Pilih Bantal yang Aman dan Nyaman untuk Bayi

Do It Yourself | Selasa, 14 Juli 2020 10:04

Reporter : Mutia Nugraheni

Dalam memilih bantal untuk bayi memang harus selektif.

Dream - Bantal jadi kebutuhan tidur agar lebih nyaman. Pada bayi, ada yang suka menggunakan bantal, tapi ada juga justru tidur lebih nyenyak saat tak menggunakan bantal. Dalam memilih bantal untuk bayi memang harus selektif.

Pada bayi baru lahir misalnya, otot lehernya belum cukup kuat jika tidur di atas bantal yang tebal dan empuk. Orangtua perlu memperhatikan bantal yang digunakan anak untuk tidur. Sebelum membeli bantal pertimbangkan juga hal berikut agar tak salah pilih.

Material yang digunakan
Anak-anak biasanya lebih sensitif terhadap debu. Usahakan untuk menyediakan bantal dengan material hipoalergenik yang dirancang untuk mengurangi atau membatasi jumlah bakteri dan jamur yang dapat tumbuh di bantal dari waktu ke waktu. Sebaiknya pilih bantal dengan bahan kapas organik karena bebas dari bahan kimia.

 

 

Pilih Bantal yang Aman dan Nyaman untuk Bayi
Bantal Bayi (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Isian dan Ukuran

Isian Bantal 
Saat ini banyak bantal yang diisi dengan bahan ramah lingkungan seperti rami, tetapi itu bukan pilihan yang baik untuk balita. Material ini dapat berpotensi bahaya tersedak. Memilih bantal dengan isian serat sintetis atau busa lebih baik dan aman digunakan si kecil.

Bentuk dan Motif
Banyak bantal anak dengan berbagai bentuk dan motif. ibu dapat memilih beberapa motif dan bentuk bantal yang lucu untuk si kecil. Tentunya tetap pilih bantal dengan dengan ukuran yang sesuai dan bahan yang aman untuk anak.

Perhatikan Ukuran 
Anak balita tidak membutuhkan bantal dengan ukuran standar atau ukuran orang dewasa. Sebagian besar bantal balita berukuran 30 x 15 cm dan dengan ketebalan 13-18 inci. Ini lebih sesuai untuk kepala si kecil serta pilih tempat tidur yang nyaman.

Laporan Gayuh Tri/ Sumber: FFimela.com

3 dari 6 halaman

Rancang Kamar Bayi yang Bisa 'Tumbuh' Sesuai Kebutuhan

Dream - Kehadiran buah hati memang membuat kita jadi semangat menata rumah. Rumah jadi diperbaiki, tiap sudutnya dibersihkan, termasuk menyiapkan kamar khusus untuknya.

Mungkin Sahabat Dream sedang menyiapkan kamar untuk si kecil yang kini masih dalam kandungan. Boks bayi, lemari, serta beberapa furnitur pun disiapkan. Sebelum membeli banyak barang dan furnitur untuk kamar bayi, penting diketahui kalau masa-masa bayi tak lama.

Hanya sekitar 1-2 tahun saja, setelah itu anak masuk dalam masa usia balita (bawah lima tahun) yang kebutuhannya tentu berbeda. Untuk itu, penting menyiapkan kamar yang 'tumbuh' bersama bayi.

Jadi, barang dan perabot di dalamnya bisa digunakan lebih lama, tidak mubazir dan tentunya menghemat biaya. Ada trik yang bisa diterapkan saat merancang kamar bayi agar bisa digunakan hingga anak berusia 6 tahun.

 

4 dari 6 halaman

Fokus pada daya tahan dan fungsi

Saat merancang kamar bayi pertama kali, pada dasarnya membangun dari bawah ke atas, yang bisa berarti banyak membeli barang baru. Saat memilih furnitus, seperti lemari, tempat tidur, boks, ingatlah daya tahannya.

Pertimbangkan untuk membeli furnitur yang multifungsi dan bisa digunakan saat umur anak bertambah. Misalnya boks, ada yang kemudian bisa difungsikan menjadi penyimpanan, meja atau bahkan kursi. Dengan begitu furnitur tak terbuang percuma.

 

5 dari 6 halaman

Perjelas tujuan

Tidak pernah terlalu dini untuk mulai memikirkan keperluan kamar anak. Jika akan dijadikan kamar anak, pastikan juga ada kasur, bukan hanya boks. Investasikan pada karpet atau alas yang nyaman dan tahan lama, karena nantinya anak akan lebih banyak beraktivitas di lantai.

Warna-warna yang digunakan tak melulu harus sesuai gender. Bisa menggunakan warna netral jika mungkin berencana memiliki adik. Perabot di dalamnya akan digunakan adiknya yang mungkin beda gender. Ini akan lebih praktis.

 

6 dari 6 halaman

Konsultasi

Bila memang ada konsultan yang tak terlalu mahal, cobalah meminta saran. Desainer interior punya pertimbangan detail soal kamar anak yang 'tumbuh', dengan begitu penataan jadi apik, fungsional dan biaya yang dikeluarkan jadi lebih efektif.

Selamat merancang!

Sumber: Motherly

Join Dream.co.id