dongeng Indonesia.

Untuk bisa lebih mendalami cerita dan memasukkan nilai moral tanpa menggurui, berikut tips mendongeng dari Ariyo.

4 dari 6 halaman

1. Jangan batasi imajinasi

“ Mindset orangtua, dongeng itu harus mendidik dan bagus. Tapi itulah yang menghambat imajinasi. Jadi, bebaskan. Jadilah imajinatif dan bermain dengan sesuatu yang terbuka. Karena seringkali oramgtua dibatasi pengalaman, pengetahuan dan informasi sehari-hari,” katanya.

 

5 dari 6 halaman

2. Pilih cerita yang disukai

Memilih cerita yang disukai oleh orangtua akan membuat anak lebih menikmati ceritanya. Cobalah mulai mendongeng dengan cerita favorit

“ Kalau orangtua suka ceritanya, nanti akan bagus diceritakan," kata Ariyo.

 

6 dari 6 halaman

3. Komunikasi Non Verbal

Penting untuk membuat suasana mendongeng menyenangkan. Caranya adalah gestur yang hangat, dengan mimik lucu atau menarik.

“ Kalau bisa, jarak nol ketika mendongeng ke anak. Misalnya, bersebelahan, memangku dan lain-lain. Sehingga bonding yang diciptakan akan lebih efektif," kata Ariyo.

Join Dream.co.id