Penampakan Penyakit Kawasaki Pada Bayi yang Dicurigai karena Covid-19

Do It Yourself | Senin, 18 Mei 2020 12:04
Penampakan Penyakit Kawasaki Pada Bayi yang Dicurigai karena Covid-19

Reporter : Mutia Nugraheni

Waspada jika si kecil mengalami ruam di sekujur tubuh.

Dream - Peningkatan kasus peradangan pada bayi dan balita di Inggris dan Amerika Serikat harus jadi perhatian seluruh negara, termasuk Indonesia. Oleh tim medis kasus tersebut dinamakan “ pediatric multisystem inflammatory syndrome" .

Kasus ini jadi perhatian setelah beberapa pekan lalu dokter di Inggris mulai memperingatkan pejabat kesehatan di seluruh dunia tentang " penyakit seperti peradangan" yang tiba-tiba muncul pada anak-anak dan diyakini dipicu oleh coronavirus. Sebuah kasus penyakit yang belum pernah terjadi sebelumnya, menjangkiti 8 anak-anak.

Gejalanya sangat mirip dengan penyakit Kawasaki, suatu sindrom peradangan yang parah. Bukan hanya di Inggris, tapi juga di Amerika Serikat dan Spanyol. Kasus pertama di Amerika Serikat, diperkirakan terjadi pada bulan Maret 2020.

Seorang bayi berusia 6 bulan bernama Zara, menunjukkan gejala Kawasaki dan dinyatakan positif Covid-19. Zara telah menjalani perawatan untuk kondisi peradangan di Rumah Sakit Anak Lucile Packard di Palo Alto.

 

2 dari 6 halaman

Gejala Kawasaski yang Dialami Zara

Menurut ibunya, Mahera, Zara telah mengalami ruam yang hebat, bengkak, mata merah, dan demam tinggi yang berbahaya. Ketika Zara pertama kali dirawat di rumah sakit, dokter percaya dia akan pulih dalam lima hari, tetapi tidak terjadi.

" Demamnya masih ada, meskipun kami memberinya Tylenol dan ruamnya juga semakin besar dan tangan dan kakinya mulai bengkak," kata Mahera kepada ABC News.

 Kawasaki Covid
© NBC News

Ketika dia dites positif untuk virus korona pada pertengahan Maret, dokter terkejut. " Ada unsur kejutan dan kami harus menunda rencana untuk mengirimnya pulang," kata dr. Veena Jones, seorang rumah sakit anak di Lucille Packard.

 

3 dari 6 halaman

Ruam di Sekujur Tubuh

Rupanya beberapa anak telah tertular virus Covid-19 saat itu, dan tidak ada yang dilaporkan positif sementara mereka sedang mengalami kondisi peradangan. Ini ditandai dengan ruam atau kemerahan yang banyak di sekujur tubuhnya.

Dari banyak kasus 'pediatric multisystem inflammatory syndrome' ini lebih banyak terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun.

Sindroma tersebut memicu terjadinya peradangan di pembuluh darah yang membuat anak mengalami ruam di sekujur tubuh. Jika tak segera ditangani berdampak pada gagal jantung dan kematian.

Sumber: CafeMom

4 dari 6 halaman

Sakit Perut dan Diare, Bisa Jadi Gejala Covid-19 Pada Anak

Dream - Virus covid-19 terus mengalami perubahan gejala yang harus diwaspadai, terutama pada anak-anak. Sebelumnya virus ini hanya menimbulkan gejala seperti batuk dan sesak.

Kini menurut peneliti, pada anak-anak khususnya, gejala yang muncul bisa berupa sakit perut dan diare. Kesimpulan ini didasarkan pada kasus lima anak yang dirawat di rumah sakit dengan gejala saluran pencernaan dan kemudian didiagnosis dengan pneumonia dan COVID-19. .

Anak-anak dengan penyakit dan diare yang juga mengalami demam atau riwayat perjalanan di daerah terjangkit, harus dicurigai menderita COVID-19. Hal tersebut merupakan kesimpulan peneliti yang diterbitkan pada 12 Mei 2020 di Journal Frontiers in Pediatrics.

" Anak-anak ini mencari nasihat medis di gawat darurat untuk masalah yang tidak berhubungan, misalnya, satu memiliki batu ginjal, yang lain trauma kepala. Semua memiliki pneumonia yang dikonfirmasi oleh CT scan dada sebelum atau segera setelah masuk dan kemudian dikonfirmasi untuk memiliki COVID-19," kata penulis studi Dr. Wenbin Li, dari Departemen Pediatri di Rumah Sakit Tongji di Wuhan, Cina.

" Sementara gejala awal mereka mungkin tidak terkait, atau gejala COVID-19 mereka awalnya ringan atau relatif tersembunyi sebelum masuk ke rumah sakit. Empat dari lima kasus memiliki gejala saluran pencernaan sebagai manifestasi pertama penyakit ini," katanya.

 

5 dari 6 halaman

Infeksi Terjadi di Pencernaan

Gejala gastrointestinal yang awalnya dialami oleh beberapa anak dengan COVID-19 menunjukkan bahwa infeksi dapat terjadi melalui saluran pencernaan, karena jenis reseptor dalam sel paru-paru yang ditargetkan oleh coronavirus baru juga ditemukan di usus.

Sebagian besar anak-anak hanya sedikit dipengaruhi oleh COVID-19 dan beberapa kasus parah sering memiliki masalah kesehatan yang mendasarinya. Sangat mudah untuk melewatkan diagnosis pada tahap awal, ketika seorang anak memiliki gejala non-pernapasan atau menderita penyakit lain.

 

6 dari 6 halaman

Demam dan Memiliki Riwayat Kontak

" Berdasarkan pengalaman kami berurusan dengan COVID-19, di daerah di mana virus ini adalah epidemi, anak-anak yang menderita gejala saluran pencernaan, terutama dengan demam dan / atau riwayat terpapar penyakit ini, harus dicurigai terinfeksi virus ini," kata Li.

Temuan ini dapat digunakan oleh dokter untuk dengan cepat mendiagnosis dan mengisolasi pasien dengan gejala yang sama. Hal ini juga akan memungkinkan perawatan dini dan mengurangi penularan virus corona.

Sumber: WebMD

Join Dream.co.id