Sederet Bahaya Penyakit Menular Seksual Pada Ibu Hamil

Do It Yourself | Senin, 9 November 2020 10:02
Sederet Bahaya Penyakit Menular Seksual Pada Ibu Hamil

Reporter : Mutia Nugraheni

Infeksi menular seksual merupakan penyakit serius yang bisa menyebabkan kemunculan berbagai komplikasi.

Dream - Kesehatan ibu hamil harus dijaga dengan ekstra, jangan sampai ibu hamil terkena penyakit menular seksual (PMS). Dikutip dari KlikDokter, penyakit infeksi menular seksual adalah penyakit yang berpindah dari satu orang ke orang lainnya melalui hubungan seksual.

Proses penularan penyakit ini bisa terjadi akibat adanya aktivitas seksual melalui mulut, anus, penis maupun vagina. Infeksi menular seksual merupakan penyakit serius yang bisa menyebabkan kemunculan berbagai komplikasi.

Jika terjadi pada ibu hamil, penyakit ini bisa mengancam keselamatan ibu maupun janin yang ada di dalam kandungannya. Ketahui dampak PMS yang sangat berbahaya bagi ibu hamil dan janin.

 

2 dari 6 halaman

Gonore

Gonore alias gonorrhoea adalah penyakit infeksi menular seksual yang terjadi akibat paparan bakteri Neisseria gonorrhoea. Jika penyakit ini terjadi pada ibu hamil, terjadinya keputihan berbau, rasa terbakar sewaktu berkemih atau nyeri perut tak bisa dihindari.

Tak hanya itu, ibu hamil yang mengalami gonore dan tidak ditangani dengan baik juga dapat mengalami keguguran, kelahiran prematur, kehamilan di luar kandungan dan gangguan kesuburan di masa mendatang.

Sementara itu, bayi yang lahir dari ibu dengan gonore sangat berisiko untuk mengalami kebutaan, infeksi sendi dan infeksi darah. Kesemua kondisi tersebut sangat mungkin mengancam nyawa.

 

3 dari 6 halaman

Klamidia

Infeksi klamidia – atau chlamydia – yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis sangat berbahaya jika dialami oleh ibu hamil. Pasalnya, penyakit ini bisa menyebabkan terjadinya keputihan abnormal, sering buang air kecil dan terasa nyeri, sakit perut, hingga perdarahan.

Bila tidak segera diobati, klamidia dapat menyebabkan komplikasi berat, seperti peradangan rongga panggul, kecacatan pada bayi, gangguan kesuburan, kehamilan di luar kandungan, kelahiran prematur, pecah ketuban dini, berat badan bayi lahir rendah, pneumonia, hingga kematian bayi.

 

4 dari 6 halaman

Sifilis

Sifilis adalah jenis penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini dapat dengan mudah menular pada calon bayi jika dialami oleh ibu hamil.

Infeksi sifilis pada janin dapat dimulai sejak usia kehamilan 14 minggu dan risiko semakin meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan. Terjadinya kondisi ini membuat bayi berisiko tinggi untuk lahir secara prematur dan mengalami masalah organ tubuh. Sekitar 40% wanita hamil yang mengalami sifilis dan tidak diobati dapat berakhir pada kematian bayi.

 

5 dari 6 halaman

Bakterial vaginosis

Bakterial vaginosis adalah jenis infeksi vagina yang paling sering terjadi pada wanita yang sudah aktif secara seksual. Beberapa penyebabnya adalah paparan bakteri Gardnella vaginalis, Mobiluncus, Mycoplasma hominis, dan Bacteroides.

Beberapa kasus bakterial vaginosis menyebabkan vagina berbau amis, terutama saat berhubungan seksual. Jika dialami ibu hamil, penyakit ini dapat memicu terjadinya infeksi cairan ketuban, infeksi pada masa nifas, penyakit radang panggul, kelahiran prematur dan kontraksi prematur.

 

6 dari 6 halaman

Herpes genitalis

Herpes genitalis adalah infeksi pada area genital yang disebabkan oleh virus Herpes simplex. Gejala penyakit ini berupa timbulnya lenting pada area genital, yang umumnya didahului dengan rasa terbakar dan gatal.

Bila dialami oleh ibu hamil, herpes genitalis perlu segera diatasi. Pasalnya, virus penyebab penyakit ini dapat masuk ke sirkulasi janin melalui plasenta. Jika hal tersebut terjadi, kerusakan organ hingga kematian pada janin tak bisa dihindari.

Selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id