Rekomendasi Baru, 3 Vaksin Covid-19 yang Diperbolehkan untuk Ibu Hamil

Do It Yourself | Selasa, 3 Agustus 2021 14:07

Reporter : Mutia Nugraheni

Penting bagi ibu hamil yang memiliki komorbid untuk mendapat vaksin Covid-19.

Dream - Kementerian Kesehatan pada 2 Agustus 2021 baru saja mengeluarkan rekomendasi terbaru pemberian vaksin Covid-19 bagi ibu hamil. Pemberian vaksin bagi ibu hamil akan diprioritaskan di daerah berisiko tinggi.

" Perkembangan kasus Covid-19 menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan kasus ibu hamil terkonfirmasi Covid-19 di sejumlah kota besar di Indonesia dalam keadaan berat. Wanita hamil memiliki peningkatan risiko menjadi berat apabila terinfeksi Covid-19, khususnya pada wanita hamil dengan kondisi medis tertentu," tulis surat edaran tersebut yang diunggah di akun Instagram resmi Pengurus Pusat POGI (Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia).

Dalam surat Edaran Kemenkes Nomor: HK.02.01/I/2007/2021 menyatakan, hanya ada tiga merek vaksin yang dibolehkan untuk ibu hamil. Vaksin tersebut bermerek Pfizer, Moderna dan Sinovac.

Untuk waktu pemberian dosis pertama dimulai pada trimester kedua kehamilan. Lalu untuk dosis kedua dilakukan sesuai dengan interval dari jenis vaksin. Bagi ibu hamil yang pernah terpapar Covid-19 vaksinasi baru bisa diberikan 3 bulan setelah sembuh.

Sebelum mendapatkan vaksin Covid-19, ibu hamil yang memeiliki riwayat penyakit tertentu atau alergi akan menjalani skrining lebih dulu. Disarankan untuk berkonsultasi lebih dulu dengan dokter kandungan. Selengkapnya lihat di sini.

Rekomendasi Baru, 3 Vaksin Covid-19 yang Diperbolehkan untuk Ibu Hamil
Vaksin Untuk Ibu Hamil/ Foto: Shutterstock
2 dari 6 halaman

Syarat Penting Bagi Ibu Hamil yang Akan Vaksin Covid-19

Dream - Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) menyatakan pada 22 Juni 2021 kemarin kalau vaksin Covid-19 aman bagi ibu hamil. Untuk itu, para ibu yang tengah mengandung sangat direkomendasikan untuk menjalani vaksinasi Covid-19.

Ada kelompok ibu hamil yang diprioritaskan untuk mendapat vaksin Covid-19. Menurut dr. Darrel Fernando, SpOG dalam akun Instagram resminya, prioritasnya adalah ibu hamil dengan risiko tinggi.

" Usia >35 tahun, obesitas, komorbid, diabetes, hipertensi dan pada kelompok yang risiko tinggi terpapar seperti petugas kesehatan," tulis dr. Darrel.

Untuk ibu hamil yang berisiko rendah, keputusan terindividualisasi dan juga harus diedukasi. Vaksin yang digunakan untuk ibu hamil di Indonesia hanya boleh Sinovac.

" Vaksin yang digunakan adalah vaksin virus yang tidak aktif/ inactivated (Sinovac). Di AS vaksin mRNA seperti Pfizer dan Moderna dilaporkan aman pada kehamilan tapi saat ini belum tersedia di Indonesia," ungkap dr. Darrel.

Sementara itu penggunaan vaksin AstraZeneca untuk ibu hamil belum direkomendasikan. Bagi ibu hamil berkonsultasilah dengan dokter kandungan sebelum melakukan vaksinasi Covid-19.

3 dari 6 halaman

POGI Nyatakan Ibu Hamil Aman Divaksin Covid-19 Merek Sinovac

Dream - Kabar gembira bagi ibu hamil, Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) menyatakan kalau vaksin Covid-19 aman bagi ibu hamil dan sangat direkomendasikan.

Vaksin yang direkomendasikan adalah yang bermerek Coronavac/Sinovac. Melalui surat resminya POGI menjelaskan Coronavac/Sinovac adalah vaksin inactivated, basis RNA virus, subunit protein; atau vektor virus tidak dapat bereplikasi dibandingkan vaksin lain dengan jenis yang sama. Contohnya vaksin tetanus, difteri, influenza.

" Secara umum vaksin jenis ini aman dapat memberikan proteksi pasif pada neonatus dan tidak berhubungan dengan keguguran dan/ atau kelainan kongenital. Studi keamanan vaksin di Indonesia dan Turki tidak melibatkan ibu hamil sehingga belum ada data mengenai efek teratogenik," tulis keterangan POGI yang diunggah Dokter Darrel Fernando, SpOG dalam akun Instagram resminya.

Menurut POGI, pemberian vaksinasi yang dipercepat dan diperluas, pada:
- ibu hamil dengan risiko tinggi yaitu di atas usia 35 tahun, memiliki BMI di atas 40 dengan komorbid diabetes dan hipertensi.
- kelompok ibu hamil risiko tinggi terpapar terutama tenaga kesehatan
- pada ibu hamil dengan risiko rendah setelah mendapatkan penjelasan dari petugas kesehatan dan bersedia atas pilihannya untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19.

Dokter Darrel juga mengunggah pernyataan resmi dari WHO/ Badan Kesehatan Dunia yang merekomendasikan penggunaan vaksin Covid-19 jenis Sinovac untuk ibu hamil. Terutama untuk ibu hamil yang memiliki risiko tinggi.

 Rekomendasi WHO
© WHO

" Kenapa ibu hamil perlu vaksin Covid-19? Karena tingginya kasus saat ini dan dampak Covid-19 yang lebih berat saat hamil maka ibu hamil sudah direkomendasikan untuk menjalani vaksin Covid-19 dengan catatan khusus," tulis dr. Darrel.

4 dari 6 halaman

Vaksin Covid-19 Moderna dan Pfizer Dianjurkan untuk Ibu Hamil, Ini Alasannya

Dream - Para ibu hamil di Amerika Serikat dan Kanada termasuk dalam kelompok prioritas yang mendapatkan vaksin Covid-19. Ibu hamil sangat dianjurkan mendapat vaksin yang dibuat oleh Moderna dan Pfizer.

Dijelaskan dr. Muhammad Iqbal Ramadhan, menurut rekomendasi dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention), vaksin COVID-19 dari Pfizer dan Moderna sementara ini dianggap aman untuk ibu hamil.

Keamanan dua jenis vaksin ini dinilai dari pengamatan terhadap sejumlah wanita hamil yang telah mendapatkan vaksin Moderna dan Pfizer. Mereka dilaporkan hanya mengalami sedikit efek samping.

“ Efek samping yang terjadi hanya seputar sakit kepala, nyeri otot, ataupun kelelahan. Belum ada laporan tambahan risiko lain atau kejadian pasca-vaksin yang lebih berisiko atau berbahaya,” ucap dr. Iqbal, dikutip dari KlikDokter.

Melansir dari CNBC, penelitian keamanan vaksin Pfizer dan Moderna terhadap wanita hamil telah diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine. Studi itu melibatkan 35.691 wanita hamil berusia 16-54 tahun.

 

5 dari 6 halaman

Temuan Tahap Awal

Dilaporkan tidak ada masalah keamanan khusus yang teridentifikasi terkait kehamilan. Studi tersebut juga mengamati tingkat keguguran pada ibu hamil yang sudah divaksinasi. Ternyata, persentase keguguran pada 827 partisipan vaksinasi yang telah melahirkan sama dengan persentase sebelum pandemi.

Temuan ini memang masih berada di tahap awal. Pengamatan juga hanya dilakukan pada periode 11 minggu pertama peluncuran vaksinasi di Amerika Serikat, yaitu 14 Desember-28 Februari.

Direktur CDC, dr. Rochelle Walensky, mengatakan sampai saat ini tidak ada masalah keamanan pada ibu hamil yang divaksinasi di usia kandungan trimester ketiga. Vaksinasi juga tidak mengancam kondisi bayi mereka.

 

6 dari 6 halaman

Vaksin mRNA

Mary Ramsay, kepala imunisasi di Public Health England, juga mengutarakan hal serupa. Menurutnya, berdasarkan data, vaksin Pfizer dan Moderna aman diberikan kepada bumil.

Vaksin Moderna dan Pfizer-BioNTech adalah vaksin mRNA yang tidak mengandung virus hidup penyebab COVID-19. Oleh karena itu, vaksin tidak dapat menyebabkan seseorang terkena virus corona.

Selain itu, vaksin mRNA tidak berinteraksi dengan DNA pada tubuh seseorang atau menyebabkan perubahan genetik. Hal tersebut karena mRNA tidak memasuki inti sel yang merupakan tempat penyimpanan DNA manusia.

Selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id