Sekolah Tatap Muka, Perhatikan Level Risiko Penularan

Do It Yourself | Selasa, 21 September 2021 12:06

Reporter : Mutia Nugraheni

Ada kondisi di mana level risiko sangat tinggi, ketahui detailnya.

Dream - Keputusan untuk menjalani sekolah tatap muka saat pandemi Covid-19 akhirnya dilakukan oleh pemerintah. Beberapa sekolah mulai menerapkan blended learning, dengan memadukan sekolah online dan tatap muka. Penerapan dilakukan setelah menjalani pemeriksaan dan modul protokol kesehatan yang ketat.

Ayah bunda yang sudah mengizinkan anaknya untuk menjalani sekolah tatap muka, mungkin sedikit memiliki kekhawatiran. Pasalnya risiko penularan virus Covid-19 tetap ada.

Pada anak usia 12 tahun ke atas yang sudah mendapat vaksin, memang sudah memiliki perlindungan. Sementara anak di bawah usia 12 tahun belum mendapat vaksin Covid-19 karena memang belum tersedia.

Jika memang memberikan izin untuk anak sekolah tatap muka, pertimbangkan level risiko penularan di sekolah. Akun Instagram @pandemictalks, yang dikelola oleh para dokter dan memberi edukasi seputar pandemi mengingatkan risiko tersebut.

 

Sekolah Tatap Muka, Perhatikan Level Risiko Penularan
Sekolah Tatap Muka Pakai Masker/ Foto: Shutterstock
2 dari 6 halaman

Ventilasi, Jarak, Durasi

Dipaparkan @pandemictalks, ada tiga hal yang harus diperhatikan pada saat sekolah tatap muka. Terdiri dari ventilasi, jarak, durasi (VDJ). Untuk ventilasi, jendela dan pintu kelas harus dibuka saat belajar, bila tak memungkinkan bisa menggunakan HEPA Filter.

Untuk jarak, pastikan jumlah murid tak terlalu banyak, hindari kontak fisik dan cegah cegah kerumunan dengan mengatur jam datang dan pulang. Sementara dalam hal durasi, sekolah harus memperpendek durasi belajar.

 

 

3 dari 6 halaman

Risiko Rendah, Sedang, Tinggi

Hal yang juga penting diperhatikan adalah pertimbangan risiko. Risiko penularan Covid-19 di sekolah rendah bila ruangan memiliki ventilasi yang baik (jendela pintu dibuka) dan durasi dikurangi menjadi 1 jam, risiko penularan turun menjadi 4 persen. Risiko akan semakin menurun dengan cara mengurangi jumlah orang dalam ruangan demi mengurangi risiko penularan lewat droplet dan aerosol

Risiko sedang apabila semua orang yang ada di sekolah menggunakan masker, risiko penularan turun menjadi 20% atau 4-5 orang. Namun risiko yang terinfeksi sangatlah acak dan tidak bisa diprediksi

Risiko paling tinggi adalah saat kelas tidak ada ventilasi dan guru sedang sakit. Hal ini karena dalam gelas guru akan banyak menerangkan dan berbicara sehingga memproduksi banyak droplet.

" Kuncinya adalah: kejujuran, empati, dan pengendalian diri. Selama semua orang memegang teguh ketiga prinsip ini, tanpa dipaksa pun pasti akan saling melindungi," tulis @pandemictalks.

4 dari 6 halaman

Pfizer Perkirakan Vaksin Covid-19 Anak Usia 5-11 Tersedia Desember 2021

Dream - Vaksinasi Covid-19 untuk anak di bawah 12 tahun dinanti banyak pihak. Hingga hari ini, beragam merek vaksin hanya diperuntukkan bagi mereka yang berusia 12 tahun ke atas.

Kabar baik dari Pfizer, salah satu produsen vaksin Covid-19 yang berbasis di Amerika Serikat. Dalam sebuah wawancara, pihak Pfizer mengungkap kalau dalam beberapa minggu ke depan sedang meminta persetujuan penggunaan darurat vaksin Covid-19 bagi anak usia 5 hingga tahun.

" Segalanya terlihat bagus, semuanya berjalan sesuai rencana," kata CEO BioNTech, Ugur Sahin, kepada koran mingguan Jerman, Der Spiegel, dikutip dari PopSugar.

Ia mengungkap, data mentah – khususnya mengenai hasil uji coba pada anak-anak antara 5 dan 11 tahun – saat ini sedang dipersiapkan untuk pengajuan persetujuan darurat. Chief Medical Officer BioNTech, Ozlem Tureci mengatakan mereka sedang bekerja untuk memproduksi dosis vaksin yang lebih kecil sebagai persiapan untuk persetujuan pihak berwenang.

Menurut Dr. Rochelle Walensky, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, hal ini memungkinkan anak-anak usia 5 hingga 11 akan bisa divaksinasi Covid-19 pada sekitar Desember 2021.

" Kami ingin bergerak cepat, kami mengantisipasi bergerak cepat, tetapi kami juga ingin memiliki data keefektivitasan dan data keamanan yang akan dibutuhkan," kata Walensky dalam sebuah wawancara dengan NBC's Today, Senin 13 September kemarin.

5 dari 6 halaman

Sembuh dari Corona, Ini Waktu Paling Tepat Bagi Anak Vaksin Covid-19

Dream - Jumlah anak Indonesia yang terpapar Covid-19 di Indonesia menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) paling tinggi seasia-pasifik. Dari data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada 16 Juli 2021 terdapat 351.336 kasus positif Covid-19 terjadi pada usia anak 0 – 18 tahun.

Salah satu cara pencegahan dan mengurangi risiko kondisi parah saat terpapar Covid-19 adalah vaksinasi. Saat ini anak-anak usia 12 hingga 18 direkomendasikan IDAI untuk mendapat vaksin Covid-19 dari Sinovac.

Vaksin bisa diberikan saat anak dalam kondisi sehat. Bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu, bisa melakukan konsultasi lebih dulu dengan dokter sebelum vaksin. Lalu bagaimana dengan anak yang baru sembuh dari Covid-19?

Menurut Prof. Dr. Cissy B. Kartasasmita, Ph.D, Sp.A(K), Ketua Satgas Imunisasi IDAI dalam Live Instagram bersama IDAI beberapa waktu lalu, anak harus dipastikan sembuh. Vaksin Covid-19 yang diberikan setelah sembuh untuk meningkatkan antibodinya.

" Kalau dia terkena covid seperti juga laporan menyatakan bahwa anak atau siapa yang kena Covid, dia masih membutuhkan tambahan untuk mem-push antibodinya. Dikatakan bahwa pada setiap orang pada anak yang pernah kena Covid, dia harus diberikan imunisasi tambahan," kata Dr. Cissy.

 

6 dari 6 halaman

Tunggu Hingga 3 Bulan

Untuk waktunya, Dr. Cissy mengungkap akan lebih baik menunggu hingga 3 bulan setelah sembuh seperti juga orang dewasa. Hal ini agar tubuhnya benar-benar dalam kondisi fit saat diberikan vaksin.

" Mungkin satu kali cukup tapi itu semua dapat dilakukan setelah anak itu dinyatakan sembuh. Dikatakan anak terkena covid itu sesudah 3 bulan karena kita takut ada long covid," ujarnya.

Join Dream.co.id