Proses Persalinan Butuh Bantuan Induksi Jika...

Do It Yourself | Selasa, 21 Februari 2017 16:00
Proses Persalinan Butuh Bantuan Induksi Jika...
Induksi Persalinan (Foto: Medscape)

Reporter : Mutia Nugraheni

Butuh indikasi medis untuk melakukan induksi, tak boleh hanya karena tak sabar menunggu bukaan dan kontraksi.

Dream - Dalam proses melahirkan, kontraksi yang muncul merupakan tanda penting dan justru dinanti. Nyeri kontraksi ini menandakan kalau janin sedang berusaha keluar. Tapi ada kalanya kontraksi tak berjalan stabil.

Kontraksi hilang lalu muncul atau bahkan tak muncul sama sekali. Induksi pun biasanya dilakukan untuk merangsang kontraksi. Induksi merupakan prosedur untuk merangsang kontraksi rahim sebelum kontraksi alami terjadi dengan tujuan mempercepat proses persalinan.

Untuk melakukannya tentu saja butuh alasan medis. Tak boleh hanya karena tak sabar menunggu bukaan dan kontraksi. Biasanya, pada ibu yang kehamilannya telah matang yaitu sudah memasuki minggu ke-40, dokter atau bidan menyarankan induksi.

Tapi sebelumnya akan memeriksa terlebih dulu kondisi janin. Induksi juga baru bisa dilakukan jika muncul masalah-masalah berikut.

1. Pertumbuhan pada bayi di rahim mengalami masalah
2. Kurangnya air ketuban
3. Level gula darah ibu sangat tinggi
4. Preeklamsia -komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi)
5. Infeksi pada rahim
6. Plasenta terlepas

Induksi kelahiran sangat diperlukan apabila ketuban sudah pecah tapi belum ada kontraksi sama sekali. Prosedur induksi ini memang cukup aman. Tapi tentu saja bukan tanpa risiko. Risiko yang muncul setelah induksi antara lain kelahiran prematur, detak jantung pada bayi yang tidak normal, infeksi pada ibu dan bayi, serta pendarahan yang berlebihan pada ibu.

Laporan Gemma Fitri Purbaya

Sumber: Healthline

 

Join Dream.co.id