Peluang Hamil Tetap Besar Setelah Alami Keguguran

Do It Yourself | Kamis, 28 November 2019 08:03

Reporter : Mutia Nugraheni

Tak perlu cemas, lakukan konsultasi intensif dengan dokter

Dream - Keguguran pada banyak kondisi sangat membuat calon ibu dan ayah terpukul. Terutama, pada kehamilan pertama atau ketika usia kehamilan sudah melewati 7 bulan. Butuh waktu yang cukup bagi ibu untuk menjalani masa pemulihan.

Apalagi jika keguguran yang dialami disebabkan oleh kondisi kesehatan ibu. Setelah mengalami keguguran, biasanya ibu akan dihantui rasa gelisan dan kecemasan. Salah satu kerap mengusik pikiran adalah kapan boleh hamil lagi? Lalu, apakah masih ada peluang untuk bisa hamil lagi?

Sebenarnya belum ada dasar ilmiah yang pasti mengenai batasan waktu tentang kapan boleh hamil lagi setelah keguguran. Dikutip dari buku " 9 Bulan Menjalani Kehamilan dan Persalinan yang Sehat" , penting untuk mendiskusikan hal ini dengan dokter.

 

 

Peluang Hamil Tetap Besar Setelah Alami Keguguran
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 7 halaman

Tunggu Hingga 3 Bulan

Beberapa dokter menyarankan menunggu paling tidak tiga bulan ke depan. Ada juga yang menyarankan untuk menunggu sampai siklus haid kembali normal. Saat siklus haid sudah kembali normal, maka bisa berusaha untuk kembali hamil. Penting pula untuk selalu memberi waktu untuk kesembuhan fisik dan emosi.

Perempuan yang mengalami keguguran masih punya kesempatan untuk bisa hamil kembali. Setidaknya 85% perempuan yang pernah mengalami keguguran dapat hamil kembali dan melahirkan normal. Perlu diketahui pula bahwa mengalami keguguran bukan berarti mempunyai masalah dengan kesuburan.

3 dari 7 halaman

Kontrol Rutin dan Pemeriksaan Intensif

Keguguran bisa terjadi berulang, sekitar 1-2% dari total kasus keguguran. Kondisi itu biasanya disebabkan oleh faktor kekebalan tubuh. Keguguran bisa diklasifikasikan dalam keguguran yang masih bisa dipertahankan dan keguguran yang sudah tidak bisa dipertahankan.

Hal yang terpenting adalah kita perlu segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami perdarahan vagina di trimester pertama. Pemeriksaan memang harus dilakukan lebih intensif jika seorang ibu memiliki riwayat keguguran.

Laporan Endah Wijayanti/ Sumber: Fimela

4 dari 7 halaman

Suami-Istri Hubungan Seperti Ini Berisiko Keguguran?

Dream -  Berhubungan suami istri dengan cara oral telah dikaitkan dengan berkurangnya kejadian keguguran berulang, menurut sebuah studi baru yang dilakukan di Belanda.

Keguguran berulang terjadi ketika seorang wanita mengalami tiga atau lebih keguguran sebelum usia kandungan mencapai minggu ke 20.

Masalah keguguran berulang ini telah mempengaruhi sekitar 1 persen wanita, meskipun beberapa perkiraan menyebutkan jumlah yang lebih tinggi.

Penyebab keguguran berulang dapat bervariasi, mulai dari kelainan rahim, gangguan endokrin, bawaan ibu, trombofilia bawaan, dan kelainan kromosom orang tua.

Tetapi bagi sebagian besar pasangan, penyebab berbagai keguguran berulang tidak pernah benar-benar teridentifikasi.

 Pertanda Keguguran yang Harus Diwaspadai© MEN

Menurut tim dokter kandungan dari Pusat Medis Universitas Leiden di Belanda, selama ini keguguran berulang selalu dikaitkan dengan sistem kekebalan tubuh ibu.


5 dari 7 halaman

Air Mani Pengaruhi Sistem Kekebalan

Sedangkan faktor paternal belum pernah disentuh sama sekali. Meski sebuah riset menyebutkan laki-laki, terutama air mani mereka, dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh wanita sebelum dan sesudah pembuahan.

Dilansir dari Science Alert, pengaruh tersebut tidak hanya bisa melalui hubungan seksual normal, tetapi juga oral.

Satu studi pada tahun 2000 menemukan bahwa tindakan menelan sperma berkorelasi terhadap berkurangnya kejadian preeklampsia pada wanita.

Preeklampsia adalah kondisi yang terjadi pada kehamilan yang memasuki usia minggu ke-20. Yang ditandai dengan tingginya tekanan darah tinggi, gejala proteinuria (kenaikan protein di dalam urin), serta bengkak pada kaki dan tangan (edema).

Tentu saja studi di Leiden ini tidak mengatakan orang harus atau tidak harus melakukan oral. Tapi tim dari Belanda hanya tertarik untuk mengetahui sudut biologi dari kaitan ini lebih jauh.

6 dari 7 halaman

Mungkin Mempengaruhi Kehamilan Secara Positif

 Saat yang Tepat Rencanakan Kehamilan Setelah Keguguran© MEN

Dalam studi terbaru, tim dokter dari Belanda memeriksa 97 pasien wanita berusia di bawah 36 tahun yang mengalami paling tidak tiga kali keguguran berulang yang tidak dapat dijelaskan.

Mereka kemudian membandingkannya dengan dengan kelompok yang terkontrol, yang terdiri dari 137 wanita yang tidak mengalami keguguran.

Hasilnya mengindikasikan bahwa wanita yang tidak mengalami keguguran sama sekali sering melakukan oral terhadap pasangan mereka.

Dalam analisis tim dokter, sebanyak 56,9 persen peserta dari kelompok yang keguguran dilaporkan melakukan oral.

Angka tersebut sedikit lebih rendah daripada 72,9 persen peserta dari kelompok yang tidak keguguran yang dilaporkan melakukan oral.

Hasil ini memang tidak memperlihatkan jenis hubungan sebab akibat apa pun. Artinya, tidak ada bukti sama sekali bahwa seks oral berkontribusi terhadap pengurangan keguguran berulang.

Tetapi tim dokter mengatakan hasil ini memberikan bukti bagaimana wanita yang terpapar sperma dan aktivitas seksual yang mereka lakukan bersama pasangan, bisa menjadi faktor untuk meneliti lebih lanjut mengapa keguguran bisa terjadi.

7 dari 7 halaman

Menemukan Cara untuk Mengurangi Keguguran

Tim dokter berharap mereka bisa menemukan cara untuk mengurangi keguguran berulang tersebut di masa depan.

" Studi kontrol kasus dengan pembandingan ini menunjukkan bahwa wanita dengan keguguran berulang jarang melakukan oral, dibandingkan dengan mereka yang kehamilannya lancar," penulis menjelaskan.

Tim dokter Belanda mengakui bahwa studi mereka masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Mereka juga mengatakan bahwa temuan mereka masih berupa hipotesis untuk saat ini.

Meskipun demikian, mereka menyarankan bahwa oral dapat menginduksi kekebalan tubuh wanita terhadap antigen paternal. Dan karenanya dapat 'mempengaruhi kehamilan dengan cara yang positif'.

Penemuan tim dokter dari Leiden ini telah dipublikasikan di dalam Journal of Reproductive Immunology.

Join Dream.co.id