Pasta Gigi Dewasa, Amankan Digunakan Anak?

Do It Yourself | Kamis, 22 Juli 2021 10:04

Reporter : Mutia Nugraheni

Ada syaratnya jika anak menggunakan pasta gigi dewasa.

Dream - Pasta gigi jadi produk yang kita gunakan setiap hari untuk membersihkan gigi. Pada anak-anak, pasta gigi yang digunakan tentunya berbeda. Formulanya dibuat aman jika tertelan.

Rasanya juga cenderung manis dan tak 'pedas' seperti pasta gigi orang dewasa. Lalu kapan anak diperbolehkan beralih produk menggunakan pasta gigi dewasa?

Menurut dr. Reza Fahlevi, Sp. A, anak dapat beralih ke pasta gigi orang dewasa yang mengandung fluoride setelah mereka mampu meludah sendiri usai menyikat gigi.

“ Sebenarnya, batas penggunaan pasta gigi dewasa untuk anak tidak ada. Akan tetapi, rata-rata anak boleh menggunakan pasta gigi dewasa pada usia 3 sampai 5 tahun,” kata dr. Reza, dikutip dari KlikDokter.

Ia juga menjelaskan pasta gigi orang dewasa dengan anak-anak memang sangat berbeda. Mulai dari kandungan fluoride gigi, rasa, kemasan, dan warna.

“ Pada pasta gigi anak. seringkali ditemukan berbagai macam rasa, seperti buah-buahan. Hal ini bertujuan untuk membuat anak merasa lebih tertarik atau senang untuk menyikat gigi,” ujarnya.

 

Pasta Gigi Dewasa, Amankan Digunakan Anak?
Sikat Gigi
2 dari 6 halaman

Bahaya Tertelan

Selain itu, pasta gigi anak-anak juga mengandung bahan-bahan yang tergolong aman apabila tidak sengaja tertelan. Hal ini tentu berbeda dengan pasta gigi orang dewasa. Rasa pasta gigi orang dewasa juga tergolong lebih kuat, sehingga tidak cocok untuk anak-anak yang masih terlalu kecil.

Dijelaskan oleh drg. Callista Argentina, pasta gigi orang dewasa memiliki kandungan fluoride yang cukup tinggi. Jika anak belum bisa berkumur dan meludah sendiri, bisa saja pasta gigi tersebut malah tertelan. Hal ini dapat meningkatkan risiko fluorosis.

“ Terlalu sering menelan pasta gigi dapat menimbulkan bercak keputihan di gigi. Tidak sakit dan tidak akan merusak struktur gigi, namun akan mengganggu penampilan atau estetika,” kata drg. Callista.

Selengkapnya baca di sini.

3 dari 6 halaman

Pertanda Serius Jika Balita Suka Gemeretak Gigi Saat Tidur

Dream - Orang dewasa mengertakkan gigi biasanya karena keadaan emosional. Seperti saat marah atau gelisa. Pada bagi, menggertakkan gigi tentunya bukan karena emosi.

Menggemeretakkan gigi atau Bruxism adalah hal yang biasa terjadi pada bayi, dan hampir 50 persen bayi melakukannya.

" Salah satu alasan anak-anak menggeretakkan gigi mereka. Mereka mencoba mencari tahu apa yang terjadi di mulutnya karena mulai terasa berbeda," ujar drg Kami Hoss, dokter gigi anak.

Rasa ingin tahu ini biasanya dimulai sekitar sepuluh bulan ketika gigi depan atas dan bawah bayi telah tumbuh. Hal ini menurutnya tak perlu dikhawatirkan, kecuali jika anak mengalami kesulitan tidur dan sulit bernapas.

" Terkadang mengertakkan gigi bisa menjadi tanda sesuatu yang lebih serius, seperti apnea. Dalam keadaan itu, kesulitan bernapas menyebabkan tubuh mengaktifkan otot-otot mulut untuk mendapatkan kembali kendali atas jalan napas agar tetap terbuka, yang mengakibatkan gigi bergemeretak," kata drg Hoss.

 

4 dari 6 halaman

Erosi Gigi

Jika anak mendengkur lebih dari biasanya, bernapas melalui mulut, atau mengalami jeda saat bernapas ketika tidur, segera konsultasikan dengan dokter anak. Stres pada anak juga bisa menyebabkan mereka menggeretakkan gigi.

“ Anak-anak balita bisa marah, frustrasi, sedih, atau malu. Pperhatikan bagaimana anak-anak merespons stres," kata drg Hoss.

Salah satu dampak dari menggeretakkan gigi adalah erosi gigi. Dokter gigi anak mungkin dapat membantu mengetahui apakah keadaan sudah cukup parah sehingga memerlukan perawatan atau tidak.

" Menggeretakkan gigi bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan, tetapi itu adalah salah satu dari banyak alasan yang baik untuk melakukan perawatan rutin gigi untuk bayi bahkan sebelum gigi pertamanya tumbuh," ujar drg Hoss.

Sumber: Fatherly

5 dari 6 halaman

Gigi Si Kecil Baru Tumbuh, Pastikan Rawat Kebersihannya

Dream - Muncul garis putih yang merupakan gigi susu di gusi bayi yang selama ini kosong memang sangat menggemaskan. Tumbuh gigi pertama kali pada beberapa bayi menimbulkan rasa tidak nyaman, tapi ada juga yang tak rewel.

Mungkin si kecil lebih sering menggigit payudara ibu saat menyusu atau selalu memasukkan tangannya. Memberikan mainan teether yang bertekstur lunak bisa jadi solusi untuk membuat bayi lebih nyaman saat proses tumbuh gigi.

" Hal lain yang juga tak kalah penting adalah rutin membersihkan gigi-gigi yang baru tumbuh. Gigi bayi memang kecil, tapi sangat penting yang bertindak sebagai pengganti gigi dewasa. Tanpa gigi bayi yang sehat, anak akan kesulitan mengunyah dan berbicara dengan jelas," kata Dan Brennan, MD, dikutip dari WebMD.

Itulah mengapa merawat gigi bayi dan menjaganya sangat penting, jangan sampai rusak. Bagaimana caranya?
- Siapkan waslap atau kain kasa yang lembut dan dibasahi
- Bersihkan gusi bayi dengan lembut setidaknya dua kali sehari
- Bersihkan gusi bayi setelah ia menyusu dan sebelum tidur
- Cara ini akan membersihkan bakteri dan mencegahnya menempel pada gusi. Bakteri dapat meninggalkan plak lengket yang merusak gigi bayi

 

6 dari 6 halaman

Bersihkan Setelah Minum Susu

Saat gigi susu pertama mulai muncul, bisa beralih ke sikat gigi. Cari yang sikatnya lembut, kepal sikat kecil dan berpegangan besar. Untuk pertama kali, basahi sikat gigi saja.

" Begitu gigi susu tumbuh, bisa mulai menggunakan pasta gigi sebesar sebutir beras. Pastikan anak sudah bisa membuang ludah dan bukan menelannya," ujar Brennan.

Waspadai tanda-tanda kerusakan gigi bayi. Biasanya berupa bintik-bintik cokelat atau putih atau lubang pada gigi. Jika ada bercak tersebut, jangan tunda sampai ada keluhan, segera periksakan gigi anak ke dokter gigi spesialis gigi anak.

Hindari memberikan jus buah kemasan kaya gula, soda, dan minuman manis lainnya kepada anak. Minuman manis, termasuk susu - bisa mengendap di gigi. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan gigi bayi. Bakteri akan memakan gula dari minuman manis dan menghasilkan asam, yang menyerang gigi si kecil.

Sumber: WebMD

Join Dream.co.id