Pelapis Boks Bayi Kini Dilarang di Amerika, Seberapa Bahaya?

Do It Yourself | Rabu, 18 Mei 2022 16:12

Reporter : Mutia Nugraheni

Siapa sangka kalau ternyata perlengkapan pelindung ini malah membahayakan bayi.

Dream - Saat membeli perlengkapan bayi, boks dan perlengkapan di dalamnya selalu masuk daftar. Perlengkapan tersebut seperti matras, selimut, bantal hingga pelapis bagian samping boks atau biasa disebut crib bumper.

Fungsi utama crib bumper ini adalah melindungi bayi dari kesakitan karena terkena material boks yang keras di bagian samping. Siapa sangka kalau ternyata perlengkapan tersebut malah membahayakan bayi.

Di Amerika Serikat perlengkapan tersebut malah sampai dilarang penjualannya. Jika ada yang menjual makan dianggap ilegal. Hal tersebut bahkan tercantum dalam Undang-Undang Safe Sleep for Babies Act of 2021 (H.R. 3182), yang ditandatangani pejabat setempat ada Senin, 16 Mei 2022 dan mulai berlaku 180 hari kemudian.

 Crib bumper© Shutterstock

Isi Undang-Undang keselamatan bayi tersebut salah satunya adalah melarang pembuatan dan penjualan bumper tempat tidur bayi (serta bantalan miring). Awalnya pelarangan penggunaan crib bumper ini hanya berlaku negar bagian New York.

Kini aturan tersebut berlaku di seluruh Amerika. Lalu mengapa crib bumper ini dianggap membahayakan nyawa bayi padahal fungsi utamanya melindungi?

 

Pelapis Boks Bayi Kini Dilarang di Amerika, Seberapa Bahaya?
Crib Bumper/ Foto: Shutterstock
2 dari 4 halaman

Jangan Taruh Banyak Barang di Boks Bayi

Pada sejumlah kasus bumper tempat tidur bayi menimbulkan risiko yang lebih berbahaya. Terutama untuk bayi di bawah 1 tahun yang suka berguling.

“ Antara usia empat dan sembilan bulan, bayi berguling. Saat melakukannya, bayi akan menggulingkan wajah terlebih dahulu ke bantal, yang dapat menyebabkan mereka mati lemas,” kata Edward Kulich, dokter anak dari KidsHousecalls di New York.

Bayi juga berisiko terhimpit di antara bumper dan boks bayi atau terjerat pengikatnya yang berupa tali panjang. Lalu saat bayi mulai belajar berdiri, dapat menginjak bumper dan berisiko jatuh dari boks.

Data dari US National Center for the Review and Prevention of Child Deaths mencatat 32 kematian karena boks bayi di 37 negara bagian antara tahun 2008 dan 2011. Kulich merekomendasikan untuk tak terlalu menaruh banyak barang di boks bayi.

“ Hal teraman yang kami sarankan hanyalah matras dengan seprai dan sleep sack dan tidak ada yang lain,” pesannya.

Sumber: Todays Parent

3 dari 4 halaman

Bayi Baru Lahir Tak Boleh Selalu Pakai Sarung Tangan

Dream - Bayi yang baru lahir biasanya mengenakan pakaian yang cukup tebal. Mulai dari kaus kutan, baju, popok, celana hingga sarung tangan dan kaki. Hal ini karena khawatir bayi kedinginan dan terkena angin.

Kondisi bayi yang masih berumur hitungan hari memang masih sangat rentan, sehingga orangtua cenderung khawatir dan selalu memakaikannya sarung tangan serta sarung kaki.

Ternyata, hal ini kurang tepat. Sarung tangan kaki dan kaki sebenarnya tak boleh selalu dipakaikan pada bayi. Hanya di waktu tertentu saja karena bisa berdampak negatif pada perkembangan indera perabanya. Mengapa?

Menghalangi Indera Peraba Bayi
Dokter Dyah Novita Anggraini, dari KlikDokter.com, sarung tangan menghalangi indera peraba bayi. Bayi yang baru lahir akan suka mengeksplorasi indra perabanya dengan hal-hal yang ada di sekitarnya. Misalnya, ia berusaha meraih tangan ayah dan ibu saat ada di dekatnya.

“ Sarung tangan sebaiknya tidak dipakaikan agar bayi bisa belajar menyentuh benda-benda di sekitarnya. Selain itu, bayi biasanya ada fase oral, menggunakan tangannya dimasukkan ke mulut. Itu fase alami yang harus dialami anak,” ujar dr. Dyah.

 

4 dari 4 halaman

Tangan Bayi yang Dingin adalah Wajar

Faktanya, sarung tangan jarang dibutuhkan bayi yang baru lahir. Tangan dan kaki kebiruan dan dingin adalah normal pada bayi yang sehat. Bahkan, sensasi dingin mungkin tidak mengganggu bayi sama sekali.

Bila khawatir pada risiko kulit bayi tergores, potong kuku si kecil secara berkala. Hal ini sekaligus menghindari kebutuhan bayi terhadap sarung tangan.
Beberapa rumah sakit saat ini juga sudah melarang pemakaian sarung tangan. Jadi, ibu jangan heran jika melihat si kecil yang baru lahir tak dipakaikan sarung tangan oleh suster.

Membuat Sulit Mengetahui saat Bayi Lapar
Menurut dr. Devia Irine Putri, sebenarnya tidak ada bahaya bayi menggunakan sarung tangan. Hanya saja, jika menggunakan sarung tangan, ibu akan sulit untuk mengetahui tanda bahwa bayi lapar.

“ Sulit bagi bayi untuk eksplorasi atau belajar stimulasi karena bayi pada umumnya belajar dari sentuhan. Selain itu, ibu juga tidak bisa mengenali sinyal lapar bayi karena pada umumnya bayi akan mengenyot tangan ketika lapar,” ujar dr. Devia.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id