Penjelasan Dokter Soal Organ Intim Pria yang Menyusut karena Covid-19

Do It Yourself | Jumat, 21 Januari 2022 10:05

Reporter : Mutia Nugraheni

Waduh, cukup bikin deg-degan kaum Adam.

Dream - Dalam sebuah podcast “ How To Do It” di Amerika Seorang, seorang pria yang identitasnya disamarkan, mengaku kalau organ intimnya memendek setelah sembuh dari Covid-19. Menurut pria berusia 30 tahun tersebut, ia mengalami disfungsi ereksi saat dirawat di RS karena Covid-19.

" Aku adalah seorang heteroseksual, penisku menyusut. Pada Juli tahun lalu aku tertular Covid dan sangat sangat. Saat ke RS aku mengalami masalah disfungsi ereksi," ujarnya, dikutip dari New York Post.

Menurut pria itu, panjang penisnya menyusut 1,5 inci atau 3,8 cm. Benarkah hal tersebut bisa terjadi? Dokter Arthur S., SpKK (spesialis kulit kelamin), FINSDV memberikan penjelasan lewat akun Instagramnya @dokterkulitku.com.

" Seorang pria di Amerika mengatakan Mr. P nya tambah pendek detelah terkena Covid. Yang kita sudah tahu sejauh ini corona virus dapat menyebabkan inflamasi dan merusak pembuluh darah," ungkap dr. Arthur.

 

Penjelasan Dokter Soal Organ Intim Pria yang Menyusut karena Covid-19
Ilustrasi
2 dari 5 halaman

Bisa Sebabkan Kelainan

Peradangan pada pembuluh darah, terjadi di semua bagian, termasuk area penis. Menurut dr. Arthur hal itu bisa saja terjadi karena kerja organ intim pria sangat bergantung pada aliran di pembuluh darah.

" Bangunnya Mr. P tergantung pada banyaknya darah yang mengalir ke situ, ya nggak? Semakin banyak, semakin tegak dan keras pula Mr. P nya. Nah ketika pembuluh darah ke Mr. P rusak, tentunya ini jadi mengurangi performa Mr. P dalam berdiri," ungkapnya.

Jadi menurutnya, Covid-19 memang bisa menyebabkan kelainan ereksi. Termasuk menghambat aliran darah yang menyebabkan sel-sel di sekitar pembuluh darah (sel endhotial) menjadi terganggu fungsinya.

" Pembuluh darah ke Mr. P pun akhirnya jadi sulit membuka untuk memberikan supply darah yang cukup ke Mr. P. Lama-lama akibatnya impotensi dan mr. P jadi lebih pendek," tulisnya.

3 dari 5 halaman

Mulai Usia 40, Terjadi Perubahan Pada Organ Intim Pria

Dream - Bertambahnya usia tak dipungkiri juga membawa perubahan pada kondisi tubuh secara keseluruhan. Termasuk adanya perubahan pada area intim. Bagi kaum pria, saat memasuki usia 40, testis akan menghasilkan lebih sedikit testosteron.

Testosteron adalah hormon yang membantu penis tumbuh selama masa pubertas dan memicu dorongan seksual. Penurunan testosteron, bersama dengan hal-hal lain yang berkaitan dengan penuaan, dapat mengubah ukuran, bentuk, dan fungsi penis.

Ada perubahan yang terjadi pada penis seiring bertambahnya usia. Dikutip dari WebMD, berikut perubahan pada penis saat usia memasuki 40.

Menyusut
Penis akan menyusut. Ukuran penis yang mengecil mungkin disebabkan oleh kondisi yang berkaitan dengan usia, seperti tekanan darah tinggi atau penyumbatan pembuluh darah (arteriosklerosis), yang mengurangi aliran darah ke penis. Penurunan aliran darah, bersamaan dengan penurunan kadar testosteron, bisa membuat organ ini mengecil.

Bertambahnya berat badan juga membuat penis jadi tampak mengecil. Lipatan lemak perut menutupi sebagian penis, membuatnya terlihat lebih kecil dari yang sebenarnya.

 

4 dari 5 halaman

Melengkung

Luka kecil pada penis seperti aktivitas seksual yang intensif, olahraga, atau kecelakaan bisa membuat jaringan parut terbentuk. Pada usia 50-an atau 60-an, seorang pria dapat memiliki jaringan parut yang cukup untuk membuat penis bengkok atau melengkung saat ereksi.

Kondisi tersebut disebut penyakit Peyronie. Ini seringkali menyakitkan, dan bisa membuat seks menjadi tidak nyaman. Perawatan mulai dari suntikan hingga operasi dapat mengecilkan lekuk tubuh dan membuat seks lebih nyaman lagi.

 

5 dari 5 halaman

Testis menyusut

Testis juga menyusut seiring bertambahnya usia, hal ini karena berkurangnya testosteron. Cedera, aliran darah yang berkurang, dan penggunaan steroid anabolik (testosteron sintetis) juga dapat menyebabkan pengurangan ukuran. Testis yang lebih kecil terkadang bisa menjadi gejala kanker testis. Jika memiliki gejala lain, seperti bengkak, benjolan, atau rasa berat pada testis, segera konsultasi dengan dokter.

Kurang Sensitif
Penis secara alami mengalami penurunan sensitivitas seiring bertambahnya usia. Jadi mungkin butuh lebih banyak waktu, dan lebih banyak rangsangan, bagi pria untuk terangsang dan mencapai orgasme. Jika terjadi masalah, jangan menggeseknya terlalu keras karena akan membuat luka di kulit penis. Lebih baik konsultasi dengan dokter jika mengalami masalah ereksi.

Punya pertanyaan seputar kesuburan? Isi saja formulir ini, nantinya para dokter pakar kesuburan akan menjawab pertanyaan kamu di Instagram @Dreamcoid

 

Join Dream.co.id