Pesan Penting Dokter untuk Ayah yang Merokok

Do It Yourself | Selasa, 30 Juli 2019 14:06
Pesan Penting Dokter untuk Ayah yang Merokok

Reporter : Mutia Nugraheni

Sangat melihat seorang ayah yang perokok, lalu menggendong anaknya yang masih kecil

Dream - Efek buruk rokok terus didengungkan oleh semua pihak, bahkan digambarkan secara jelas di kemasannya. Bukan hanya berdampak buruk bagi orang dewasa yang perokok tapi bagi anak balita dan bayi-bayi yang sistem imunitasnya masih belum berkembang dengan baik.

Sangat miris sebenarnya melihat seorang ayah yang perokok, lalu menggendong anaknya yang masih kecil, tepat setelah merokok. Memang, di tangan tak ada lagi rokok maupun asap tapi residu yang menempel di pakaian, tangan hingga rambut sama bahayanya.

Hal tersebut kerap tak disadari para ayah. Dokter Frieda Handayani, spesialis anak, kembali mengingatkan bahaya residu rokok pada anak.

" Asap rokok terbukti tidak hanya mengganggu kesehatan perokoknya, tetapi juga mengganggu kesehatan orang yang ada di sekitarnya, para perokok pasif. Asap rokok, efeknya bisa sampai sejauh 10 meter tetap akan terkena pada keluarga, termasuk bayi/ balita kita di dalam rumah," ungkap dr. Frieda dalam akun Instagramnya.

2 dari 6 halaman

Endapan Racun Bisa Terhirup Anak

Tak lagi merokok bukan berarti perokok bebas dari racun. Justru pakaian, tas, serta barang yang dibawanya jadi endapan racun rokok. Racun tersebutlah yang bakal terhirup anak, jika si perokok berada di dekatnya apalagi menggendongnya.

" Asap rokok menempel pada baju atau pakaian yang dikenakannya, artinya asap rokok yang menempel di bajunya masih akan berbahaya ketika terhirup, sekalipun rokok sudah diisap beberapa jam lalu. Jangankan menghirup asap rokok, menghirup residu atau endapan racun dari asap rokok juga berbahaya bagi balita/ anak," pesan dr. Frieda.

3 dari 6 halaman

Infeksi Paru

Pada anak-anak yang menghirup residu rokok ini disebut dengan third hand smoker. Bahayanya sama seperti second hand smoker (perokok pasif).

" Parahnya, asap rokok yang menempel pada baju/ pakaian dan badan, juga bisa memicu timbulnya pneumonia pada bayi/ balita," tulis dr. Frieda.

Pneumonia merupakan infeksi paru-paru yang disebabkan bakteri, jamur dan virus. Sering disebut sebagai penyakit multifaktorial yang bisa mengakibatkan sesak hingga kematian pada balita.

4 dari 6 halaman

Residu Rokok Lebih Bahaya Bagi Balita

Rupanya residu rokok, yang menempel pada pakaian, tirai, tas, jok mobil, sangat membahayakan balita dibandingkan orang dewasa. Penelitian juga menunjukan efek buruk asap rokok ini bisa mengakibatkan balita kerap mengalami batuk & pilek yang berulang-ulang. 

 Dokter Frieda
© Instagram

" Jadi bukan hanya asap yang keluar dari mulut perokok yang berbahaya, tetapi asap rokok yang menempel di baju di tubuh perokok itu juga sama berbahayanya," ungkap dr. Frieda.

5 dari 6 halaman

Kenali Tanda Gawat Sesak Napas Pada Anak

Dream - Batuk, pilek, penyakit infeksi pernapasan atau tersedak, merupakan pemicu utama kondisi sesak napas pada anak. Ada orangtua yang langsung menyadari kalau anak mengalami sesak napas, namun banyak juga yang tak tahu hingga berakhir fatal.

Untuk mengetahui apakah anak mengalami sesak napas atau tidak, perhatikan 3 hal, yaitu wajahnya, kemampuan bernapas dan peredaran darah pada kulit. Seperti dikutip dari Ikatan 
Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak yang sesak napas cenderung gelisah, rewel dan napasnya sangat cepat.

Jika Anda curiga anak mengalami sesak napas, buka bajunya dan perhatikan pergerakan dadanya. Bisa melihat tarikan dinding perut bagian atas saat anak bernapas. Bila sesak bertambah parah akan terlihat tarikan dinding dada. Hidung juga kembang kempis dan terdengar bunyik 'ngik' dalam napasnya.

6 dari 6 halaman

Hitung Napas

Bisa juga melakukan perhitungan napas selama 1 menit. Video di atas bisa bisa jadi petunjuk untuk mengetahui apakah anak termasuk sesak atau tidak. Para orangtua sebaiknya mengetahui cara menghitung napas, terutama mereka yang memiliki anak di bawah 2 tahun.

Apabila hasil perhitungan menunjukkan napas anak termasuk cepat, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut. Jika sudah semakin parah maka bisa sangat membahayakan nyawa anak.

Biasanya sesak napas susah tergolong berat apabila tangan dan kaki terlihat pucah. Wajah juga sangat kelelahan dan muncul keringat terus-menerus, serta munculnya bercak kebiruan di kulit. Kondisi ini menunjukkan anak butuh pertolongan segera di instalasi gawat darurat.

Sumber: IDAI

Join Dream.co.id