Seberapa Besar Ukuran Panggul Pengaruhi Proses Persalinan? Yuk Cari Tahu

Do It Yourself | Kamis, 25 Juni 2020 16:04
Seberapa Besar Ukuran Panggul Pengaruhi Proses Persalinan? Yuk Cari Tahu

Reporter : Mutia Nugraheni

Salah satu syarat melahirkan normal adalah ukuran panggul yang cukup.

Dream - Menjalani persalinan per vaginam (persalinan normal) jadi pilihan utama bagi banyak ibu karena risiko komplikasi yang lebih minim. Bagi bidan dan dokter yang mendampingi, ibu yang bakal melahirkan normal tentunya harus dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat.

Pasalnya selama proses persalinan, risiko apapun bisa terjadi dan bisa berdampak pada keselamatan ibu dan janin. Salah satu syarat melahirkan normal adalah ukuran panggul yang cukup.

Mengapa ukuran panggul sangat berpengaruh? Dikutip dari KlikDokter, jika ukuran kepala bayi lebih besar daripada ukuran panggul ibu yang kecil, berisiko menyulitkan proses persalinan.

Untuk mengantisipasi hal ini, dokter spesialis kandungan dan kebidanan akan menilai bentuk dan ukuran panggul. Untuk itu, sebelum melahirkan dokter akan mengukur luas rongga panggul dan menentukan apakah persalinan normal memungkinkan untuk dilakukan atau tidak.

 

 

2 dari 6 halaman

Faktor Lain yang Mempengaruhi

Tinggi badan ibu hamil dapat menjadi patokan. Wanita yang bertubuh tinggi biasanya memiliki rongga panggul yang besar. Sementara, mereka yang tingginya di bawah 150 cm, dicurigai memiliki ukuran panggul yang relatif lebih sempit sehingga berisiko melahirkan secara normal.

Selain itu ada faktor lainnya yang harus diperhatikan dalam persalinan normal bukan hanya bentuk dan ukuran panggul. Seperti berat bayi dan posisi bayi. Kondisi ibu dan janin akan dianalisis secara detail oleh bidan atau dokter, tentunya demi keselamatan keduanya.

3 dari 6 halaman

Kenali Pemicu Rasa Sakit Berhubungan Intim Saat Hamil

Dream - Berhubungan intim tentunya jadi kebutuhan suami istri. Pada masa kehamilan, aktivitas yang sebenarnya bisa membuat pasangan lebih rileks dan mendekatkan, malah bisa berdampak sebaliknya bagi ibu.

Beberapa ibu justru mengalami rasa sakit saat berhubungan seksual. Ada yang berupa nyeri, tapi ada juga mengalami sakit luar biasa. Kondisi ini tentunya sangat menyiksa dan bisa berdampak buruk pada hubungan istri.

Lalu mengapa ibu hamil bisa kesakitkan saat berhubungan intim? Yuk cari tahu penyebabnya.

Tubuh berubah
Perut bukan satu-satunya hal yang berubah selama kehamilan. Ibu juga menglami nyeri di payudara, kaki yang bengkak serta uga dapat mengharapkan puting lunak, kaki bengkak, rahim dan vagina meradang. Hal ini membuat hubungan seksual sangat tidak nyaman.

" Untuk menghindari rasa sakit, pasangan perlu berkomunikasi untuk menemukan posisi terbaik," kata Mary Jane Minkin, M.D., seorang profesor klinis di Departemen Obstetri, Ginekologi, dan Ilmu Reproduksi di Fakultas Kedokteran Universitas Yale.

Misalnya, posisi berbaring bisa menghindari tekanan pada perut, sedangkan posisi 'woman on top' memungkinkan ibu hamil mengontrol gerakan tubuh.

 

4 dari 6 halaman

Ibu stres

Banyak wanita hamil khawatir bahwa seks akan membahayakan bayi mereka atau berdampak negatif pada kehamilan. Kecemasan ini dapat membuat otot tegang, dan otot area intim jadi sangat tegang. Efeknya adalah hubungan intim jadi menyakitkan.

 

5 dari 6 halaman

Vagina kering

Kekeringan vagina jarang terjadi selama kehamilan. Namun, beberapa ibu mengalaminya dan ini memicu gesekan yang tidak nyaman selama hubungan seksual. Untuk mengatasi masalah tersebut, coba gunakan pelumas berbasis air dan hindari seks secara agresif.

 

6 dari 6 halaman

Ada masalah infeksi

Dalam beberapa kasus, seks yang menyakitkan selama kehamilan dapat jadi tanda infeksi tertentu seperti servisitis, vaginitis, dan korioamnionitis. Ibu juga bisa saja mengalami radang panggul. Jika kesakitan terus dirasakan, penting untuk berkonsultasi dengan dokter dan hentikan aktivitas seksual untuk sementara.

Sumber: Parents

Join Dream.co.id