Cara Merawat Puting Agar Tidak Sakit Saat Menyusui

Do It Yourself | Jumat, 16 April 2021 12:00

Reporter : Dwi Ratih

Mama perah, wajib coba cara ini.

Dream – Menyusui merupakan momen yang sangat berharga. Bukan hanya sekadar memberi nutrisi terbaik untuk bayi, tapi juga membangun ikatan psikis.

Proses ini memang alamiah, tapi bukan berarti tidak mengalami masalah. Selama kehamilan, kebanyakan puting wanita jadi lebih besar dan sensitif. Ketika bayi mulai menyusui, ibu akan mengalami tekanan dan isapan yang tidak pernah mereka rasakan sebelumny.

Kegiatan menyusui pun bisa memakan waktu lama bahkan hingga satu jam hampir 13 kali sehari. Semua isapan, tekanan, dan air liur bayi apat menyebabkan puting sakit.

Ketika telah terbiasa menyusui selama beberapa minggu pertama, rasa nyeri ini tidak akan berlangsung lama.

Tapi jika terjadi komplikasi lebih lanjut, seperti puting pecah-pecah, mulai berdarah, atau sakit luar biasa, kamu harus segera berkonsultasi dengan konsultan laktasi atau spesialis menyusui.

Cara Merawat Puting Agar Tidak Sakit Saat Menyusui
Ilustrasi/Shutterstock
2 dari 6 halaman

Pentingnya perawatan

Untuk mengurangi rasa nyeri payudara, lakukam beberapa trik berikut ini.

· Mencuci payudara dengan air saat mandi atau berendam. Gunakan sabun dan gel mandi untuk mengikis minyak alami yang menyebabkan kekeringan pada areola (kulit di sekitar puting payudara yang berwarna lebih gelap dari sekitarnya)

· Keringkan puting secara alami atau oleskan dengan lembut menggunakan handuk.

· Tidak perlu membersihkan payudara atau puting sebelum menyusui. Faktanya, bakteri dari permukaan payudara dapat membantu mengembangkan mikrobioma usus bayi.

· ASI segar dapat membantu menyembuhkan puting yang luka, jadi cobalah memijatnya dengan beberapa tetes sebelum dan sesudah menyusui.

· Gantilah bantalan menyusui sesering mungkin agar tidak lembab, sehingga dapat mengurangi risiko infeksi bakteri atau jamur.

· Bayi perlu diberi susu sesuai permintaannya, agar tetap sehat dan tumbuh dengan baik, jadi teruslah memberi susu walaupun saat merasa sakit.

3 dari 6 halaman

Konsul ke Ahlinya

Ketika puting mengalami iritasi, kamu bisa gunakan bra menyusui yang terbuat dari bahan seperti katun, atau kain yang cepat kering dan menyerap kelembaban berlebih akibat puting susu yang rusak, atau gunakan nipple shield yang terbuat dari silikon, sebagai pelindung puting dan dapat mengurangi rasa sakit saat menyusui.

Selain itu, penting untuk memperhatikan pelekatan atau posisi yang baik dengan mengarahkan puting ke langit-langit mulut bayi.

Perhatikan juga apakah bayi memiliki Frenelum atau jaringan tipis di bawah tengah lidah yang pendek, jika iya maka lidahnya tidak bisa menutupi gusi bagian bawah saat menghisap, sehingga puting bisa lecet.

Hal ini dapat diobati dengan prosedur sederhana yang disebut dengan divisi pengikat lidah yang dilakukan profesional kesehatan. (mut)

Laporan: Yuni Puspita Dewi, Sumber: Madela

© Dream
4 dari 6 halaman

Haruskah Payudara Dibersihkan Dulu Sebelum Menyusui?

Dream - Kebersihan sangat penting selalu dijaga di situasi pandemi seperti sekarang. Para ibu yang memiliki bayi dan masih menyusui pastinya khawatir. Salah satu pertanyaan yang kerap muncul pada ibu menyusui untuk menjaga kebersihan adalah apakah payudara harus selalu dibersihkan sebelum menyusui.

Bidan senior Lanny Kuswandi yang juga praktisi hypnobirthing Indonesia, menjawab pertanyaan banyak ibu soal kebersihan payudara. Menurutnya, payudara ibu tak perlu selalu dibersihkan.

" Bukan berarti tidak dirawat sama sekali ya. Tetap harus dirawat dan dijaga kebersihannya. Jika ingin mencuci pun, cukup basuh dengan air dan jangan digosok kencang saat mengeringkan," tulis Bidan Lanny dalam akun Instagramnya.

Selalu mencuci puting sebelum menyusui menyebabkan kulit payudara menjadi kering dan iritasi. Penggunaan sabun terlalu sering bisa menyebabkan hilangnya minyak alami pada kulit payudara.

" Puting juga terdapat bakteri baik yang bermanfaat untuk sistem kekebalan tubuh dan melindungi puting," pesan Bidan Lanny.

Jadi, para ibu menyusui cukup bersihkan putih dengan kapas yang telah dibasahi dengan air. Tak perlu menggunakan sabun karena justru bisa melukai puting.

5 dari 6 halaman

Muncul Gejala Flu Saat Menyusui, Amankah Konsumsi Obat?

Dream - Para ibu baru cenderung kurang tidur dan sangat mudah mengalami keluhan tak enak badan. Hal ini karena kerap terbangun di malam hari untuk menyusui. Belum lagi kurang hormon yang belum stabil dan masih dalam pemulihan pascara persalinan.

Untuk itu ibu kerap mengalami keluhan seperti batuk, pilek, sakit kepala bahkan demam. Selama hamil ibu tak boleh minum obat sembarangan karena bisa berdampak buruk pada janin. Lalu bagaimana saat menyusui?

Dikutip dari Today Parents, sebenarnya obat flu yang banyak di pasaran, aman dikonsumsi ibu menyusui. Ingat, bukan obat resep atau obat yang berlogo K dengan lingkaran merah dan hitam, karena termasuk obat keras.

Sebelum minum obat, langkah pertama adalah mencari tahu apakah sedang pilek atau flu. Flu bisa meningkat menjadi kondisi yang lebih serius, seperti pneumonia, terutama jika baru saja melahirkan. Itulah mengapa penting untuk mendapatkan vaksinasi flu sebelum hamil.

Untuk keluhan ringan tanpa demam, ibu sebaiknya makan makanan kaya protein, perbanyak makan buah dan minum air putih. Pakai masker jika dekat bayi agar si kecil tak tertular.

 

© Dream
6 dari 6 halaman

Amankah mengonsumsi asetaminofen?

Acetaminophen, obat yang ditemukan di Tylenol, aman untuk ibu menyusui. Sejumlah kecil obat memang masuk ke dalam ASI, tetapi itu tidak cukup untuk memengaruhi bayi, dan tidak memengaruhi suplai ASI.

Berhati-hatilah saat menggunakan Tylenol saat Anda juga mengonsumsi obat flu lain, karena dosisnya menjadi tinggi. Akan lebih jika konsultasi dulu dengan dokter atau apoteker.

Antihistamin aman untuk wanita menyusui, kata Shawna Lamond, direktur dan staf dokter di The Alex Breastfeeding Clinic dan Riley Park Lactation in Clinic di Calgary. Dia menjelaskan bahwa obat tersebut sering diresepkan untuk mengatasi ruam dan masalah lain setelah melahirkan.

“ Tapi obat apa pun yang akan mengeringkan [hidung] akan mengeringkan semuanya. Konsumsi antihistamin bisa menurunkan produksi ASI," ungkap Lamond.

Jika khawatir produksi ASI menurun sebaiknya hindari obat dengan dua bahan aktif tersebut. Biasanya terdapat pada obat pereda hidung pilek. Hindari juga minum obat batuk sirup saat menyusui.

Alasannya karena ada tiga bahan aktif yang ditemukan dalam sirup obat batuk. Pseudophedrine adalah salah satunya, yang berdampak pada penurunan suplai ASI. Bahan kedua, dekstrometorfan, tidak berdampak pada ASI tapi juga tidak terlalu efektif. Dan yang ketiga, kodein, tidak efektif dan pada beberapa kasus bisa berbahaya bagi bayi.

Join Dream.co.id