Pertanyaan yang Sering Terlontar Soal Kondisi Penis Si Kecil

Do It Yourself | Rabu, 22 Februari 2017 18:00
Pertanyaan yang Sering Terlontar Soal Kondisi Penis Si Kecil
Ilustrasi

Reporter : Mutia Nugraheni

Kenapa penis anak saya kelihatannya lebih kecil dari bayi lain? Bagaimana membersihkan penis bayi?

Dream - Kondisi kesehatan area intim anak jadi salah satu isu yang banyak ditanyakan para orangtua. Biasanya saat ke dokter anak untuk berkonsultasi, pertanyaan seputar penis anak sering ditanyakan.

Ada beberapa kekhawatiran dan pertanyaan orangtua seputar kondisi penis bayi dan anak-anak. Apakah Anda juga memiliki pertanyaan seputar kondisi penis si kecil? Cari tahu jawabannya
di bawah ini.

1. Apakah dokter juga memeriksa penis?
Setelah bayi lahir, dokter anak akan melakukan pemeriksaan standar termasuk pada penis bayi. Dokter akan melihat apakah alat kelamin anak sehat dan normal. Jika ditemukan masalah,
dokter pastinya akan memberi tahu orangtua. Jika memang orangtua merasa ada yang aneh dengan kondisi penis anak, segera konsultasikan dengan dokter.

2. Kenapa penis anak saya kelihatannya lebih kecil dari bayi lain?
Menurut Bill Hyndman, seorang pediatrik urologi di Rumah Sakit Alberta ada banyak variasi ukuran penis. Orangtua sebaiknya tak memusingkan ukuran penis anak tapi lebih pada
fungsinya yang berjalan dengan baik, terutama saat buang air kecil.

" Penis yang 'tenggelam' bisa karena lemak badan si bayi. Penis biasanya akan mulai tampak saat remaja. Anak dengan penis yang 'tenggelam' tidak harus disunat karena prosedurnya yang
rumit dan beresiko tinggi," ujar Hyndman

3. Bagaimana cara membersikan penis bayi?
Perlu kehati-hatian dalam membersihkan penis bayi terutama yang baru lahir. Bisa menggunakan kain lembut atau kapas.

" Ada kulit halus di antara kulup dan penis yang jika dibersihkan secara kasar bisa membuatnya luka atau robek, jadi memang harus hati-hati," kata Michelle Ponti, seorang dokter anak.

4. Apa yang perlu saya ketahui tentang infeksi saluran kemih?
Infeksi saluran kemih adalah masalah yang paling umum terjadi pada anak laki-laki dari umur 2 tahun hingga 13 tahun. Infeksi itu terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kencing menuju
kantung kemih. Dalam kasus yang serius, bakteri masuk ke ginjal.

Gejalanya berupa sakit saat buang air kecil dan terkadang demam. Untuk bayi biasanya rewel yang tidak wajar dan menolak makan. Beberapa penelitian menunjukkan kalau ASI
saat balita mengurangi resiko infeksi saluran kemih, dan sering mandi juga bisa menghindarinya.

5. Apa yang paling sering mencederai penis anak dan bagaimana mencegahnya?
Kasus yang paling sering mencederai penis adalah terkena dudukan toilet yang jatuh dan tersangkut resleting. Untuk itu ajarkan si kecil untuk memegang tutup toilet saat buang air kecil.
Lalu sebaiknya celana yang digunakan berupa kancing atau yang diikat jika anak belum bisa membuka dan menutup resleting dengan baik.

6. Apa yang harus diakukan jika anak mengeluh penisnya sakit?
Rasa sakit di sekitar penis itu bukan hal yang wajar. Menurut dokter Ponti kondisi tersebut bisa mengindikasika beberapa hal. Mulai dari luka berat hingga infeksi saluran kemih.

Tanyakan anak Anda tentang rasa sakitnya, apakah penisnya yang sakit atau testikelnya? Apa terus menerus atau tidak? Apakah terkena pukulan atau jatuh? Anda juga harus melihatnya dan segera bawa ke dokter.

7. Anak saya meletakkan tangan di kemaluan, apa yang harus saya lakukan?
" Kita ingin anak kita memiliki rasa percaya diri. Jika Anda sedang ada di depan publik anak tiba-tiba memegang penisnya, Anda bisa katakan padanya, 'itu sesuatu yang pribadi, tak boleh
dilakukan di depan orang banyak'. Perilaku ini wajar, " kata Valery Barr, seorang psikolog anak.

Perilaku tersebut biasanya terjadi di usia 3 atau 4 tahun. Penting memberitahu anak tentang anatomi tubuhnya secara benar dan penisnya bukanlah hal yang aneh.

8. Usia berapa anak mulai bisa ereksi?
Antara usia 3 dan 6. Anak juga mungkin mulai bertanya mengapa penisnya berdiri. Jika anak bertanya, bisa dijawab, " Jika kamu menyentuh penis, akan naik, lalu jika kamu berhenti menyentuhnya, itu akan kembali turun" .

" Kuncinya adalah yakinkan mereka kalau ereksi adalah hal yang normal dan sehat. Saat anak berusia 8 sampai 10 tahun, barulah waktunya menjelaskan tentang sperma dan ovarium," kata Barr.

Laporan Gema Fitri Purbaya

 

Sumber: Todaysparent

 

Join Dream.co.id