Perubahan Mengagumkan Pada Tubuh Ibu Pasca Melahirkan

Do It Yourself | Rabu, 30 September 2020 12:04

Reporter : Mutia Nugraheni

Tangan yang gemetar, rahim yang masih merasakan kram setelah melahirkan, lemas, hingga depresi dan stres kerap dialami ibu setelah persalinan.

Dream - Tubuh ibu mengalami transformasi besar selama kehamilan, saat persalinan dan setelah persalinan. Banyak ibu yang kaget dan bingung dengan kondisi tubuhnya setelah melahirkan.

Edukasi kesehatan seputar kesehatan ibu pasca melahirkan tak segencar saat hamil. Keluhan akan muncul.

Mulai dari tangan yang gemetar, rahim yang masih merasakan kram setelah melahirkan, lemas, hingga depresi dan stres kerap dialami ibu setelah persalinan.

Ibu membutuhkan masa pemulihan setelah melahirkan. Fisik, hormon dan mentalnya mengalami perubahan drastis. Berikut perubahan pasca persalinan di tubuh ibu yang penting diketahui, agar bisa dihadapi dan ditangani dengan baik.

Hormon
Ibu akan merasa bukan dirinya yang sebelumnya, dan hal ini terjadi karena perubahan hormon secara drastis. Tepat setelah melahirkan, kadar estrogen dan progesteron turun drastis, yang dapat berkontribusi pada " baby blues" (perubahan suasana hati, kecemasan, kesedihan atau lekas marah, yang hilang dalam waktu satu minggu atau lebih setelah kelahiran) atau depresi pascapartum (gejala serupa yang lebih intens, bertahan lebih lama dan mengganggu kehidupan sehari-hari).

" Beberapa hormon naik dari yang tertinggi ke yang paling rendah, tepat sebelum melahirkan hingga setelahnya," kata Ann Dunnewold, psikolog yang juga penulis buku The Real Mom's Postpartum Survival Guide.

Sementara itu, oksitosin atau hormon cinta akan membanjiri tubuh. Ini mengubah perilaku menjadi keibuan. Saat oksitosin meningkat, kecemasan juga bisa meningkat.
" Hormon-hormon ini mempengaruhi satu sama lain dalam tarian yang kompleks dan memengaruhi energi dan suasana hati," ujar Dunnewold.

Hormon tiroid, yang membantu mengatur suhu tubuh, metabolisme, dan fungsi organ, juga dapat dipengaruhi oleh proses melahirkan. Menurut American Thyroid Association, lima hingga 10 persen wanita menderita tiroiditis pascapartum, yaitu pembengkakan kelenjar tiroid, dan penyebab pastinya tidak diketahui.

 

Perubahan Mengagumkan Pada Tubuh Ibu Pasca Melahirkan
Ibu Hamil (Foto: Shutterstock)
2 dari 7 halaman

Penurunan level vitamin dan mineral

Merasa gemetar dan kelelahan cukup umum terjadi dalam beberapa minggu pertama setelah melahirkan. Gejalala ini juga dapat dikaitkan dengan kadar zat besi yang rendah. 
“ Ibu berisiko lebih tinggi mengalami kekurangan zat besi setelah melahirkan, karena kehilangan darah selama persalinan,” kata Sarah O’Hara, seorang pakar gizi.

Tetap minum multivitamin kaya sat besi setelah melahirkan dan menyusui. Perbanyak makanan kaya zat besi, seperti daging merah, produk biji-bijian yang diperkaya, kacang-kacangan, lentil, dan sayuran hijau. Ibu merasa lebih baik dalam beberapa minggu setelah meningkatkan asupan zat besi.

 

3 dari 7 halaman

Uterus, vagina dan vulva

Rahim mengalami banyak perubahan saat hamil, melahirkan dan setelahnya. Pemulihan persalinan pervaginam (normal) dan operasi caesar memang berbeda, tapi memiliki persamaan.

Ibu tetap akan mengalami nyeri, yang terasa seperti kram menstruasi, dimulai segera melahirkan dan berlangsung selama dua atau tiga hari. Kontraksi pun akan terus berlanjut terus selama beberapa minggu ke depan. Ini membantu rahim menyusut ke kondisi sebelum melahirkan. Selama sekitar enam minggu, rahim akan berkontraksi ke ukuran aslinya, akhirnya turun ke belakang tulang kemaluan.

Ibu juga akan mengalami keluarnya cairan berdarah, yang disebut lokia, hingga enam minggu setelah melahirkan. Darah dan lendir itu, yang warnanya menjadi lebih terang dan mengalir seiring waktu, berasal dari area tempat plasenta menempel pada otot rahim.

Sumber: Todays Parent

4 dari 7 halaman

24 Jam Setelah Melahirkan, Ini yang Terjadi Pada Tubuh Ibu

Dream - Persalinan jadi momen yang paling ditunggu para ibu. Buah hati yang dinanti, akhirnya lahir ke dunia dan berada dalam dekapan. Banyak ibu yang tak menyadari setelah melahirkan, perubahan pada tubuh bakal terjadi secara drastis.

Rasa tak nyaman, nyeri, perasaan yang campur aduk bakal muncul dan membuat ibu terkaget bahkan mengalami stres hingga depresi. Persiapan sangat dibutuhkan ibu jelang persalinan.

Bukan hanya menyiapkan kebutuhan bayi tapi juga kebutuhan ibu. Termasuk menyiapkan diri mengalami perubahan berikut selama 24 jam pasca persalinan. Minta dukungan suami, karena melewati masa 24 jam setelah melahirkan tidaklah mudah.

Perubahan apa saja yang bakal dihadapi?

Perut masih buncit dan bergelambir
Bayi dan plasenta sudah keluar tak lantas membuat perut ibu langsung kempes dan ramping. Jika sebelumnya saat hamil perut kencang, maka setelah melahirkan perut tetap membuncit tapi bergelambir. Hal ini memang sangat tidak nyaman. Kulit masih merenggang, meski bayi sudah keluar. Untuk membuat ibu lebih nyaman, sangat direkomendasikan mengunakan korset berbahan lembut.

 

5 dari 7 halaman

Keringat mengucur dan buang air kecil lebih sering

Segera setelah melahirkan, berat akan menurun 4,5 hingga 5 kg, ini meliputi gabungan berat bayi, plasenta, dan cairan ketuban. Tetapi ibu masih akan membawa kelebihan berat badan dalam 24 jam pertama, yang sebagian besar adalah air. Setelah operasi caesar ibu mungkin akan mengalami pembengkakan ekstra di seluruh tubuh sebagai akibat dari cairan IV.

Kelebihan air dalam tubuh ibu selama 24 jam akan dikeluarkan melalui urine dan keringat. Jangan kaget jika ibu terus-menerus berkeringat dan buang air kecil lebih sering.

 

6 dari 7 halaman

Nifas/ pendarahan

Setelah persalinan pervaginam atau operasi caesar, ibu akan mengalami masa nifas dan mengeluarkan lokia dari vagina, yang terdiri dari sisa darah, lendir, dan jaringan yang mengelupas dari lapisan rahim. Bagi banyak wanita, pendarahan cukup berat dalam tiga sampai 10 hari pertama pascapersalinan, tetapi ini normal dan akan berkurang selama beberapa minggu berikutnya.

 

7 dari 7 halaman

Kram panggul

Jangan mengira ibu tak akan mengalami kram dan kontraksi lagi setelah melahirkan. Kontraksi di area panggul dan perut masih akan terjadi terutama ketika menyusui. Ini merupakan tanda kalau rahim sedang kembali ke bentuk semula.

Menyusui jadi salah satu pemicu kontraksi rahim setelah melahirkan agar kembali pada ukuran normal. Merupakan sistem alami tubuh yang kerap memicu rasa nyeri, tak nyaman hingga sulit tidur pada ibu. Kontraksi ini bisa terjadi hingga 6 minggu.

 Rasa sakit di area intim

Setelah melahirkan, butuh waktu lama untuk tubuh demi pemulihan. Jika melahirkan pervaginam (normal) perineum (area antara rektum dan vagina) akan meregang, bengkak, memar, dan mungkin robek. Beberapa ibu juga harus dijahit oleh dokter bidan di area tersebut, sehingga muncul rasa nyeri luar biasa di area intim.

Akan sangat sulit buang air kecil dan air besar selama 24 jam pasca persalinan. Demi mengurangi rasa nyeri, ibu biasanya diberikan obat pereda agar bisa istirahat dengan lebih nyaman.

Sumber: What to Expect

Join Dream.co.id