Penyebab Produksi ASI Menurun Drastis yang Sering Tak Disadari

Do It Yourself | Jumat, 5 Februari 2021 14:05
Penyebab Produksi ASI Menurun Drastis yang Sering Tak Disadari

Reporter : Mutia Nugraheni

Bisa jadi karena banyak faktor.

Dream – Awal proses menyusui terutama pada ibu yang pertama kali memiliki buah hati memang sangat sulit. Rasa bingung, sakit, panik dan penuh kecemasan apakah bayi cukup kenyang selalu menghantui.

Dari sekian banyak hal yang membuat ibu khawatir salah satu yang jadi penyebabnya adalah saat pasokan ASI menurun. Bagi ibu yang menyusui langsung mungkin mengira hal ini terjadi saat si kecil tetap rewel padahal sudah disusui atau berat badan si kecil tak kunjung naik.

Lalu pada ibu yang memerah ASI, biasanya hasil pompa tak sebanyak biasanya. Sebenarnya tak perlu panik saat produksi ASI menurun, karena pasokan ASI dalam tubuh ibu akan menyesuaikan dan kebutuhan bayi.

Memang ada faktor lain yang mempengaruhi jumlah produksi ASI dan hal ini sering tak disadari ibu. Ingat, tak perlu panik.

1. Obat alergi dan flu
Bahan obat alergi dan flu yang biasa sering dijual pada umumnya mengandung pseudofedrin. Zat pseudofedrin ini dapat menurunkan produksi ASI pada ibu yang baru melahirkan. Disarankan untuk ibu yang memiliki alergi musiman, setelah melahirkan coba lah memompa ASI secukupnya untuk cadangan si bayi sebelum mengkonsumsi obat alergi.

 

2 dari 5 halaman

Hormon Tiroid dan Pendarahan

2. Pendarahan pasca melahirkan
Bila terjadi pendarahan setelah melahirkan, diketahui dapat menghambat pemberian ASI dini. Mengapa demikian? Karena kehilangan banyak darah saat pendarahan akan menghambat proses laktogenesis, pembuatan ASI.

3. Hormon tiroid rendah
Hipotiroidisme atau tiroid yang berfungsi rendah dapat mengganggu produksi ASI. Tiroid membantu regulasi hormon prolaktin dan oksitosin yang terlibat dalam menyusui. Jika ibu menyadari bayi kekurangan ASI, salah satu yang dapat dilakukan adalah memeriksa kadar tiroid.

 

3 dari 5 halaman

Masalah Kesuburan

4. Rempah-rempah tertentu
Beberapa bumbu atau rempah, seperti sage, peppermint, oregano, lemon, peterseli, dan simi dapat menurunkan aliran ASI selama menyusui bila dikonsumsi dalam jumlah banyak. Ada juga rempah yang membantu menginduksi, memlihara, dan meningkatkan suplai ASI, yaitu galaktogu (galactogogues) atau rempah fenugreek.

5. Masalah kesuburan
Jika terjadi masalah kesuburan pada seorang ibu, contohnya saat ibu yang sulit untuk hamil kemudian di bantu dengan terapi obat. Nah, saat melahirkan kadar ASI yang diproduksi biasanya juga memiliki permasalahan. Hal ini banyak terjadi pada ibu dengan SOPK (Sindrom Ovarium Polistik).

 

4 dari 5 halaman

Kontrasepsi dan Lingkungan

6. Kontrasepsi hormonal
Sebenarnya metode ini sah-sah saja digunakan, dan tidak akan mengganggu proses menyusui. Pada kondisi tertentu bisa jadi mengganggu bila kadar esterogen dalam kandungannya terlalu banyak karena akan mempengaruhi ASI yang dibuat. Pilihan terbaik adalah dengan menggunakan kontrasepsi yang hanya mengandung progestin.

7. Faktor lingkungan
Lingkungan seeorang wanita atau ibunya mungkin berperan dalam suplai ASI. Sebuah penelitian pada tahun 2006 menemukan bahwa seorang putri yang dibesarkan di lembah pertanian yang terkontaminasi pestisida di Meksiko memiliki insiden jaringan payudara yang tidak mencukupi atau bahkan beberapa kasus tidak memiliki jaringan payudara, dibandingkan dengan mereka yang tinggal di puncak bukit tanpa terkontaminasi pestisida.

8. Tidak memberi ASI bayi pada malam hari
Terkadang beberapa ibu menjadwalkan pemberian ASI pada bayi diberikan jarak waktu pada malam hari, guna mengurangi pasokan dan permintaan menyusui. Bila seorang ibu tidak mengosongkan payudaranya dan sering menimbun ASI, akan menyebabkan proses pembuatan ASI terhambat.

Laporan Josephine Widya/ Sumber Parents

5 dari 5 halaman

Haruskah Payudara Dibersihkan Dulu Sebelum Menyusui?

Dream - Kebersihan sangat penting selalu dijaga di situasi pandemi seperti sekarang. Para ibu yang memiliki bayi dan masih menyusui pastinya khawatir. Salah satu pertanyaan yang kerap muncul pada ibu menyusui untuk menjaga kebersihan adalah apakah payudara harus selalu dibersihkan sebelum menyusui.

Bidan senior Lanny Kuswandi yang juga praktisi hypnobirthing Indonesia, menjawab pertanyaan banyak ibu soal kebersihan payudara. Menurutnya, payudara ibu tak perlu selalu dibersihkan.

" Bukan berarti tidak dirawat sama sekali ya. Tetap harus dirawat dan dijaga kebersihannya. Jika ingin mencuci pun, cukup basuh dengan air dan jangan digosok kencang saat mengeringkan," tulis Bidan Lanny dalam akun Instagramnya.

Selalu mencuci puting sebelum menyusui menyebabkan kulit payudara menjadi kering dan iritasi. Penggunaan sabun terlalu sering bisa menyebabkan hilangnya minyak alami pada kulit payudara.

" Puting juga terdapat bakteri baik yang bermanfaat untuk sistem kekebalan tubuh dan melindungi puting," pesan Bidan Lanny.

Jadi, para ibu menyusui cukup bersihkan putih dengan kapas yang telah dibasahi dengan air. Tak perlu menggunakan sabun karena justru bisa melukai puting.

Join Dream.co.id