Rawat Kulit yang Cenderung Kering Saat Hamil

Do It Yourself | Jumat, 10 September 2021 08:02

Reporter : Mutia Nugraheni

Hormon membuat kondisi kulit jadi berbeda dari sebelum hamil.

Dream - Setiap kehamilan berbeda. Beberapa ibu hamil memiliki masalah kulit kering. Sekitar 90 persen perempuan, ibu hamil mengalami perubahan kulit. Ada yang karena masalah kulit yang sudah ada sebelumnya, atau masalah kulit yang baru muncul.

Kekeringan adalah keluhan yang kerap terjadi pada kulit ibu hamil. Bisa terjadi di kulit sekitar perut dan mulai muncul di trimester kedua lalu berlanjut ke trimester ketiga.

Kulit kering juga terjadi di wajah, lengan, leher, payudara, dan paha. Apa sebab kulit jadi kering saat hamil? Ternyata ada beberapa pemicunya.

- Hormon
Fluktuasi kadar hormon selama kehamilan dapat melemahkan atau merusak penghalang hidrolipidik yang melindungi permukaan kulit. Hal ini dapat mengakibatkan penguapan air dari tubuh, yang menyebabkan kekeringan pada kulit.

 

Rawat Kulit yang Cenderung Kering Saat Hamil
Ibu Hamil/ Shutterstock
2 dari 5 halaman

Penyebab Lainnya

- Sering mencuci tangan
Membersihkan kulit seperti tangan dan wajah yang berlebihan dapat melemahkan penghalang dan membuat kulit jadi kering. Ibu hamil yang memiliki kulit berminyak cenderung mencuci muka berulang kali. Hal ini malah membuat kulit wajahnya jadi kering.

- Kekurangan vitamin A
Kekurangan vitamin A saat hamil dapat menyebabkan kulit kering dan mengalami pengelupasan. Untuk itu sangat dianjurkan mengonsumsi makanan kaya vitamin A, seperti sayuran hijau, daging dan ikan.

 

3 dari 5 halaman

Lakukan Hal Ini

Untuk mengurangi kekeringan pada kulit, ibu hamil disarankan banyak minum air putih atau konsumsi buah kaya air, seperti jambu dan semangka. Gunakan formula pelembap di area kulit yang mengalami kekeringan.

Saat ke luar rumah pastikan ibu menggunakan tabir surya dan pelembap. Bisa juga menggunakan face mist jika wajah dalam kondisi kering. Lalu perbanyak konsumsi makanan kaya lemak sehat seperti avokad, kacang-kacangan, minyak zaitun, minyak canola, dan sayuran berdaun hijau.

Sumber: MomJunction

4 dari 5 halaman

Perubahan Tak Terduga Area Intim Saat Hamil

Dream - Kehamilan pastinya membawa banyak perubahan dalam tubuh ibu. Mulai dari hormon, perut, rambut, payudara hingga area intim atau vagina.

Nantinya, jika persalinan berjalan normal, bayi juga akan keluar lewat vagina. Sejak hamil, area intim mengalami perubahan yang mungkin tak disadari ibu.

Apa saja yang terjadi? Cari tahu faktanya.

1. Kondisinya bisa membiru
Apakah vagina berubah warna selama kehamilan? Ternyata, jawabannya mungkin ya! Merah muda merupakan warna khas are intim. Saat kehamilan terjadi, warnanya bisa berubah menjadi biru atau ungu (disebut tanda Chadwick).

Faktanya, perubahan warna mungkin salah satu tanda pertama bahwa ibu sedang hamil. " Sejak enam minggu kehamilan Anda, vagina, labia, dan serviksmungkin berwarna biru atau ungu, berkat peningkatan aliran darah," kata Brett Worly, MD, seorang spesialis obstetri dan ginekologi di The Ohio State University, dikutip dari Parents.

2. Mengalami varises
Kaki bukan satu-satunya bagian tubuh yang rentan terhadap tonjolan, nyeri, dan varises. Area intim saat hamil juga bisa mengalaminya. Hal ini karena kombinasi aliran darah yang meningkat, rahim yang membesar (yang menekan pembuluh darah di panggul), dan hormon kehamilan.

Sekitar 10 persen wanita hamil mengalami varises vulva, umumnya selama lima bulan kehamilan kedua, dan risikonya meningkat seiring dengan jumlah kehamilan, menurut jurnal Phlebolymphology.Kabar baiknya adalah bahwa masalah ini biasanya teratasi dalam waktu enam minggu setelah persalinan.

 

5 dari 5 halaman

Bengkak dan Keluarkan Gas

3. Terjadi pembengkakan
Darah ekstra yang mengalir melalui area vagina dapat membuat bagian kewanitaan terasa penuh dan berat. Kondisinya tampak membengkak, tetapi mungkin terasa seperti itu dan tak selalu jadi pertanda buruk.

an itu tidak selalu merupakan hal yang buruk. " Untuk beberapa wanita, suplai darah ekstra meningkatkan sensasi," kata Dr. Rosser. Dengan kata lain, area vagina yang bengkak selama kehamilan bisa membuat Anda berkata, " Halo, orgasme!"

4. Mengeluarkan gas
Kantong udara yang terperangkap di dalam vagina akan terdorong keluar dan mengeluarkan suara seperti gas. Ini bukan pertanda sesuatu yang buruk. Kemungkinan kombinasi dari kondisi perut, posisi hubungan seksual yang berbeda, dan otot-otot dasar panggul yang bekerja terlalu keras.

Join Dream.co.id