Rutin Cuci Hidung Si Kecil Bisa Cegah Rhinosinusitis

Do It Yourself | Selasa, 27 April 2021 14:05
Rutin Cuci Hidung Si Kecil Bisa Cegah Rhinosinusitis

Reporter : Mutia Nugraheni

Cari tahu cara melakukannya.

Dream – Salah satu keluhan yang sering dialami anak-anak adalah rhinosinusitis. Gangguan tersebut merupakan peradangan pada rongga sinus di hidung. Hidung merupakan organ tubuh yang berfungsi sebagai alat pernapasan, menyaring udara kotor yang masuk, sebagai indera penciuman, dan pengaturan saluran pernapasan.

Pada hidung terdapat organ-organ, seperti rongga sinus, tulang tengah hidung, saraf, dan bulu rambut hidung. Setiap organ pada hidung memiliki fungsinya masing-masing.

“ Sesuai dengan namanya rhino artinya hidung, sinus itu adalah rongga sinus, sitis itu artinya peradangan, jadi rhinosinusitis itu artinnya ada peradangan di rongga hidung dan rongga sinus,” ujat dr. Hemastia Manuhara Harba’i, spesialis THT-KL pada webinar Pentingnya Kebiasaaan Cuci Hidung Bagi Penderita Sinusistis, Senin, 26 April 2021.

Kasus rhinosinusitis cukup tinggi di masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah virus, terutama pada anak-anak.

“ Penyebab nya paling sering di era pandemi seperti ini pada dewasa adalah rhinovirus, coronavirus, dan pada anak-anak juga ada macam-macam lainnya, selain virus juga bisa disebabkan oleh bakteri seperti pneumoniae, influencae,” kata dr. Hemastia.

 

2 dari 4 halaman

Gejala yang Harus Diwaspadai

Ia menjelaskan ciri-ciri seorang mengalami rhinosinusitis. Pada anak dan dewasa berbeda gejalanya. Berikut perbedaannya

Pada anak:
- hidung tersumbat atau mampet
- ingus berubah warna, tidak bening
- batuk pada pagi hari atau malam hari
- terdapat nyeri di wajah

Pada orang dewasa (khusus orang dewasa, ada minimal 2 gejala di bawah, sudah harus diwaspadai):
- gangguan penciuman
- terdapat nyeri di wajah
- hidung tersumbat atau mampet
- selalu meler

 

3 dari 4 halaman

Bagaimana cara penyembuhannya?

Penyembuhan rhinosinusitis dapat dilakukan dengan terapi di rumah, yaitu dengan memberikan dekongestan selama di bawah 10 hari ditambah meminum parasetamol dan makanan yang mengandung zinc dan vitamin C.

“ Lagi pandemi gini, bisa terapi di rumah, biasanya pada beli sendiri, itu gak apa-apa, asal ikut panduannya. Pertama boleh diberikan dekongestan kurang dari 10 hari, seperti obat flu, lalu bisa diberikan parasetamol, dan vitamin C, vitamin Zinc itu bisa diberikan. Dan terakhir yang terpenting cuci hidung,” kata dr Hemastia.

 

4 dari 4 halaman

Cara Pencegahan

Untuk menghindari rhinosinusitis dapat dilakukan mencuci hidung secara rutin. Dengan melakukan cuci hidung, hidung akan terhidrasi dan tidak mudah kering sehingga lebih sulit terserang oleh virus dan bakteri.

“ Penting melakukan cuci hidung karena, untuk kita dapat mencium, untuk membaui suatu bau, kita membutuhkan saraf yang selalu terdehidrasi, kalau misalkan saraf kering nantinya akan mengganggu kinerja hidung, sebaiknya lakukan hidrasi atau melembapkan area hidung,” pesan dr. Hemastia.

Cuci hidung bisa dilakukan dengan botol spray atau botol infus dengan mengairi saluran hidung dengan air infusan. Kelebihan lain dari cuci hidung itu sendiri, selain dapat mencegah dan membantu penyembuhan peradangan hidung dan sinus, juga dapat membersihkan hidung dari kotoran, mencegah timbulnya penyakit saluran pernapasan, mencegah kekambuhan alergi, dan mengurangi penggunaan obat-obat sintetik, seperti antibiotik, antialergi, dan antiasma.

Laporan: Josephine Widya

Join Dream.co.id