Sarung Tangan Pada Bayi Tak Terlalu Diperlukan, Ketahui Alasannya

Sarung tangan bayi (Foto: Shutterstock)
DO IT YOURSELF  |  5 Januari 2020 10:40

Menurut dr. Tiwi, seorang dokter spesialis anak, penggunaan sarung tangan pada bayi sebenarnya tak terlalu perlu.

Reporter : Mutia Nugraheni

Dream - Bayi baru lahir begitu mungil dan ringkih. Para ibu bahkan sampai khawatir menggendongnya karena si bayi begitu kecil. Bayi yang terbiasa dalam kondisi hangat, saat keluar dari rahim ibu harus merasakan dinginnya angin dan udara.

Hal ini tentunya membuat takut para ibu. Untuk itu, banyak yang mengenakan sarung tangan dan sarung kaki pada bayi yang baru lahir. Tak hanya itu, kuku bayi biasanya dalam kondisi panjang dan tajam.

Seringkali bayi mengucek mata dan memegang-megang pipinya sendiri, sampai membuat luka. Demi menghindarinya, pemakaian sarung tangan dan kaki pun jadi solusi. Rupanya, hal itu tak sepenuhnya tepat.

Menurut dr. Tiwi, seorang dokter spesialis anak, penggunaan sarung tangan pada bayi sebenarnya tak terlalu perlu. Jika memang ingin dipakai, cukup di awal kehidupannya saja.

" Kalau bayi sudah beradaptasi dg lingkungan, lepas saja lebih baik. Bayi sering membuat gerakan yg mengarahkan tangannya ke mulutnya pada saat ingin minum. Dalam kandungan seringkali kita lihat melalui USG, tangannya dekat mulutnya. Posisi tangan dekat mulutnya juga menenangkannya," ungkap dr Tiwi, di akun Instagramnya.

 

Selanjutnya : Merangsang Perkembangan Otak Bayi
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Kisah di Balik Kesuksesan Mega Iskanti
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :