Perkembangan Motorik Halus Si Kecil Bermasalah, Kenali Tandanya

Do It Yourself | Selasa, 27 Oktober 2020 10:03

Reporter : Mutia Nugraheni

Pada beberapa anak kemampuan motorik halus ini tak berkembang dengan normal.

Dream - Kemampuan motorik pada anak baik motorik halus maupun kasar, terutama saat berusia di bawah lima tahun harus terus dipantau orangtua. Perkembangan motorik yang terhambat atau bermasalah, bisa berdampak sangat besar pada tumbuh kembang anak.

Untuk keterampilan motorik halus misalnya yang berkaitan dengan keseimbangan otot-otot kecil dan koordinasi mata dan tangan dalam mengontrol benda berbagai bentuk dan ukuran. Anak akan menggunakan keterampilan motorik halus untuk memegang sendok, pensil, tali atau juga menggunakan mulut untuk merasakan berbagai makanan berbeda rasa.

Pada beberapa anak kemampuan motorik halus ini tak berkembang dengan normal. Dikutip dari KlikDokter, ada banyak penyebabnya antara lain kelahiran prematur, kelainan neuromuskular, misalnya cerebral palsy (lumpuh otak) atau distrofi otot.

Bisa juga karena ada gangguan perkembangan seperti autisme, gangguan penglihatan, keterlambatan perkembangan kognitif atau menurunnya kekuatan jari-lengan dan otot.
Orangtua perlu memperhatikan dengan saksama perkembangan motorik halus anak agar tetap optimal.

 

Perkembangan Motorik Halus Si Kecil Bermasalah, Kenali Tandanya
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Kenali Tandanya

Bila memang terlihat ada keterlambatan, anak bisa segera dibawa ke dokter untuk mengetahui penyebabnya. Ada beberapa tanda yang bisa muncul apabila anak mengalami gangguan motorik halus, di antaranya adalah berikut ini.

Ceroboh
Umumnya, anak akan tampak ceroboh (clumsy)—akibat tidak mampu menggenggam barang dengan baik karena kurang baiknya koordinasi antara mata dan tangan.

Lebih suka aktivitas fisik
Anak yang mengalami gangguan motorik halus biasanya lebih menyukai aktivitas fisik seperti bermain, ketimbang menggambar atau menyusun balok.

Keterlambatan bicara
Gangguan ini juga bisa terjadi karena karena berbicara melibatkan pergerakan mulut, bibir, dan lidah.

Anak yang mengalami masalah dalam dalam perkembangan motorik halus butuh latihan dan terapi yang rutin. Konsultasi dengan dokter anak sub spesialis tumbuh kembang bisa dilakukan untuk mencari solusi yang terbaik.

Selengkapnya baca di sini.

3 dari 6 halaman

Waduh, Ada Kebiasaan Orangtua yang Malah Bikin Balita Sulit Bicara

Dream - Kemampuan berbicara anak yang berusia di bawah lima tahun berbeda-beda. Ada yang masih babbling (mengeluarkan suara), namun ada juga yang cadel atau sudah bisa mengucapkan kata dengan tepat.

Ada juga anak yang belum bisa mengucapkan kata sama sekali dan lebih suka menunjuk sesuatu atau menggunakan bahasa tubuh. Keterlambatan bicara ini bisa dilihat dari mulai usia anak 12 bulan.

Anak di usia tersebut biasanya sudah bisa mengucapkan kata mama atau papa. Mereka juga bisa memahami perintah, seperti ambil botol susu, tidur di bantal atau perintah sederhana lainnya.

Mungkin banyak orangtua bingung mengapa anak bisa sangat lambat bicara. Ternyata kebiasaan kita sehari-hari saat bersama anak sangat mempengaruhi kemampuannya berbicara. Tanpa disadari beberapa hal berikut justru bisa menghambat perkembangan kemampuan bicaranya.

 

4 dari 6 halaman

1. Bertanya begitu banyak

Saat sedang berada di halaman dan melihat seekor kucing, tentu kita ingin menunjukkan pada si kecil. Pertanyaan seperti “ Apakah itu kucing? Bunyinya seperti apa ya? Adik mau main sama kucing? Warna apa sih kucingnya?"

Justru pertanyaan yang terus-menerus membuat si kecil lelah mendengarnya. “ Balita tidak suka terus-menerus ditanyai. Ini malah sebenarnya cenderung membatasi kemampuan verbal dan menghentikan interaksi,” kata Meghan F., seorang terapis bicara.

Lebih baik untuk setiap pertanyaan, buat tiga komentar terkait untuk mengurangi tekanan dan menjaga interaksi tetap berjalan. Misalnya, " apa itu?" , saat menunjuk ke arah kucing. Kemudian lanjutkan dengan, " itu kucing," dan " kucing yang besar. Anak akan mempelajari kata-kata baru tanpa stres.

 

5 dari 6 halaman

2. Memaksa anak menyapa

Saat ada kerabat adan nenek kakeknya datang berkunjung dan kita memberi tahu anak untuk menyapa, seperti " ayo salim, bilang apa?" . Seperti juga dengan poin di atas, balita tidak suka berada di bawah tekanan untuk berbicara.

Memaksa anak untuk mengatakan sesuatu membuatnya malah berada dalam tekanan. Hal ini bisa memicunya jadi malas bicara. Lebih baik dekatkan anak, lalu bicaralah seperti biasa atau beri pelukan. Anak akan melihat dan mencontohnya.

 

6 dari 6 halaman

3. Menghambat peluang komunikasi

Untuk yang satu ini seringkali dilakukan orangtua. Misalnya setelah anak makan pasti butuh minum. Sebelum mereka meminta kita sudah menyediakan, padahal anak bisa meminta lebih dulu dan berbicara.

Buatlah sebanyak mungkin kesempatan agar anak berbicara, agar memberi tahu apa yang diinginkan dan dibutuhkan meskipun kita sudah tahu. Cara ini akan memicu anak lebih aktif untuk berkomunikasi dengan caranya sendiri.

Sumber: PureWow

Join Dream.co.id