Pertanda Serius Jika Balita Suka Gemeretak Gigi Saat Tidur

Do It Yourself | Selasa, 18 Mei 2021 14:06

Reporter : Mutia Nugraheni

"Terkadang mengertakkan gigi bisa menjadi tanda sesuatu yang lebih serius".

Dream - Orang dewasa mengertakkan gigi biasanya karena keadaan emosional. Seperti saat marah atau gelisa. Pada bagi, menggertakkan gigi tentunya bukan karena emosi.

Menggemeretakkan gigi atau Bruxism adalah hal yang biasa terjadi pada bayi, dan hampir 50 persen bayi melakukannya.

" Salah satu alasan anak-anak menggeretakkan gigi mereka. Mereka mencoba mencari tahu apa yang terjadi di mulutnya karena mulai terasa berbeda," ujar drg Kami Hoss, dokter gigi anak.

Rasa ingin tahu ini biasanya dimulai sekitar sepuluh bulan ketika gigi depan atas dan bawah bayi telah tumbuh. Hal ini menurutnya tak perlu dikhawatirkan, kecuali jika anak mengalami kesulitan tidur dan sulit bernapas.

" Terkadang mengertakkan gigi bisa menjadi tanda sesuatu yang lebih serius, seperti apnea. Dalam keadaan itu, kesulitan bernapas menyebabkan tubuh mengaktifkan otot-otot mulut untuk mendapatkan kembali kendali atas jalan napas agar tetap terbuka, yang mengakibatkan gigi bergemeretak," kata drg Hoss.

 

Pertanda Serius Jika Balita Suka Gemeretak Gigi Saat Tidur
Gigi Balita/ Shutterstock
2 dari 6 halaman

Erosi Gigi

Jika anak mendengkur lebih dari biasanya, bernapas melalui mulut, atau mengalami jeda saat bernapas ketika tidur, segera konsultasikan dengan dokter anak. Stres pada anak juga bisa menyebabkan mereka menggeretakkan gigi.

“ Anak-anak balita bisa marah, frustrasi, sedih, atau malu. Pperhatikan bagaimana anak-anak merespons stres," kata drg Hoss.

Salah satu dampak dari menggeretakkan gigi adalah erosi gigi. Dokter gigi anak mungkin dapat membantu mengetahui apakah keadaan sudah cukup parah sehingga memerlukan perawatan atau tidak.

" Menggeretakkan gigi bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan, tetapi itu adalah salah satu dari banyak alasan yang baik untuk melakukan perawatan rutin gigi untuk bayi bahkan sebelum gigi pertamanya tumbuh," ujar drg Hoss.

Sumber: Fatherly

3 dari 6 halaman

Gigi Si Kecil Baru Tumbuh, Pastikan Rawat Kebersihannya

Dream - Muncul garis putih yang merupakan gigi susu di gusi bayi yang selama ini kosong memang sangat menggemaskan. Tumbuh gigi pertama kali pada beberapa bayi menimbulkan rasa tidak nyaman, tapi ada juga yang tak rewel.

Mungkin si kecil lebih sering menggigit payudara ibu saat menyusu atau selalu memasukkan tangannya. Memberikan mainan teether yang bertekstur lunak bisa jadi solusi untuk membuat bayi lebih nyaman saat proses tumbuh gigi.

" Hal lain yang juga tak kalah penting adalah rutin membersihkan gigi-gigi yang baru tumbuh. Gigi bayi memang kecil, tapi sangat penting yang bertindak sebagai pengganti gigi dewasa. Tanpa gigi bayi yang sehat, anak akan kesulitan mengunyah dan berbicara dengan jelas," kata Dan Brennan, MD, dikutip dari WebMD.

Itulah mengapa merawat gigi bayi dan menjaganya sangat penting, jangan sampai rusak. Bagaimana caranya?
- Siapkan waslap atau kain kasa yang lembut dan dibasahi
- Bersihkan gusi bayi dengan lembut setidaknya dua kali sehari
- Bersihkan gusi bayi setelah ia menyusu dan sebelum tidur
- Cara ini akan membersihkan bakteri dan mencegahnya menempel pada gusi. Bakteri dapat meninggalkan plak lengket yang merusak gigi bayi

 

4 dari 6 halaman

Bersihkan Setelah Minum Susu

Saat gigi susu pertama mulai muncul, bisa beralih ke sikat gigi. Cari yang sikatnya lembut, kepal sikat kecil dan berpegangan besar. Untuk pertama kali, basahi sikat gigi saja.

" Begitu gigi susu tumbuh, bisa mulai menggunakan pasta gigi sebesar sebutir beras. Pastikan anak sudah bisa membuang ludah dan bukan menelannya," ujar Brennan.

Waspadai tanda-tanda kerusakan gigi bayi. Biasanya berupa bintik-bintik cokelat atau putih atau lubang pada gigi. Jika ada bercak tersebut, jangan tunda sampai ada keluhan, segera periksakan gigi anak ke dokter gigi spesialis gigi anak.

Hindari memberikan jus buah kemasan kaya gula, soda, dan minuman manis lainnya kepada anak. Minuman manis, termasuk susu - bisa mengendap di gigi. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan gigi bayi. Bakteri akan memakan gula dari minuman manis dan menghasilkan asam, yang menyerang gigi si kecil.

Sumber: WebMD

5 dari 6 halaman

Camilan yang Sering Tak Disadari Bisa Merusak Gigi Balita

Dream - Menjaga gigi anak yang berusia di bawah lima tahun selalu dalam keadaan sehat memang tak mudah. Mereka kerap kali memasukkan apapun ke mulutnya, dan masih sulit untuk diajak sikat gigi.

Keluhan seperti gigi bolong, menghitam, muncul plak hingga copot di bawah usia 5 tahun kerap terjadi. Kerusakan gigi pada balita tak boleh disepelekan, meskipun merupakan gigi susu.

Tumbuhnya gigi susu yang sehat akan menentukan kesehatan gigi dewasanya kelak. Salah satu pemicu kerusakan gigi pada balita adalah asupan yang dikonsumsi. Dikutip dari KlikDokter, seperti makanan berikut yang sebenarnya bisa membuat gigi si keci bermasalah. Apa saja?

1. Buah yang Terlalu Asam
Lemon, jeruk nipis, dan buah asam lainnya memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Sayangnya, buah-buahan asam tersebut juga bersifat mengikis permukaan gigi balita yang belum terbentuk dengan sempurna. Selain dapat merusak enamel gigi, buah yang terlalu asam juga bisa menyebabkan iritasi pada perut anak karena sistem pencernaannya yang masih sensitif.

 

6 dari 6 halaman

2. Aneka Keripik

Di balik rasanya yang gurih, keripik kentang yang umumnya dijual dalam kemasan ternyata juga merupakan makanan yang merusak gigi balita. Kandungan tepung kanji yang terdapat dalam keripik akan berubah menjadi gula, dan kemudian menghasilkan asam.

Hal tersebut dapat merusak enamel gigi sisi kecil. Selain itu, teksturnya keripik yang cenderung kasar juga bisa terselip di antara gigi balita sehingga berisiko menyebabkan gigi berlubang.

3. Es Batu

Mengunyah es batu bisa melemahkan enamel gigi. Hal itu meningkatkan risiko gigi retak dan mudah patah. Kondisi tersebut dapat memicu munculnya gigi sensitif dengan gejala ngilu.Selain tak baik untuk gigi, es batu yang dikunyah dalam bentuk cukup besar juga berpotensi membuat si kecil tersedak.

4. Makanan Manis

Permen, cokelat, atau camilan manis lainnya mengandung kadar gula tinggi. Sisa gula yang melekat pada gigi akan diubah oleh kuman-kuman menjadi asam. Permukaan gigi yang terkena asam akan mengalami pelarutan mineral, sehingga berpotensi menimbulkan karies gigi. Kondisi ini bisa semakin parah jika si kecil tidak rajin menggosok gigi, terutama sebelum tidur.

Selengkapnya baca di sini.

 

 

Join Dream.co.id