Pendarahan Saat Hamil Belum Tentu Keguguran, Bisa Jadi Ini Sebabnya

Do It Yourself | Selasa, 24 Agustus 2021 08:05

Reporter : Mutia Nugraheni

Munculnya bercak darah tak dipungkiri menimbulkan kekhawatiran.

Dream - Kehamilan membuat rasa khawatir ibu akan meningkat pesat. Terutama jika terdapat keluhan, salah satunya muncul bercak atau bahkan pendarahan. Tak dipungkiri munculnya darah di pakaian dalam saat hamil kerap memicu kepanikan.

Penting diingat kalau pendarahan atau bercak saat hamil tidak selalu berarti keguguran sudah dekat. Pendarahan dapat terjadi pada kehamilan yang benar-benar sehat.

" Faktanya, banyak wanita mengalami beberapa bentuk pendarahan, terutama pada minggu-minggu awal, selama kehamilan mereka," kata Zev Williams, M.D., Ph.D., Director of the Program for Early and Recurrent Pregnancy Loss (PEARL) di Montefiore Medical Center/Albert Einstein College of Medicine, dikutip dari Parents.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di American Academy of Family Physicians, hampir 1 dari 4 wanita hamil akan mengalami pendarahan selama trimester pertama mereka, tetapi hanya sekitar setengah dari kasus tersebut yang akan mengakibatkan keguguran.

 

Pendarahan Saat Hamil Belum Tentu Keguguran, Bisa Jadi Ini Sebabnya
Ibu Hamil Dirawat Di RS/ Foto: Shutterstock
2 dari 5 halaman

Penyebab keluarnya darah saat hamil

Pendarahan vagina selama kehamilan bisa menjadi normal dan bukan merupakan hal gawat yang perlu dikhawatirkan. Beberapa jenis perdarahan dapat disebabkan oleh implantasi, infeksi dalam tubuh, atau iritasi (seperti dari hubungan seksual). Salah satu penyebab paling umum dari perdarahan adalah waktu jeda sebelum plasenta terbentuk sepenuhnya.

" Sebelum plasenta mulai terbentuk sekitar 12 minggu, ovarium yang melepaskan sel telur menyediakan sumber utama dukungan hormonal untuk kehamilan, yang dapat menyebabkan beberapa waktu berlalu sebelum plasenta siap untuk pergi, dan dengan demikian, pendarahan," ujar Elizabeth Nowacki, D.O., seorang spesialis obstetri dan ginekologi di St. Vincent Fishers Hospital Indianapolis.

Pendarahan yang terjadi di kemudian hari selama kehamilan, pada trimester kedua dan ketiga, juga dapat memiliki penyebab berbeda dan tidak selalu menyebabkan keguguran. Seperti iritasi serviks atau bahkan perubahan serviks (pertumbuhan atau polip pada serviks dapat menyebabkan sedikit pendarahan).

" Terkadang, bagian luar serviks (yang menghubungkan rahim ke vagina) bisa berdarah atau area pendarahan bisa terjadi di ruang antara plasenta dan rahim, yang biasanya akan hilang dengan sendirinya," kata sr. Williams.

 

3 dari 5 halaman

Apa yang harus dilakukan jika mengalami pendarahan?

Pendarahan yang konsisten pada titik mana pun selama kehamilan selalu perlu dievaluasi oleh dokter atau bidan. Jika mengalami pendarahan, lakukan langkah-langkah berikut:

- Catat waktu mulainya perdarahan dan aktivitas apa pun yang mungkin berkontribusi terhadap perdarahan. Misalnya, apakah melakukan hubungan seksual dalam 24 jam terakhir atau baru saja melakukan aktivitas lain.
- Gunakan pembalut atau panty-liner untuk tahu warna dan jumlah pendarahan yang terjadi
- Pastikan juga untuk mencatat warna darah. Dokter mungkin perlu mengetahui apakah warnanya merah terang atau cokelat
- Perhatikan juga keluhan lainnya seperti kontraksi, sakit punggung, mual, perubahan penglihatan, atau penurunan aktivitas bayi

4 dari 5 halaman

Bidan Ajarkan Latihan Napas Simpel yang Redakan Mual Ibu Hamil

Dream - Mual dan muntah merupakan gejala yang kerap dialami ibu hamil. Ada yang hanya sekadar mual, tapi banyak juga yang sampai muntah. Makanan dan minuman yang dikonsumsinya akhirnya keluar.

Tentunya hal ini membuat tubuh ibu hamil menjadi lemas. Jika dibiarkan terus bisa memicu dehidrasi dan berdampak buruk pada janin. Mual dan muntah sebenarnya adalah hal normal selama kehamilan karena perubahan hormon.

Untuk mengatasinya, ada latihan pernapasan simpel yang bisa dilakukan. Jamilatus Sa'diyah seorang doula dan bidan profesional, membagikan trik bagi ibu hamil yang ingin meredakan mual tanpa obat.

 Latihan napas© Instagram @jamilatus

" Caranya letakkan lidah di tengah-tengah antara gigi atas dan bawah," ungkap Bidan Mila, di akun Instagramnya @jamilatus.sadiyah.

Setelah itu buang napas secara perlahan melalui hidung. Bayangkan juga mual muntah seperti bara api dan udara yang masuk adalah airnya untuk memadamkannya.

 

5 dari 5 halaman

Lihat videonya

Trik pernapasan ini cukup mudah diterapkan di mana pun. Terutama ketika ibu hamil merasa sangat mual. Kuncinya adalah mengendalikan pikiran agar lebih tenang dan napas perlahan. Lihat videonya.

      View this post on Instagram

A post shared by Jamilatus Sa'diyah (@jamilatus.sadiyah)

Join Dream.co.id