Pemicu Utama Anemia Pada Ibu Pasca Persalinan

Do It Yourself | Senin, 20 Januari 2020 08:02

Reporter : Mutia Nugraheni

Kondisi ini merupakan kekurangan zat besi kronis yang dialami setelah melahirkan.

Dream - Merawat diri sendiri setelah melahirkan kerap kali dianggap hal sepele oleh para ibu. Kondisi bayi jadi yang utama, apalagi ibu baru saja belajar menyusui dan menyesuaikan diri dengan hadirnya bayi.

Penting untuk mengetahui ada risiko kesehatan yang dihadapi ibu pasca persalinan, yaitu postpartum anemia. Kondisi ini merupakan kekurangan zat besi kronis yang dialami setelah melahirkan.

Dalam kondisi ini, kadar hemoglobin kurang dari 110 g/L pada minggu pertama setelah melahirkan dan kurang dari 120 g/L pada delapan minggu setelah melahirkan. Gejala anemia ini bisa membuat ibu merasa sangat letih, mudah capek, dan rentan jatuh sakit.

Lalu apa penyebab anemia setelah melahirkan? Yuk, cari tahu.

 

Pemicu Utama Anemia Pada Ibu Pasca Persalinan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Pola Makan Buruk

Tidak tercukupinya kebutuhan zat besi sebelum dan selama kehamilan bisa menyebabkan postpartum anemia. Kebutuhan zat besi selama kehamilan adalah 4,4 mg per hari. Saat kebutuhan zat besi tak bisa terpenuhi dari asupan makanan, mengonsumsi suplemen zat besi selama kehamilan dan dalam perencanaan kehamilan bisa dilakukan. Banyaknya volume darah yang keluar saat haid pun bisa memicu berkurangnya zat besi.

 

3 dari 6 halaman

Kehilangan Banyak Darah

Kehilangan banyak darah saat melahirkan (lebih dari 500 ml) bisa menyebabkan tubuh kekurangan zat besi. Kondisi ini kemudian bisa memicu munculnya anemia setelah melahirkan. Semakin banyak darah yang hilang, semakin besar risiko ibu mengalami anemia.

 

4 dari 6 halaman

Gangguan pada Usus

Gangguan pada usus seperti penyakit celiac, penyakit Crohn's, dan penyakit radang usus bisa menghambat proses penyerapan zat besi. Kondisi seperti ini pun bisa memicu anemia.

Pahami gejala-gejala anemia, seperti gampang lelah, kulit pucat, merasa depresi, sesak napas, pusing, suasana hati yang berubah-ubah, dan kekebalan tubuh yang menurun. Jika mengalami gejala-gejala tersebut, sangat disarankan untuk segera menghubungi dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.


Laporan Endah Wijayanti/ Sumber: Fimela.com

5 dari 6 halaman

Gejala Infeksi Saat Nifas yang Kerap Tak Disadari Ibu

Dream - Setelah melahirkan, sebagian besar ibu fokus mengurus bayinya, melakukan penyesuaian dan seringkali lupa menjaga kesehatannya. Penting diketahui bahwa perawatan ibu pasca persalinan sangat penting dilakukan.

Saat melahirkan, ibu pasti memiliki luka di area perineal, yaitu antara vagina dan anus. Luka ini muncul saat persalinan. Adanya luka berarti ada risiko infeksi, apalagi di luka tersebut keluar juga darah nifas selama sekitar 40 hari.

Untuk itu, penting memeriksakan diri ke bidan atau dokter setelah satu minggu dan dua minggu pasca persalinan. Hal ini agar jika terjadi infeksi bisa tertangani dengan baik.

Pasalnya jika infeksi tidak segera diatasi, bisa memicu komplikasi yang membahayakan kondisi ibu. Ada beberapa risiko infeksi yang wajib diwaspadai ibu pasca melahirkan. Apa saja?

Setelah persalinan, ibu biasanya akan diberi instruksi oleh bidan atau dokter untuk membersihkan luka di area intim atau bekas operasi caesar. Infeksi bisa saja terjadi di luka tersebut. Berikut beberapa risiko yang mungkin muncul:

Endometritis: infeksi pada lapisan rahim
Miometritis: infeksi pada otot rahim
Parametritis: infeksi pada area di sekitar rahim

6 dari 6 halaman

Gejala Adanya Infeksi Setelah Melahirkan

Biasanya infeksi disertai gejala seperti nyeri di perut bawah. Penting bagi ibu untuk bisa membedakan nyeri karena infeksi atau kontraksi rahim. Pada infeksi, biasanya disertai dengan pembengkakan.

Tanda infeksi lainnya adalah tubuh ibu terasa demam, lemas dan menggigil. Kadang disertai rasa sakit kepala dan pendarahan hebat. Bila mengalami gejala tersebut selama 2 hingga 3 hari setelah persalinan segera periksakan diri ke dokter.

Sumber: MomJunction

Join Dream.co.id