Sederet Tantangan Ibu Menyusui di Masa Pandemi

Do It Yourself | Kamis, 29 Juli 2021 12:05

Reporter : Mutia Nugraheni

Ibu merasa stres, kondisi serba tak stabil dan diliputi kecemasan.

Dream – Menyusui secara eksklusif selama enam bulan sebelum pandemi, sudah merupakan tantangan tersendiri bagi para ibu. Dalam situasi pandemi seperti sekarang, hal tersebut jadi lebih sulit lagi.

Ibu merasa stres, kondisi serba tak stabil dan diliputi kecemasan. Belum lagi jika di keluarga ada yang terpapar Covid-19 atau ibu menyusui yang tertular. Memicu produksi air susu menurun, dan ibu tak bisa memberi ASI secara optimal.

Dalam webinar yang digelar Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) bertema 'Perlindungan Menyusui Tanggung Jawab Bersama' pada 28 Juli 2021 kemarin, Ninik Sukotjo dari UNICEF mengungkap kalau angka ibu menyusui cenderung turun semenjak masa pandemi.

" Hal ini terjadi karena kekhawatiran seorang ibu yang positif Covid-19, akan menularkan virus kepada jabang bayi," ujarnya.

Bagi ibu yang tertular Covid-19 sebenarnya tak perlu berhenti menyusui. ASI tetap bisa dipompa dan diberikan pada bayi menggunakan sendok atau botol.

Studi global juga menunjukkan ibu yang positif tetap aman untuk menyusui. Donor ASI juga diperbolehkan. Sedangkan susu formula menjadi opsi terakhir, apabila opsi lain tidak mampu dijalankan.

 

Sederet Tantangan Ibu Menyusui di Masa Pandemi
Ibu Menyusui
2 dari 7 halaman

Promosi Produk Pengganti ASI

Dalam webinar tersebut juga dipaparkan data dari Kementerian Kesehatan bahwa cakupan inisiasi menyusui dini (IMD) belum menunjukkan adanya peningkatan dan masih berada dalam 57-60 persen. Lalu, pmberian ASI eksklusif juga hanya menempuh persentase 52 persen dari bayi berusia di bawah enam bulan.

Tak dapat dipungkiri, tantangan menyusui selama masa pandemi itu sangat luar biasa. Banyak ibu yang terpengaruh dengan produk pengganti ASI.

Promosi produk serupa biasanya dijumpai pada banner di lokasi vaksinasi, iklan di media sosial Instagram, dan produsen yang langsung mengontak target konsumen. Mempromosikan produk pengganti ASI merupakan tindakan yang tidak patut dilakukan.

“ Ketika anak tidak mendapatkan ASI, mereka akan mengonsumsi produk pengganti asi. Lebih dari 800 ribu anak meninggal akibat daya tahan tubuh yang lemah,” ujar Irma Hidayana, penggagas platform LaporCovid19.

Dalam kondisi sekarang, penting bagi ibu untuk mencari pendampingan atau dukungan. Bukan hanya dari keluarga tapi juga support group seperti mengikuti kelas atau konseling yang kerap diselenggarakan oleh AIMI. Bisa dilihat di situsnya atau pun media sosial AIMI.

Laporan: Angela Irena Mihardja

3 dari 7 halaman

Covid-19 Varian Delta Sangat Berbahaya Bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Dream - Virus Covid-19 varian delta sudah masuk ke Indonesia. Awalnya terdeteksi di DKI Jakarta, Kudus dan Bangkalan. Diperkirakan varian ini sudah menyebar dengan cepat ke berbagai daerah.

Virus varian delta menurut Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih banyak menyerang anak-anak muda. Lebih menular dan langsung memunculkan gejala berat.

" Varian delta ini justru banyak menyerang yang masih muda-muda serangannya langsung dengan gejala berat yang bersangkutan tidak menyadari atau kurang aware, sakit sedikit tidak peduli, sehingga langsung datang dengan gejala berat, kalau datang dengan gejala berat maka angka kesembuhan lebih kecil," kata dr Daeng, dikutip dari Merdeka.com.

Daeng melanjutkan, varian delta ini juga berbahaya bagi ibu hamil yang sedang mengandung dan ibu menyusui. Kontak erat dan lebih menular, ibu sangat mudah menulari bayinya saat menyusui.

" Betul lebih berbahaya. Untuk ibu hamil akan berpengaruh terhadap janin. Atau kalau ibu menyusui berpengaruh kepada anaknya. Sebab hubungan yang dekat itu bisa ikut tertular juga," ujar Daeng.

 

4 dari 7 halaman

Lebih Cepat Menular

" Varian delta ini selain lebih cepat menular, juga lebih berbahaya. Mulanya gejala-gejala ringan tapi perburukannya lebih cepat. Jadi misalnya mengalami sesak napas, lalu lebih cepat memburuk kondisinya," lanjutnya.

Menurutnya, pasien yang terpapar Covid-19 tidak boleh lengah meski masih mengalami gejala ringan. Jangan sampai terlambat menunggu gejala sedang atau berat.

" Dengan gejala yang mungkin masih ringan sebaiknya cepat segera ditangani, jangan sampai lengah walau ringan. Karena pengalaman kami selama setahun lebih ini, kalau orang kena Covid-19 dan cepat ditangani maka tingkat kesembuhan lebih tinggi," kata Daeng.

5 dari 7 halaman

Cara Merawat Puting Agar Tidak Sakit Saat Menyusui

Dream – Menyusui merupakan momen yang sangat berharga. Bukan hanya sekadar memberi nutrisi terbaik untuk bayi, tapi juga membangun ikatan psikis.

Proses ini memang alamiah, tapi bukan berarti tidak mengalami masalah. Selama kehamilan, kebanyakan puting wanita jadi lebih besar dan sensitif. Ketika bayi mulai menyusui, ibu akan mengalami tekanan dan isapan yang tidak pernah mereka rasakan sebelumny.

Kegiatan menyusui pun bisa memakan waktu lama bahkan hingga satu jam hampir 13 kali sehari. Semua isapan, tekanan, dan air liur bayi apat menyebabkan puting sakit.

Ketika telah terbiasa menyusui selama beberapa minggu pertama, rasa nyeri ini tidak akan berlangsung lama.

Tapi jika terjadi komplikasi lebih lanjut, seperti puting pecah-pecah, mulai berdarah, atau sakit luar biasa, kamu harus segera berkonsultasi dengan konsultan laktasi atau spesialis menyusui.

6 dari 7 halaman

Pentingnya perawatan

Untuk mengurangi rasa nyeri payudara, lakukam beberapa trik berikut ini.

· Mencuci payudara dengan air saat mandi atau berendam. Gunakan sabun dan gel mandi untuk mengikis minyak alami yang menyebabkan kekeringan pada areola (kulit di sekitar puting payudara yang berwarna lebih gelap dari sekitarnya)

· Keringkan puting secara alami atau oleskan dengan lembut menggunakan handuk.

· Tidak perlu membersihkan payudara atau puting sebelum menyusui. Faktanya, bakteri dari permukaan payudara dapat membantu mengembangkan mikrobioma usus bayi.

· ASI segar dapat membantu menyembuhkan puting yang luka, jadi cobalah memijatnya dengan beberapa tetes sebelum dan sesudah menyusui.

· Gantilah bantalan menyusui sesering mungkin agar tidak lembab, sehingga dapat mengurangi risiko infeksi bakteri atau jamur.

· Bayi perlu diberi susu sesuai permintaannya, agar tetap sehat dan tumbuh dengan baik, jadi teruslah memberi susu walaupun saat merasa sakit.

7 dari 7 halaman

Konsul ke Ahlinya

Ketika puting mengalami iritasi, kamu bisa gunakan bra menyusui yang terbuat dari bahan seperti katun, atau kain yang cepat kering dan menyerap kelembaban berlebih akibat puting susu yang rusak, atau gunakan nipple shield yang terbuat dari silikon, sebagai pelindung puting dan dapat mengurangi rasa sakit saat menyusui.

Selain itu, penting untuk memperhatikan pelekatan atau posisi yang baik dengan mengarahkan puting ke langit-langit mulut bayi.

Perhatikan juga apakah bayi memiliki Frenelum atau jaringan tipis di bawah tengah lidah yang pendek, jika iya maka lidahnya tidak bisa menutupi gusi bagian bawah saat menghisap, sehingga puting bisa lecet.

Hal ini dapat diobati dengan prosedur sederhana yang disebut dengan divisi pengikat lidah yang dilakukan profesional kesehatan. (mut)

Laporan: Yuni Puspita Dewi, Sumber: Madela

Join Dream.co.id