Perbedaan Keluhan Diare Anak karena Rotavirus dan Hepatitis

Do It Yourself | Minggu, 15 Mei 2022 11:00

Reporter : Mutia Nugraheni

Anak-anak seringkali mengalami diare. Orangtua harus waspada.

Dream - Kasus hepatitis akun yang disebabkan virus hepatitis yang belum diketahui jenisnya, tak dipungkiri membuat banyak orangtua cemas. Pasalnya virus ini banyak menyerang anak-anak dan beberapa pasien anak dilaporkan meninggal dunia.

Salah satu gejala penyakit ini adalah diare. Dikutip dari KlikDokter, menurut badan kesehatan dunia (WHO), anak dengan hepatitis akut mengalami gejala sering BAB dengan tinja bertekstur cair diduga akibat terinfeksi adenovirus serotype 41.

Virus tersebut umumnya menyerang saluran pencernaan dan mengakibatkan muntaber (gastroenteritis), khususnya pada anak. Gejala yang ditimbulkan oleh adenovirus ini mirip dengan infeksi rotavirus, yaitu jenis patogen yang sering menyerang saluran cerna anak.

Gejalanya memang mirip yaitu diare disertai muntah. Lalu apa perbedaan diare pada anak penderita hepatitis akut dengan diare akibat rotavirus?

 

Perbedaan Keluhan Diare Anak karena Rotavirus dan Hepatitis
Anak Sakit Perut/ Foto: Shutterstock
2 dari 6 halaman

Diare pada Hepatitis Akut

Adenovirus, terduga penyebab hepatitis akut, sering menginfeksi saluran pencernaan anak usia di bawah 5 tahun. Meski begitu, menurut Stanford Children's Health, AS, anak dari segala rentang usia bisa juga terinfeksi virus itu, terutama yang berada di tempat penitipan anak.

Gejala infeksi saluran cerna umumnya muncul sekitar 3-10 hari setelah terjangkit adenovirus. Gejala ini dapat berlangsung selama 1-2 pekan. Gejala utamanya adalah diare yang umumnya disertai mual hebat dan muntah.

Anak penderita hepatitis akut mengalami demam ringan. Demam terjadi karena tubuh si kecil merespons peradangan hati mendadak yang diduga disebabkan oleh infeksi adenovirus.

Kenaikan suhu tubuh pada anak penderita hepatitis akut lebih ringan, dibandingkan infeksi rotavirus. Karena organ hati mengalami pembesaran, gejala hepatitis akut pada anak juga membuat mengalami nyeri perut dan lemas.

 

3 dari 6 halaman

Diare Akibat Rotavirus

Rotavirus sering menjangkiti anak berusia 3-35 bulan. Anak yang terinfeksi rotavirus biasanya akan mengalami gejala sekitar dua hari setelah terjangkit.

Infeksi virus tersebut biasanya didahului dengan demam tinggi. Demam akibat rotavirus bisa mencapai 38,9 Celsius atau lebih. Setelah demam, anak akan mengalami mual dan muntah, lalu keesokan harinya diare.

Tekstur feses anak yang terinfeksi rotavirus biasanya sangat cair. Selain itu, ciri-ciri lain kotorannya yaitu berbau asam, berwarna gelap, dan ada darah atau nanah.

Menurut penelitian yang dimuat Journal Nature Reviews Disease Primers, hal itu disebabkan rotavirus merusak enterosit, yaitu sel-sel epitel usus kecil yang berfungsi menyerap nutrisi.

Rotavirus juga mengubah struktur mukosa (lapisan tipis) usus halus. Akibatnya, kemampuan tubuh dalam mempertahankan komposisi air dan garam di dalam cairan tubuh, mencerna karbohidrat, maupun menyerap nutrisi pun terganggu. Diare khas infeksi rotavirus akhirnya terjadi.

Diare biasanya berlangsung selama 3-7 hari, disertai nyeri perut. Gejala dehidrasi juga muncul. Kondisi ini menyebabkan mulut kering, mata terlihat cekung, mudah mengantuk dan haus, menangis tanpa air mata, serta penurunan kesadaran.

Membedakan diare akibat rotavirus dengan diare pada hepatitis akut memang tidaklah mudah. Perlu pemeriksaan lanjutan oleh dokter dan pemeriksaan laboratorium.

Jika anak mengalami gejala diare dan muntah selama 3 hari segera periksakan ke dokter. Penjelasan selengkapnya baca di sini.

Dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan, mendiagnosis penyebab diare, dan menentukan metode pengobatan yang tepat untuk si kecil.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

4 dari 6 halaman

Rotavirus, Pemicu Diare Anak dan Sangat Menular

Dream - Keluhan muntah dan diare seringkali terjadi pada anak-anak. Seringkali disertai demam dan feses atau kotorannya terdapat darah. Saat anak mengalami muntah dan buang air besar terus menerus, nafsu makannya pasti berubah drastis.

Salah satu pemicunya adalah rotavirus, yang sangat menular. Virus satu ini adalah penyebab paling umum diare pada bayi dan anak-anak di seluruh dunia, yang mengakibatkan lebih dari 215.000 kematian setiap tahunnya.

Penularan Rotavirus melalui jalur fecal-oral, atau dari feses penderita yang tidak sengaja masuk ke mulut orang yang sehat. Penularan Rotavirus sangat mudah dan seringnya terjadi tanpa disadari, misalnya melalui kontaminasi air, makanan, minuman, dan benda- benda yang terkontaminasi di sekitar orangtua dan anak.

Terdapat 95 persen anak di seluruh dunia yang telah terinfeksi rotavirus ketika mereka mencapai usia 5 tahun, dan sebagian besar infeksi pertama terjadi sebelum anak berusia 5 tahun.

 

5 dari 6 halaman

Gejala infeksi rotavirus

Infeksi rotavirus biasanya dimulai dalam dua hari setelah terpapar virus. Gejala awal dariinfeksi rotavirus adalah demam (40?C atau lebih tinggi) dan muntah, diikuti oleh diare cair selama tiga hingga delapan hari.

Selain demam, diare cair dan muntah, gejala-gejala infeksi rotavirus lainnya dapat berupa lesu, rewel, badannya terasa nyeri serta tanda-tanda dehidrasi. Balita yang terinfeksi Rotavirus berat dapat mengalami muntah dan mengalami diare hingga 20 kali sehari, sehingga berpotensi menyebabkan dehidrasi berat.

Pada beberapa anak yang memiliki gejala berat harus dirawat di rumah sakit. Penanganan yang cepat dan tepat akan sangat penting untuk mengurangi risiko gejala yang berat.

 

6 dari 6 halaman

Jaga kebersihan

Pemberian ASI eksklusif, mencuci tangan, akses air bersih, sanitasi, dan kebersihan dapat membantu mencegah penyakit rotavirus, tetapi mungkin tidak cukup. Virus ini dapat bertahan hingga 2 bulan di luar tubuh manusia dan menyebar dari orang ke orang atau melalui permukaan yang terkontaminasi, termasuk mainan.

Sebagian besar kasus infeksi rotavirus terjadi sebelum usia 1 tahun. Si Kecil dilahirkan dengan sistem kekebalan yang dapat melawan sebagian besar kuman, tetapi ada beberapa penyakit mematikan yang tidak bisa mereka tangani. Itu sebabnya mereka membutuhkan vaksin untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh mereka.

Vaksin

Sebuah survei menunjukkan bahwa 92% bayi yang dirawat di rumah sakit karena infeksi rotavirus belum pernah divaksinasi dan kebanyakan orang tua tidak mengetahui tentang vaksinasi Rotavirus.

Infeksi rotavirus ini sangat menular dan bisa dicegah dengan pemberian vaksin. Seperti pemberian vaksin lain, disarankan untuk berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan profesional untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kapan waktu yang tepat untuk memberikan vaksin.

Sumber: Fimela

Join Dream.co.id