Pengapuran Plasenta Saat Hamil, Seberapa Bahaya?

Do It Yourself | Senin, 9 Agustus 2021 10:04

Reporter : Mutia Nugraheni

Kondisi plasenta mengeras dan terjadi penumpukan kalsium.

Dream - Kehidupan janin dalam rahim sangat bergantung pada plasenta. Organ ini begitu istimewa yang tumbuh di tubuh ibu hamil yang berfungsi memasok oksigen serta nutrisi kepada janin di dalam kandungan.

Saat plasenta bermasalah tentunya bisa mengancam nyawa janin. Nah, ada salah satu kondisi di mana plasenta mengalami gangguan berupa pengapuran atau disebut kalsifikasi.

Dikutip dari KlikDokter, menurut dokter Devia Irine Putri pengapuran plasenta terjadi karena adanya penumpukan kalsium di dalam plasenta. “ Akibatnya, jaringan plasenta berubah menjadi lebih keras secara bertahap. Kondisi ini biasanya terjadi saat trimester akhir atau ketika lewat dari perkiraan lahir,” kata dr. Devia.

Pengapuran plasenta merupakan kondisi yang normal. Kondisi ini menjadi bagian dari proses penuaan alami yang terjadi ketika usia plasenta mendekati hari kelahiran.

 

Pengapuran Plasenta Saat Hamil, Seberapa Bahaya?
Ibu Hamil
2 dari 6 halaman

Dipicu Hal Ini

Menurut dr. Devia efek pengapuran plasenta bisa mengganggu perkembangan janin. Hal ini karena penumpukan kalsium dapat menyumbat pembuluh darah di plasenta.
Pengapuran plasenta berisiko menyebabkan berat badan janin tak bertambah (stagnan) akibat pasokan nutrisi dan oksigen yang terhambat.

Bayi pun bisa lahir dengan berat badan yang rendah atau kecil. Meski kondisi ini umum dialami oleh ibu hamil, ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan terjadinya pengapuran plasenta, seperti:
- Kebiasaan merokok
- Mengalami hipertensi selama kehamilan
- Mengalami stres saat kehamilan
- Ada infeksi bakteri pada plasenta
- Solusio plasenta (kondisi plasenta terlepas dari dinding rahim).
- Terpapar radiasi.
- Mengonsumsi obat-obatan tertentu selama kehamilan.

Efek pengapuran plasenta bisa berbeda pada satu kehamilan dengan kehamilan lainnya. Pengapuran plasenta juga menyebabkan ibu mengalami kontraksi rahim, kram di bagian perut, dan perdarahan di vagina. Selengkapnya baca di sini.

3 dari 6 halaman

Kehamilan Ternyata Bisa Picu Alergi Baru

Dream - Setelah melahirkan, kondisi fisik dan psikis ibu berubah drastis. Keluhan yang muncul antara lain, sakit punggung, baby blues, hingga rambut rontok. Rupanya, ada juga efek kesehatan yang muncul dan kerap tak disadari yaitu munculnya alergi baru.

Kondisi alergi bisa terjadi karena adanya perubahan hormon secara drastis. Bisa berupa bersin terus-menerus, gatal-gatal atau reaksi alergi lainnya. Jika sebelum hamil tak pernah terjadi, justru reaksi tersebut muncul setelah melahirkan.

" Fluktuasi hormon memengaruhi alergi Anda karena estrogen dan progesteron berdampak pada sel mast (sel alergi) Anda,” kata Purvi Parikh, M.D., ahli alergi dan imunologi dari Allergy and Asthma Network, dikutip dari Parents.

Alergi baru dapat muncul selama periode perubahan hormonal yang signifikan, termasuk kehamilan, pascapersalinan, perimenopause, dan menopause. Saat menstruasi, wanita bisa mendapatkan reaksi yang lebih parah.

" Peningkatan kadar estrogen dan progesteron dapat menyebabkan reaksi baru, terutama alergi musiman," kata dr. Parikh.

Bagi mereka yang memiliki alergi yang sudah ada sebelum kehamilan, reaksi yang muncul dapat bervariasi. Menurut Dr. Parikh, gejalanya bisa memburuk, tetap sama, atau membaik selama kehamilan.

 

4 dari 6 halaman

Kehamilan dan Sistem Kekebalan Tubuh

Kita sering mendengar sistem kekebalan tubuh dalam keadaan lemah selama kehamilan, itulah sebabnya ibu hamil mungkin lebih rentan terhadap pilek dan flu. Ada juga kepercayaan bahwa keadaan sistem kekebalan yang unik saat hamil dapat membuka pintu bagi alergi baru untuk berkembang.

Tapi apa yang sebenarnya terjadi? Sistem kekebalan kita memiliki dua subsistem: kekebalan bawaan dan adaptif. Keduanya memiliki respons yang berbeda-beda terhadap kehamilan.

" Selama kehamilan, sistem kekebalan beradaptasi untuk memungkinkan koeksistensi antara ibu dan janin/plasenta yang mengandung materi genetik ayah. Untuk mencapai ini, respons bagian adaptif dari sistem kekebalan berkurang. Inilah sebabnya mengapa kehamilan dianggap sebagai keadaan imunodefisiensi," kataAmina Abdeldaim, MD, MPH.

Sementara itu, respon imun bawaan, yang bertahan melawan infeksi, tetap tinggi. Dalam keadaan baru ini, tubuh dapat melakukan dua peran kunci—menjaga janin yang sedang tumbuh aman dari serangan sistem kekebalan dan melindungi ibu dari infeksi bakteri dan virus yang berbahaya.

5 dari 6 halaman

Deretan Pemicu Hasrat Bercinta Turun Drastis Saat Hamil

Dream - Kehamilan memang membawa perubahan luar biasa pada perempuan. Bukan hanya kondisi fisik tapi juga psikis. Dalam hal hasrat seksual, umumnya saat hamil mengalami peningkatan.

Menurut dr. Reza Fahlevi dikutip dari KlikDokter, hormon dalam tubuh ibu hamil, seperti hormon estrogen, bekerja dengan sangat baik yang membuatnya lebih berhasrat. Sayangnya, ada hal yang bisa meredam gairah seksual ibu hamil.

Apa saja? Mungkin salah satunya adalah yang sedang dialami.

1. Fase Morning Sickness
Umumnya, morning sickness terjadi pada awal-awal usia kehamilan (trimester pertama). Meski menggunakan istilah “ morning”, rasa mual bisa terjadi kapan saja, termasuk di malam hari. Jika hal ini terjadi dalam intensitas yang berat, ibu akan merasa lelah dan bisa jadi tidak bergairah untuk berhubungan seks.

2. Lebih Mementingkan Kondisi Janin
Saat sedang hamil, kesehatan janin adalah prioritas utama. Ini sebabnya, bercinta saat sedang hamil mungkin enggan dilakukan oleh pasangan. Sebenarnya berhubungan seks saat hamil diperbolehkan, namun rasa takut dan cemas membuat ibu jadi berpikir dua kali untuk bercinta.

 

6 dari 6 halaman

Juga Dipengaruhi Hal Ini

3. Tidak Percaya Diri
Berubahnya fisik selama hamil juga bisa membuat ibu jadi merasa tidak percaya diri saat sedang berhubungan seks. Nantinya, hal ini juga bisa membuat ibu jadi tidak bergairah dan buat vagina ibu jadi kering,” ujar dr. Reza.

“ Karena itu, penting untuk mendiskusikan hal tersebut dengan pasangan guna mendapatkan solusi terbaik bagi kedua belah pihak,” kata dr. Reza.

4. Pasangan Merasa Kasihan
Suami yang merasa kasihan dengan kondisi tubuh ibu juga bisa jadi alasan lain gairah seksual wanita hamil turun. Karena melihat pasangan sering mengeluh sakit dan pegal, suami jadi lebih ingin merawat ketimbang memuaskan hawa nafsunya. Jika ibu hamil merasa sehat dan siap, komunikasikan dengan suami. Pilih posisi seks yang aman dan nyaman untuk kedua belah pihak.

Selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id