Para Bumil, Jangan Kaget Jika Diminta Rapid Test Covid-19 Jelang Persalinan

Do It Yourself | Jumat, 17 April 2020 10:03

Reporter : Mutia Nugraheni

Ikuti saja prosedur medis yang diterapkan RS demi keamanan dan kesehatan semua pihak.

Dream - Pencegahan penularan Covid-19 saat ini merupakan langkah penting yang dilakukan. Termasuk pada ibu hamil yang bakal melahirkan dalam waktu dekat di rumah sakit dan bakal kontak langsung dengan tim medis.

Bagi Sahabat Dream yang akan melahirkan jangan kaget jika pihak rumah sakit atau klinik akan melakukan sejumlah tes untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu dan janin secara menyeluruh.

Biasanya, ibu akan menjalani pemeriksaan darah, namun di masa pandemi Covid-19 ada pemeriksaan tambahan yang sangat penting.

Berupa rapid test Covid-19 dengan darah atau bisa juga swab test hingga pemeriksaan dada. Hal ini untuk mencegah penularan Covid-19 pada tim medis dan juga janin. Tak perlu khawatir karena rumah sakit sudah memiliki prosedur aman untuk penanganan.

Bila negatif, persalinan juga akan ditangani oleh dokter dan perawat yang menggunakan alat perlindungan diri (APD) lengkap. Bagaimana jika hasil tes menunjukkan jika ibu positif Covid-19?

 

 

Para Bumil, Jangan Kaget Jika Diminta Rapid Test Covid-19 Jelang Persalinan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Jujur dengan kondisi kesehatan dan riwayat Kontak

Nantinya prosedur persalinan akan dilakukan dengan standar tertentu. Bayi bisa jadi bakal langsung diisolasi, demi terhindar dari penularan Covid-19. Beberapa rumah sakit di Jakarta sudah melaksanakan prosedur tersebut.

Antara lain Rumah Sakit Bunda di Menteng Jakarta Pusat. Dalam akun Instagramnya @rsubundajakarta, dijelaskan kalau ibu yang akan melahirkan akan menjalani swab test PCR untuk pencegahan.

 Tes Corona untuk ibu hamil
© Instagram RS BUNDA

Beberapa RS bersalin juga menerapkan skrining Covid19. Untuk itu, bagi ibu yang segera melahirkan, ceritakan kondisi kesehatan sebenar-benarnya pada dokter dan tim medis yang merawat. Ingat, ini demi kesehatan ibu, janin dan seluruh tim di RS yang merawat ibu dengan baik.

3 dari 6 halaman

2 Tenaga Medis Jakarta yang Hamil Positif Covid-19, Apa Efeknya Bagi Janin?

Dream - Pada 1 April 2020, Dwi Oktavia, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengumumkan sebuah informasi soal Covid-19 yang sangat menyedihkan. Ada dua tenaga medis yang tengah hamil, terinfeksi Covid-19.

" Tenaga kesehatan yang positif terinfeksi Covid-19 sampai 84 orang, 1 orang di antaranya meninggal dan dua orang dalam kondisi hamil," kata Dwi di Balai Kota Jakarta, Rabu 1 April, 2020.

Hal ini tentunya memicu kekhawatiran pada ibu hamil. Terutama soal, apakah virus tersebut juga akan menulari janin dalam kandungan. Sebuah penelitian yang dipublikasi dalam JAMA Pediatrics, berusaha mengungkap efek Covid-19 pada ibu hamil.

Penelitian dilakukan pada ibu hamil di China. Dari 33 bayi baru lahir dari orangtua yang terinfeksi, hanya 3 yang terjangkit virus Covid1-19. Menurut dokter yang berasal dari dua rumah sakit anak-anak di Wuhan, Cina, dan satu di Shanghai, setelah bayi menerima perawatan, mereka dapat diselamatkan.

“ Gejala klinis dari 33 bayi yang beresiko COVID-19, adalah ringan dan hasilnya baik,” catatan dalam penelitian tersebut.

Satu bayi dilahirkan melalui operasi caesar hampir sembilan minggu sebelum tanggal kelahirannya, karena ibu menderita pneumonia yang berasal dari infeksi virus.

Peneliti mengaitkan masalah kesehatan bayi, sindrom gangguan pernapasan neonatal, pneumonia, dan kebutuhan untuk diresusitasi, untuk dilahirkan secara prematur, sebagai lawan dari penularan virus corona.

 

4 dari 6 halaman

Bayi Lahir Demam dan Lesu

Sementara, dua bayi yang tidak prematur menunjukkan gejala COVID-19 yang mengkhawatirkan. Keduanya lesu dan demam dengan tanda-tanda pneumonia di paru-paru mereka, dan salah satunya mengalami muntah, menurut para peneliti.

Setelah ketiga bayi dites positif pada hari kedua dan keempat kehidupan mereka, dua bayi yang tidak prematur dites negatif pada hari ke enam. Bayi prematur, yang lahir saat kandungan berusia 31 minggu dan 2 hari, memiliki kemampuan yang lebih sulit untuk pulih, tetapi bayi tersebut dinyatakan negatif pada hari ke tujuh.

 

5 dari 6 halaman

Imunitas Bayi Masih Lemah

Menurut laporan, bayi prematur memerlukan seminggu lagi untuk pulih dari masalah pernapasan, setelah perawatan dengan antibiotik, kafein, dan ventilasi non-invasif.

Para ahli yang tidak terlibat dengan penelitian ini menghubungkan pemulihan cepat bayi baru lahir dengan sistem kekebalan yang belum berkembang.

Para peneliti percaya imun pada bayi tidak bisa meluncurkan respons secara ekstrem, yang dapat dilakukan oleh orang dewasa; sehingga dapat menjadi bumerang dan menyebabkan komplikasi atau bahkan kematian. Dalam studi JAMA, para peneliti mencatat bahwa kemungkinan bayi baru lahir, tertular virus melalui ibu mereka.

“ Karena prosedur pengendalian dan pencegahan infeksi yang ketat dilaksanakan selama persalinan, kemungkinan sumber SARS-CoV-2 pada bayi, berasal dari ibu,” ungkap para dokter.

 

6 dari 6 halaman

Skrining Awal

Untuk itu, mereka menekankan betapa pentingnya bagi penyedia layanan kesehatan untuk melakukan skrining pada ibu hamil. Antara lain, menerapkan langkah-langkah pengendalian infeksi yang ketat, karantina ibu yang terinfeksi, dan pemantauan ketat terhadap bayi yang berisiko COVID-19.

Dr. David Kimberlin, seorang Professor Penyakit Menular pada Anak, di University of Alabama, menulis editorial yang membahas dua makalah lain yang diterbitkan di Journal of American Medical Association yang menyelidiki apakah COVID-19 dapat berpindah dari ibu ke janin dengan cara ini.

Penelitian tersebut dinilai " tidak konklusif," tulisnya dan seorang koleganya. Kimberlin menyatakan bahwa, saat ini dibutuhkan penelitian lebih lanjut, dengan ukuran sampel yang lebih besar, untuk sepenuhnya memahami bagaimana COVID-19 dapat mempengaruhi wanita hamil dan bayi mereka.

 

Join Dream.co.id