Pesan Penting Bidan Buat Ibu Hamil, Duduk dengan Posisi Tepat

Do It Yourself | Jumat, 8 Januari 2021 16:04

Reporter : Mutia Nugraheni

"Coba hindari posisi glosoran sebisa mungkin yaaah".

Dream - Ibu hamil kerap mengeluhkan sakit pinggang, punggung, leher dan bahu. Nyeri tubuh ini biasanya dialami karena perubahan drastis pada postur tubuh ibu selama kehamilan.

Saat hamil, aktivitas sederhana seperti duduk dan berdiri bisa jadi hal yang sangat berat. Bidan Jamilatus Sa'diyah atau akrab disapa bidan Mila membuat edukasi menarik bagi ibu hamil di TikTok.

Salah satunya bagaimana cara memposisikan tubuh agar nyaman saat duduk. Banyak ibu hamil yang tak mengetahui kalau posisi duduk sangat mempengaruhi rasa nyeri di pinggang dan punggung.

" Coba hindari posisi glosoran sebisa mungkin yaaah walaupun enak bgt rasanya, karena posisi ini membuat rahim dan panggul tidak punya ruang yg lbh luas sehingga buat janin tidak nyaman dan bisa ke posisi yg kurang optimal, buat bapak bapak yuk coba ingetin ibu supayaa aware dengan posisi ibu dan janin," ungkap Bidan Mila di akun Instagramnya.

Menurutnya posisi duduk ibu hamil sebaiknya tetap tegak lurus, bukan menyender dan membebani punggung. Ambil bantal untuk menyangga punggung dan tetap posisikan tubuh duduk dengan lurus.

Posisi ini akan menjaga ruang panggul luas dan janin tetap nyaman. Ibu pun tak merasa sesak dan sakit punggung.

 

Pesan Penting Bidan Buat Ibu Hamil, Duduk dengan Posisi Tepat
Ibu Hamil (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Lihat Video dari Bidan Mila

      View this post on Instagram      

A post shared by Jamilatus Sa'diyah (@jamilatus.sadiyah)

 

3 dari 6 halaman

Viral, Lahiran Tiup-tiup Minim Trauma ala Bidan Novel

Dream - Seorang bidan yang praktik di Depok, Jawa Barat sedang jadi perbincangan di dunia maya. Hal ini lantaran ia menginisiasi metode persalinan 'tiup-tiup'. Persalinan ini diklaim minim trauma dan tanpa robek.

Melalui akun Instagramnya @bidan_novel, perempuan bernama asli Novelita Damanik ini memperlihatkan bagaimana ia mendampingi para ibu hamil dengan tenang, penuh dengan motivasi agar persalinan berjalan lancar. Tidak mengejan dan minim trauma.

" Kalau ingin berhasil tiup-tiup tidak robek, intinya harus memberdayakan diri sejak hamil. Banyak pergerakan, secara tidak sadar bunda mendorong bayinya ke bawah sejak usia kehamilan 26 minggu mulai latihan sedikit demi sedikit," ujar Bidan Novel dalam akun Instagramnya.

 Bidan Novel
© Instagram Bidan Novel

Menurutnya, selama hamil ibu perlu banyak bergerak. Terutama ketika kehamilan memasuki usia 26 minggu.

" Terapkan berjalan kaki, pekerjaan rumah, seminggu sekali ada berat pekerjaannya, sehingga terlatih ototnya, berproses dari sedikit demi sedikit, saat hamil tua tidak ada rasa pegal lagi, mulut lahir jadi lunak. Pasien saya santuy-santuy semua," ungkap Bidan berambut pirang ini.

 

 

4 dari 6 halaman

Dandan di tengah persalinan dan berdansa

Salah satu yang membuat metode persalinan Bidan Novel terasa menyenangkan adalah ibu diminta untuk berhias diri baik dengan lipstik atau pun alat make up lengkap. Baik jelang persalinan maupun saat bersalinan.

Ibu yang sedang mengalami kontraksi hebat juga diajak berdansa. Diminta bergerak aktif dan memotivasi diri agar persalinan berjalan dengan lancar tidak menimbulkan trauma. Lihat saja videonya.

      View this post on Instagram      

A post shared by Novelita Damanik (@bidan_novel)

 

 

5 dari 6 halaman

Berat Badan Tak Naik Signifikan Saat Hamil, Ketahui Risikonya

Dream - Kenaikan berat saat hamil sangat penting bagi ibu dan janin. Bertambahnya berat badan bayi menandakan perkembangan janin optimal. Sementara bagi ibu, mempersiapkan tubuh untuk menyusui pasca kehamilan.

Beberapa ibu mengeluhkan naiknya berat badan yang berlebihan. Sementara itu ada juga yang justru berat badannya tak kunjung bertambah, bahkan termasuk di bawah standar atau underweight. Hal ini tentunya harus mendapat perhatian khusus.

Indeks massa tubuh atau BMI sering digunakan sebagai alat skrining untuk menetapkan kategori berat badan. Berat badan kurang, berat badan normal atau sehat, kelebihan berat badan, dan obesitas.

" Jika ibu termasuk dalam kategori kurus, jangan panik. Ini mungkin tidak selalu menjadi perhatian. Namun, kekurangan berat badan bisa jadi terkait dengan berat badan sebelum hamil atau asupan nutrisi yang tidak mencukupi. Ini juga bisa menunjukkan bahwa tubuh tidak menyimpan cukup lemak," ungkap dr. Sangeeta Agrawal, seorang dokter kandungan.

 

6 dari 6 halaman

Risiko yang Mungkin Muncul

Beberapa wanita mungkin mengalami kesulitan untuk menambah berat badan selama fase awal kehamilan. Biasanya hal ini karena mual berlebihan dan sulit makan dan bakal mereda. Bila terus berlanjut, berat badan malah berkurang maka ibu harus mendapat perhatian khusus.

Mengapa berat badan ibu yang kurang bisa berbahaya? Penting untuk menambah berat badan selama kehamilan, terutama selama trimester kedua dan ketiga. Berat badan ibu yang kurang mungkin memiliki efek negatif pada bayi yang belum lahir.

" Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa jika seorang wanita kekurangan berat badan selama kehamilan, maka komplikasi seperti berat badan lahir rendah (kurang dari 2.5kg) atau persalinan prematur (sebelum 37 minggu) dapat terjadi," ungkap dr Sangeeta.

Memperbaiki pola makan, mengonsumsi menu kaya gizi harus terus dilakukan demi mencapai berat badan standar ibu hamil. Normalnya kenaikan berat badan saat hamil adalaj 12 hingga 18 kg, bila di bawah 12 segera konsultasi dengan dokter kandungan atau doker gizi.

Join Dream.co.id