Perjuangan Ibu Positif Covid-19 Lahirkan Bayi Kembar 3

Do It Yourself | Jumat, 10 Juli 2020 16:04

Reporter : Mutia Nugraheni

Ia harus menjalani isolasi dan operasi serta pemulihan sendirian tanpa keluarga.

Dream - Tertular Covid-19, sementara sedang hamil kembar 3. Kondisi tersebut terdengar seperti mimpi buruk dan dialami oleh Maggie, seorang ibu asal Texas. Amerika Serikat.

Pada 8 Mei 2020 lalu, Maggie ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan rutin. Ia dipantau lebih intensif karena kehamilan kembarnya yang sangat berisiko. Tes Covid-19 dijalankan sebagai prosedur standar The Woman's Hospital of Texas, tempat Maggie periksa rutin.

Setelah 48 jam, hasilnya keluar dan Maggie diketahui positif Covid-19. Tim medis kemudian menjemputnya dengan menganakan APD lengkap. Akhirnya Maggie harus diisolasi di rumah sakit, ia merasa bingung tertular dari mana karena selama hamil lebih banyak di rumah saja.

Rupanya sang suami juga positif Covid-19. Pengobatan dijalani sampai kemudian pada 4 Juni, Maggie sembuh karena hasil tesnya kemudia negatif. Tak lama setelahnya diketahui salah satu janinnya terlilit tali pusat dan harus menjalani bedah caesar.

 

Perjuangan Ibu Positif Covid-19 Lahirkan Bayi Kembar 3
Maggie (Foto: Facebook The Woman's Hospital Of Texas)
2 dari 5 halaman

Isolasi

Ia pun harus menjalani operasi caesar tanpa ditemani keluarga, bahkan suaminya sendiri. Seluruh tim medis juga mengenakan APD lengkap. Untung saja, ketiga bayinya lahir dengan selamat di usia 32 minggu.

Bayi tersebut dinamai Isabella, Nathaniel dan Adriel. Ketiganya juga harus menjalani isolasi dan dirawat di Level II NICU. Setelah satu bulan dirawat, kini Maggie dan ketiga buah hatinya diperbolehkan pulang.

“ Sebagai seorang ibu, kita selalu ingin mengendalikan, tetapi saat ini, kita harus menerima bahwa kita tidak memiliki kendali atas segalanya. Harus membiarkan orang lain membantu dan mengingat kita tidak sendirian," ungkapnya.

Cerita perjuangan Maggie dibagikan di Facebook The Woman's Hospital of Texas. Hal ini demi memotivasi para ibu hamil yang positif Covid-19 untuk tetap semangat berjuang menjaga kehamilan hingga persalinan agar sembuh dan sehat.

3 dari 5 halaman

Haruskah Si Kecil Jalani Tes Covid-19? Simak Penjelasannya

Dream - Kematian anak di Indonesia karena virus Covid-19 begitu tinggi, bahkan disebut-sebut tertinggi di Asia Tenggara. Padahal sebelumnya kasus Covid-19 pada anak kabarnya hanya menunjukkan gejala ringan yang bisa membaik dengan cepat.

Penting diketahui, anak yang terkena COvid-19 akan menularkan virus secara lebih agresif. Hal ini karena anak cenderung sulit menjaga jarak, menggunakan masker dan menjaga kesehatan diri dan harus selalu diawasi orangtua.

Lalu haruskan anak menjalani tes Covid-19? " Dianjurkan agar hanya pasien simptomatik yang diuji. Ini termasuk pasien anak dengan gejala COVID-19 yang konsisten - demam, sesak napas, batuk," kata Dr. Bessey Geevarghese, pakar penyakit menular anak di Ann & Robert H Lurie Children's Hospital di Chicago.

 

4 dari 5 halaman

Riwayat Kontak dan Gejala

Untuk di Indonesia sendiri, tes Covid-19 baik yang rapid maupun swab test diprioritaskan pada mereka yang masuk dalam daftar Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19.

Jika memang anak memiliki riwayat kontak dengan pasien Covid-19 atau menunjukkan gejala demam, batuk, sesak dan diare, jangan ragu untuk segara melakukan tes. Konsultasikan dengan dokter anak agar mendapat keputusan terbaik.

 

5 dari 5 halaman

Haruskah Anak Tanpa Gejala Jalani Tes Covid-19

Jika anak memiliki gejala dan juga memiliki kondisi medis yang mendasarinya, pertimbangkan untuk melakukan tes. " Pada anak yang mengalami masalah imunitas (penyakit autoimun) atau memiliki kondisi medis yang mendasari (asma, kondisi jantung) mungkin perlu diuji karena mereka berisiko untuk penyakit yang lebih parah," kata Dr. Geevarghese.

Namun, ada kalanya tes mungkin diperlukan tanpa gejala. Ada beberapa pengecualian di mana pasien tanpa tanda-tanda dan gejala khas COVID-19 dapat diuji.

" Seperti sebelum operasi atau sebelum masuk rumah sakit," kata Gary Procop, MD, direktur Mikrobiologi Molekuler, Mikologi, Parasitologi, dan Virologi.

Rekomendasi untuk tes Covid-19 tergantung pada keadaan anak dan keluarga. Gejala, riwayat medis, kontak sakit, dan kedekatan dengan individu yang berisiko tinggi semuanya memainkan peran dalam membuat keputusan ini. Konsultasikan dengan dokter anak secara detail untuk membuat keputusan yang tepat.

Sumber: Parents

Join Dream.co.id