Resep 'Peluk Cucu' untuk Nenek Setelah Vaksin Covid-19 Bikin Haru

Do It Yourself | Selasa, 16 Maret 2021 16:02
Resep 'Peluk Cucu' untuk Nenek Setelah Vaksin Covid-19 Bikin Haru

Reporter : Mutia Nugraheni

Banyak para kakek dan nenek tak memeluk cucu kesayangannya selama setahun karena Covid-19.

Dream - Rentang waktu dari Maret 2020 hingga Maret 2021 bagi seluruh keluarga selama pandemi pastinya sangat sulit. Para kakek dan nenek tak bisa bebas menemui anak dan cucunya karena risiko tertular virus Covid-19.

Vaksin Covid-19 rupanya membawa harapan baru dan sedikit meredam kekhawatiran. Kakek dan nenek kini boleh memeluk cucunya yang mungkin tak mereka temui selama setahun. Sebuah cerita haru diunggah akun Twitter @JessicaShaw.

Evelyn Shaw, ibu dari Jessica sejak pandemi tak bertemu cucu-cucunya. Ia disiplin menerapkan protokol kesehatan karena tak mau menularkan dan tertular karena usianya yang sudah senja.

Belum lama ini Evelyn menerima vaksin Covid-19. Sudah dua kali mendapat suntikan atau dosis penuh, Evelyn rupanya mendapat resep dari dokter yang menyuntiknya. Perempuan yang tinggal di New York, Amerika Serikat itu, diresepkan untuk memeluk cucu-cucunya. Hal itu membuat Evelyn terharu sampai menangis.

“ Sejak Maret 2021 lalu, tidak ada yang memeluknya, dan dia tidak akan mengizinkan siapa pun memeluknya," kata Jessica.

 

2 dari 7 halaman

Video Haru Evelyn Berani Memeluk Orang Lain

Setelah mendapat vaksin secara penuh, Evelyn baru berani memeluk anaknya. Tangis pun pecah. Video haru itu diunggah @JessicaShaw yang kemudian menjadi viral.

 

 

3 dari 7 halaman

4 Perusahaan Farmasi yang Mulai Uji Klinik Vaksin Covid-19 untuk Anak

Dream - Sejak akhir 2020 hingga awal 2021, sejumlah negara mulai menyuntikkan vaksin Covid-19 untuk para warganya. Kelompok yang diutamakan adalah tenaga kesehatan, mereka yang melakukan pekerjaan di ranah publik dan orang yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).

Anak-anak memang belum bisa mendapatkan vaksin ini, lantaran komposisi vaksin untuk anak berbeda dengan orang dewasa. Sistem imunitas anak bekerja dengan cara berbeda dan dosis vaksin harus benar-benar diperhatikan sesuai usia dan berat badan anak agar aman dan efektif.

Hingga saat ini belum ada vaksin Covid-19 untuk anak. Sejumlah perusahaan farmasi masih melakukan penelitian dan uji klinik agar vaksin Covid-19 untuk anak bisa segara diproduksi. Penting diketahui, melakukan uji klinik pada anak jauh lebih sulit.

Ketakutan dan kekhawatiran orangtua jadi salah satu penyebabnya. Jumlah responden anak yang tak cukup membuat uji klinik sulit untuk memasuki tahapan selanjutnya. Meski demikian, beberapa perusahaan farmasi dunia mulai melakukan pengembangan vaksin Covid-19 untuk anak. Perusahaan apa saja?

4 dari 7 halaman

1. Pfizer

Perusahaan farmasi yang berbasis di Amerika Serikat, Pfizer, bekerjasama dengan perusahaan farmasi Jerman, BioNTech, melakukan kerja sama untuk pengembangan vaksin Covid-19 untuk anak. Pihak pfizer mengumumkan mereka baru memulai uji klinik pada anak usia 12 tahun ke atas pada Oktober 2020 lalu.

Uji klinis akan melibatkan 3.000 relawan berusia antara 12 dan 18 tahun. Belum ada laporan hasil uji klinik tersebut hingga saat ini.

Pfizer diketahui belum melakukan uji klinik vaksin Covid-19 untuk balita dan bayi. Sebelumnya, vaksin Covid-19 buatan Pfizer telah lolos uji klinik dan diklaim aman untuk disuntikkan pada anak usia 16 tahun ke atas.

“ Kami telah memperpanjang kelompok usia yang kami uji untuk menyertakan anak-anak. Bergantung pada vaksin pastinya, saya pikir Pfizer sekarang mendaftarkan anak-anak di atas 12 tahun. Beberapa dari yang lain telah turun hingga usia 5 tahun,” kata Emily R. Levy, MD, Spesialis Perawatan Kritis Anak dan Spesialis Penyakit Menular Pediatrik di Mayo Clinic, dikutip dari WebMD.

5 dari 7 halaman

2. Moderna

Produsen vaksin yang juga berasal dari Amerika Serikat ini juga melakukan uji klinik vaksin Covid-19 untuk anak di awal Januari 2020. Sayangnya, pihak Moderna mengungkap kalau hasil uji klinik tak bisa keluar dalam waktu dekat.

Uji klinis Moderna untuk anak usia 12 hingga 17 tahun dimulai 4 minggu lalu. Sayangnya uji klinis tak berjalan lancar karena mengalami kesulitan mendapatkan partisipan anak.

Pembuatan formulasi dan menentukan tingkat dosis vaksin untuk anak memang lebih kompleks dan berbeda dari vaksin untuk dewasa. Seringkali, vaksin harus disahkan untuk usia tertentu anak sebelum mereka dapat menerimanya. Proses ini juga memperlambat tahap uji coba.

" Vaksin Moderna resmi digunakan pada bulan Desember dan sekarang diberikan kepada orang berusia 18 tahun ke atas. Tetapi anak-anak akan menerima dosis yang lebih rendah, jadi uji klinis baru harus dilakukan," kata Stephane Bancel, CEO Moderna Senin 11 Januari 2021 lalu, dikutip dari WebMD.

Bancel mengatakan uji coba kategori anak remaja hanya mendapatkan sekitar 800 relawan sebulan, padahal uji klinis membutuhkan setidaknya 3.000 relawan untuk menyelesaikan studi. Orangtua yang tertarik dan memberi izin anaknya untuk terlibat dalam uji klinis, diminta mendaftar di situs Moderna.

6 dari 7 halaman

3. Sinopharm

Perusahaan farmasi asal China, Sinopharm, baru saja mengumumkan kalau uji klinik vaksin Covid-19 mereka untuk anak cukup aman. Vaksin tersebut, dikutip dari Fiercebiotech.com, diperuntukkan bagi anak usia 3 hingga 17 tahun.

China National Biotec Group (CNBG), anak perusahaan Sinopharm, mengklaim memiliki data tentang penggunaan salah satu vaksinnya pada anak-anak usia dini mulai 3 tahuna tahun.

Xinhua, agen pers resmi yang dikelola pemerintah China, membagikan studi tersebut dalam sebuah artikel. " Perlu dicatat bahwa untuk anak berusia tiga hingga lima tahun, karena sistem kekebalan mereka masih berkembang, mereka harus dimonitor dengan cermat dan ketat selama vaksinasi," ujar Yang Xiaoming, ketua CNBG.

CNBG memiliki dua vaksin COVID-19 dalam pengembangan fase akhir. Para peneliti sebelumnya telah mengungkapkan uji klinis fase 2 dari vaksin CNBG BBIBP-CorV pada anak-anak berusia tiga hingga 17 tahun, rentang usia yang sama yang ditargetkan dalam penelitian yang dicakup oleh laporan Xinhua, menunjukkan bahwa kandidat tersebut mungkin akan dibahas oleh Xiaoming.

Sayangnya hingga saat ini belum ada pengumuman resmi dan detail studi yang bisa dipercaya terkait vaksin Covid-19 untuk anak produksi Sinopharm.

 

7 dari 7 halaman

4. Johnson & Johnson

Johnson & Johnson (J&J) pada Oktober 2020 mengumumkan rencana perusahaan untuk melakukan uji klinik vaksin Covid-19 pada anak usia 12-18 tahun. DIkutip dari Bussines Insider, Jerry Sadoff dari J&J mengatakan pada pertemuan virtual Komite Penasihat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, uji klinik pada anak akan dilakukan sesegera mungkin, tetapi akan dilakukan hati-hati dalam hal keamanan.

Bergantung pada keamanan dan faktor lainnya, J&J juga berencana untuk menguji bahkan pada anak-anak yang lebih kecil setelahnya. J&J mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya saat ini sedang berdiskusi dengan regulator dan mitra mengenai penyertaan populasi anak dalam uji coba.

Join Dream.co.id