Pewarna Makanan Pada Camilan Si Kecil, Amankah?

Do It Yourself | Kamis, 25 Februari 2021 10:03

Reporter : Mutia Nugraheni

Penting bagi orangtua untuk memperhatikan camilan yang sering dikonsumsi anak.

Dream – Anak-anak sangat suka menikmati camilan, terutama jika sedang belajar di rumah atau mengerjakan tugas. Adanya camilan membuat mereka lebih bersemangat. Pandemi juga memicu anak mengemil lebih banyak dari biasanya.

Penting bagi orangtua untuk memperhatikan camilan yang sering dikonsumsi anak. Akan lebih baik jika memberikan camilan yang dibuat sendiri di rumah atau buah-buahan. Hindari camilan dalam kemasan yang memiliki warna cerah.

Menurut sebuah penelitian dari University of Southampton, pewarna makanan buatan seperti merah allura, biru berlian CFC, tartrazine, kuning kuinolin, sunset yellow, dan ponceau 4R dapat menyebabkan peningkatan risiko hiperaktif pada anak-anak.

Untuk mengantisipasi banyak pengaruh buruk yang dapat ditimbulkan, makan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) membatasi penggunaan pewarna makanan sintetis untuk setiap kategori makanan, seperti susu, permen, kue, jajanan, dan lainnya.

 

Pewarna Makanan Pada Camilan Si Kecil, Amankah?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Pewarna Makanan Banyak Terdapat Pada...

Penggunaan pewarna makanan kadangkala ditujukan untuk mensimulasikan bahan alami seperti buah dan sayuran yang tidak ditemukan dalam makanan. Namun, seiring berjalannya waktu pewarna makanan seringkali ditambahkan pada makanan dan camilan yang tidak diperuntukkan untuk anak.

Makanan yang sering ditemukan terdapat pewarna makanan, seperti cereal, permen, frosting, biskuit, dan beberapa jenis minuman manis. Memang, penggunaan warna makanan dapat meningkatkan daya tarik visual bagi konsumen, karena apa yang dirasakan sangat berpengaruh dari apa yang dilihat, seperti halnya persepsi mengenai aroma dan rasa juga di pengaruhi oleh rona dan intensitas warna makanan atau minuman.

Dikutip dari rilis yang diterima Dream.co.id, 24 Februari 2021, hal tersebut terbukti dari sebuah studi oleh Emerald Insight yang menunjukan 90% pembeli memutuskan untuk membeli atau tidak hanya berdasarkan warna dan rasa yang dirasakan.

 

3 dari 6 halaman

Buah dan Sayur

Jadi untuk para ibu yang ingin buah hatinya sehat, lebih baik berilah camilan dengan pewarna alami seperti buah dan sayuran atau bila harus memberikan camilan instan, berikan yogurt atau oatmeal atau kacang-kacangan.

Pilihlah makanan yang tinggi kandungan proteinnya, agak sel otak anak tetap terjaga dan bisa tetap fokus dalam pembelajaran. Dianjurkan pula untuk memperhatikan label kemasan yang ada di produk untuk mengetahui dan memastikan kandungan yang ada baik dan aman untuk dimakan.

Selain itu, maksimalkan pemberian camilan kepada anak pada waktu yang ideal, misalnya pukul 10 pagi dan 3 sore. Pemberian camilan pada waktu tersebut dapat meningkatkan kecukupan energi dan mental serta nutrisi.

Laporan: Josephine Widya

4 dari 6 halaman

Camilan yang Sering Tak Disadari Bisa Merusak Gigi Balita

Dream - Menjaga gigi anak yang berusia di bawah lima tahun selalu dalam keadaan sehat memang tak mudah. Mereka kerap kali memasukkan apapun ke mulutnya, dan masih sulit untuk diajak sikat gigi.

Keluhan seperti gigi bolong, menghitam, muncul plak hingga copot di bawah usia 5 tahun kerap terjadi. Kerusakan gigi pada balita tak boleh disepelekan, meskipun merupakan gigi susu.

Tumbuhnya gigi susu yang sehat akan menentukan kesehatan gigi dewasanya kelak. Salah satu pemicu kerusakan gigi pada balita adalah asupan yang dikonsumsi. Dikutip dari KlikDokter, seperti makanan berikut yang sebenarnya bisa membuat gigi si keci bermasalah. Apa saja?

1. Buah yang Terlalu Asam
Lemon, jeruk nipis, dan buah asam lainnya memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Sayangnya, buah-buahan asam tersebut juga bersifat mengikis permukaan gigi balita yang belum terbentuk dengan sempurna. Selain dapat merusak enamel gigi, buah yang terlalu asam juga bisa menyebabkan iritasi pada perut anak karena sistem pencernaannya yang masih sensitif.

 

5 dari 6 halaman

2. Aneka Keripik

Di balik rasanya yang gurih, keripik kentang yang umumnya dijual dalam kemasan ternyata juga merupakan makanan yang merusak gigi balita. Kandungan tepung kanji yang terdapat dalam keripik akan berubah menjadi gula, dan kemudian menghasilkan asam. Hal tersebut dapat merusak enamel gigi sisi kecil. Selain itu, teksturnya keripik yang cenderung kasar juga bisa terselip di antara gigi balita sehingga berisiko menyebabkan gigi berlubang.

 

6 dari 6 halaman

3. Es Batu

Mengunyah es batu bisa melemahkan enamel gigi. Hal itu meningkatkan risiko gigi retak dan mudah patah. Kondisi tersebut dapat memicu munculnya gigi sensitif dengan gejala ngilu.Selain tak baik untuk gigi, es batu yang dikunyah dalam bentuk cukup besar juga berpotensi membuat si kecil tersedak.

4. Makanan Manis

Permen, cokelat, atau camilan manis lainnya mengandung kadar gula tinggi. Sisa gula yang melekat pada gigi akan diubah oleh kuman-kuman menjadi asam. Permukaan gigi yang terkena asam akan mengalami pelarutan mineral, sehingga berpotensi menimbulkan karies gigi. Kondisi ini bisa semakin parah jika si kecil tidak rajin menggosok gigi, terutama sebelum tidur.

Selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id