Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Menunda Kehadiran Buah Hati

Pemeriksaan ultrasonografi (Foto: Shutterstock)
DO IT YOURSELF  |  10 Januari 2019 16:06

Orang lebih sering menunda memulai keluarga demi hubungan yang stabil dan membangun karier.

Reporter : Mutia Nugraheni

Dream - Setelah menikah, banyak pasangan memiliki rencana yang detail terkait masa depan. Memiliki buah hati tak jadi prioritas utama, pasalnya ada tujuan lain yang ingin lebih dulu dicapai.

Keputusan tersebut tentu dilakukan dengan banyak pertimbangan dan tak bisa disalahkan. Namun pastikan kondisi calon ayah dan ibu terkait kesehatan serta kesuburan terkontrol dan juga terencana dengan baik secara medis.

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan oleh Flinder's University di Australian Journal of Primary Health, mengungkapkan bahwa baik pria maupun wanita memiliki pemahaman yang buruk terkait kesuburan dan usia.

Tim peneliti Alisha Evans, Sheryl de Lacey dan Kelton Tremellen melakukan survei online dengan 383 pria dan wanita Australia tanpa anak, berusia 18-45 tahun. Survei mengumpulkan data yang berkaitan dengan pemahaman mereka tentang kesuburan seiring bertambahnya usia orangtua.

Ketika sampai pada tingkat keberhasilan untuk IVF dan konsepsi alami, baik pria maupun wanita memprediksi tingkat keberhasilan yang lebih menguntungkan sesuai dengan usia. Pria cenderung melebih-lebihkan kemungkinan pembuahan lebih dari wanita, terutama ketika memprediksi tingkat keberhasilan bayi tabung atau IVF.

Studi ini juga mengungkapkan bahwa orang lebih sering menunda memulai keluarga demi hubungan yang stabil dan membangun karier. Hal ini karena nantinya akan bisa lebih mudah membayar penitipan anak dan uang cuti orangtua.

" Orang-orang pada umumnya melebih-lebihkan kesuburan wanita dan berencana menunda memiliki keluarga tanpa mengantisipasi kesulitan untuk hamil," kata Profesor Kelton Tremellen, profesor kedokteran reproduksi di Universitas Flinders.

Ia pun menyarankan, jika memang ingin menunda, calon ibu melakukan skrining cadangan ovarium secara tes rutin. Termasuk skrining kanker serviks, untuk wanita tanpa anak yang berusia lebih dari 30 tahun.

Skrining cadangan ovarium dapat menunjukkan apakah kesuburan wanita berkurang atau tidak. Hal ini juga nantinya bisa mendorong tindakan alternatif seperti pembekuan sel telur untuk diambil.

Sumber: KidSpot

Konser Raya 24 Indosiar
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Beromzet Puluhan Juta, Pemuda Bikin Lampu Hias dari Limbah
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :