Sangat Berbahaya, Jangan Copot Sendiri Kontrasepsi Spiral di Rumah

Do It Yourself | Sabtu, 18 September 2021 10:24

Reporter : Mutia Nugraheni

Seorang wanita viral di TikTok karena mencopot sendiri IUD yang dipakainya.

Dream - Sebuah video dari akun @Mikkiegallagher viral di TikTok. Pemilik akun yang merupakan wanita muda mengungkap kalau dirinya bisa mengeluarkan alat kontrasepsi spiral atau IUD tanpa perlu ke dokter.

Dalam video, @Mikkiegallagher tampak menggunakan sarung tangan medis. Setelah itu, ia mengambil IUD yang dipakainya dan berhasil dalam durasi yang singkat.

" Jauh lebih mudah daripada yang saya kira, sejujurnya," tulis @Mikkiegallagher.

 Copot IUD© Tiktok

Video kemudian beralih ke @Mikkiegallagher yang berdiri di luar, memegang IUD-nya di tangannya. " Ini BUKAN saran medis tetapi hanya butuh 2 menit," ungkapnya.

Video tersebut memicu banyak komentar pro kontra. Bahkan ada juga yang pernah melakukan hal yang sama dengan @Mikkiegallagher, yaitu mengambil IUD sendiri.

" Apakah itu sakit sama seperti saat memasangnya," tulis salah satu komentar.

" Saya melakukan ini setelah saya memberi tahu dokter saya bahwa IUD membuat saya sangat tertekan dan cemas. Ia memberi tahu saya bahwa saya bisa datang paling cepat adalah dua bulan. Jadi saya mengambilnya sendiri dan sekarang serviks saya terbuka secara permanen lebih dari yang seharusnya dan saya tidak pernah bisa menggunakan IUD lagi," kata komentator lain.

 

Sangat Berbahaya, Jangan Copot Sendiri Kontrasepsi Spiral di Rumah
Alat Kontrasepsi IUD/ Foto: Shutterstock
2 dari 6 halaman

Bahaya Mengambil IUD Sendiri

Jangan pernah mengambil IUD sendiri, karena sangat berbahaya bagi kesehatan rahim dan reproduksi secara keseluruhan. Bila muncul rasa nyeri atau tak nyaman segera buat janji dengan dokter kandungan untuk melakukan pemeriksaan.

" Melepas IUD sendiri, sangat tidak aman. Kesalahan mungkin terjadi, bisa keluar utuh atau mungkin ada yang tertinggal di dalam," kata Jessica Shepherd, MD, seorang dokter kandungan dan pendiri Sanctum Med Wellness, dikutip dari Health.

Ia memperingatkan pernah menemui kasus, orang yang mengambil sendiri IUD yang dipakainya lalu putus dan terdapat potongan di bagian dalamnya. Kondisi ini tentu sangat berbahaya dan harus segera mendapat tindakan medis.

Efek berbahaya lain yang mungkin muncul adalah bisa merobek area sekitar rahim. Kondisi ini bukan hanya menyakitkan tapi juga berdampak fatal.

" Nisa menyakitkan jika tidak dilakukan dengan benar. Talinya pun bisa terputus lalu IUD tersangkut di leher rahim, ini sangat berbahaya," kata dr. Shepherd.

 

3 dari 6 halaman

Ini Cara Kerja Kontrasepsi Gel yang Cukup Dioles

Dream - Dalam kondisi pandemi seperti sekarang banyak pasangan memutuskan untuk menunda kehamilan. Berbagai alat pengontrol kehamilan atau kontrasepsi kini sangat beragam dan mudah diakses, seperti kondom.

Untuk suntikan, pil, IUD memang harus berkonsultasi dengan bidan atau dokter. Rupanya, kini ada kontrasepsi berbentuk gel yang cukup praktis dan baru saja disetujui Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat pada September 2020 lalu. Kontrasepsi ini disebut Phexxi.

Dikutip dari Health.com, Evofem Biosciences, perusahaan yang membuat Phexxi, dalam keterangan resminya mengungkap kalau kontrasepsi ini bersifat non-hormonal. Berupa gel yang mengandung asam laktat, asam sitrat, dan kalium bitartrat.

Penggunaannya cukup mudah, yaitu dengan menaruhnya ke aplikator, lalu dimasukkan ke dalam vagina segera sebelum atau satu jam sebelum berhubungan seksual. Jika berhubungan seks lebih dari sekali dalam satu jam, atau jika harus menunggu lebih dari satu jam sebelum berhubungan, perlu dosis tambahan.

Phexxi bekerja dengan mengubah pH vagina untuk membuatnya lebih asam dan 'kurang ramah' terhadap sperma. Akibatnya, kecil kemungkinan sperma benar-benar sampai ke sel telur untuk menyebabkan kehamilan.

" Sperma berkembang dalam lingkungan basa. Jika pH vagina terlalu asam, sperma tidak akan bisa berenang dengan baik atau berpotensi mati," kata Jennifer Wider, MD, dikutip dari Health.

 

4 dari 6 halaman

Seberapa efektif Phexxi?

Menurut data yang dikutip oleh FDA, Phexxi sekitar 86% persen efektif. Dengan penggunaan yang sempurna, angka itu naik menjadi 93% efektif. Menurut riset Planned Parenthood, sekitar sekitar 14 dari 100 wanita yang menggunakan Phexxi tetap hamil.

Tingkat efektivitasnya memang di bawah implan, IUD, atau sterilisasi pria atau wanita, yang memiliki efektivitas sekitar 99%, menurut CDC. Bahkan jika dibandingkan dengan penggunaan patch, cincin, suntikan, dan pil biasa yang berkisar antara 91%-94%.

Penasaran ingin mencoba? Sayangnya, kontrasepsi tersebut hanya beredar di AS dan belum dipasarkan ke negara lain termasuk ke Indonesia.

5 dari 6 halaman

Pemakai Kontrasepsi Spiral Wajib Periksa Rutin, Ini Alasannya

Dream - Penggunaan alat kontrasepsi Intrauterine Device (IUD) atau lebih dikenal dengan spiral, jadi pilihan banyak perempuan terutama bagi ibu yang masih menyusui. Alat kontrasepsi ini pasalnya tak akan mempengaruhi hormon yang bisa menurunkan produksi ASI.

Tak seperti alat kontrasepsi hormon, seperti suntik, pil atau patch. Penggunaanya cukup sekali saja dan tak perlu berulang. Presentase kegagalannya juga kecil, tapi ada syaratnya. Ibu yang memakai IUD atau spiral wajib kontrol secara rutin.

Menurut dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Boy Abidin, tidak sedikit dari pemakai IUD yang kebobolan atau hamil. Hal ini karena kondisi rahim berubah.

" Ukuran IUD atau spiral memang dibuat berdasarkan rata-rata rahim, jadi kan ukurannya sama untuk semua wanita. Sedangkan ukuran rahim wanita berbeda. Jadi kalau dipasang di rahim yang cukup besar, bisa jadi IUD nya kurang efektif," ujar Boy dalam acara World Contraception Day 2019, di The Ritz Carlton, Jakarta, Kamis, 26 September 2019.

6 dari 6 halaman

Spiral bergeser

Selain itu, spiral yang bergeser juga dapat menyebabkan kehamilan. Spiral yang bergeser ini bisa diakibatkan karena haid yang menggumpal dan berlebih.

" Kalau ada haid yang bergumpal atau deras, ya itu ikut aliran darah haid. Pada saat haid kan rahim ada gerakan kontraksi untuk mengeluarkan darah haid, nah itu juga biasanya ikut terbawa gerakan itu," ujar Boy.

Banyak juga perempuan yang memakai spiral tidak menyadari bahwa alat kontrasepsinya terlepas. Oleh karena itu, perhatikan kondisi spiral saat haid.

Boy mengingatkan, bagi ibu yang menggunakan spiral, pemeriksaan rutin adalah hal wajib. Sebaiknya dilakukan pemeriksaan enam bulan atau setahun sekali. Ini dilakukan untuk melihat posisi IUD apakah masih efektif.

" IUD kan sekarang bentuknya huruf T ya, jadi meskipun dia lompat-lompat, jungkir balik, dan segala macem sih sebenernya dia gak akan bergeser," ungkapnya.

Laporan: Keisha Ritzska Salsabila

 

 

 

Join Dream.co.id