Pantau Level Gula Darah Saat Hamil, Demi Kesehatan Ibu dan Janin

Do It Yourself | Rabu, 13 November 2019 18:02
Pantau Level Gula Darah Saat Hamil, Demi Kesehatan Ibu dan Janin

Reporter : Mutia Nugraheni

Bagi yang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes dan tengah mengandung, jangan lupa untuk menjelaskannya pada dokter kandungan.

Dream - Pemeriksaan gula darah bukan termasuk pemeriksaan standar kehamilan. Biasanya, saat hamil ibu hanya menjalani pemeriksaan berat badan, tekanan darah dan ultrasonografi untuk mengetahui kondisi janin.

Nah, bagi Sahabat Dream yang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes dan tengah mengandung, jangan lupa untuk menjelaskannya pada dokter kandungan. Informasi ini sangat penting dan nantinya bakal dilakukan pemeriksaan gula darah.

Ibu hamil bisa saja mengalami diabetes saat hamil atau disebut dengan diabetes gestasional. Penyebab utamanya belum diketahui, namun bisa jadi karena autoimun atau obesitas.

" Sebetulnya itu masih kontroversi, karena kalau ibu hamil sering disebabkan oleh autoimun atau mungkin dia gemuk," kata Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, spesialis gizi klinik di RSCM, MRCCC dan Jakarta Heart Centre, saat ditemui di acara media briefing 'Gerakan Lawan Diabetes Bersama Dia', di Jakarta, Rabu, 13 November 2019.

 

2 dari 5 halaman

Peningkatan Glukosa Darah

Kondisi autoimun atau obesitas pada ibu hamil akan memicu peningkatan glukosa darah. Efeknya saat bayi lahir, berat badannya lebih besar dari ukuran bayi normal lainnya. Hal ini berdampak pada risiko komplikasi selama persalinan.

" Kondisi kadar gula darah tinggi yang dialami oleh seorang ibu ketika sedang hamil, bisa berdampak lebih besar untuk terkena diabetes di kemudian hari," kata dr. Fiastuti.

Untuk itu ceritakan riwayat medis sedetail mungkin pada dokter kandungan. Jangan segan untuk melakukan pemeriksaan lebih intensif demi menjaga kesehatan janin dan ibu secara jangka panjang.

Laporan : Shania Suha Marwan

3 dari 5 halaman

Kontrol Level Gula Darah Saat Hamil dengan Olahraga

Dream - Saat tahu tengah berbadan dua, jangan segera menghentikan aktivitas olahraga yang biasa Anda lakukan, kecuali jika melakukan olahraga ekstrem. Memang kadang rasa mual dan pusing datang tiba-tiba karena kondisi hormon.

Jika kondisi sudah stabil dan bisa beraktivitas normal, rutinlah berolahraga. Tak perlu yang terlalu rumit, cukup berjalan kaki setiap pagi atau sore. Aktivitas fisik secara teratur akan sangat membantu peredaran darah lebih lancar, membuat level stres menurun, melatih pernapasan, juga menguatkan fisik.

Olahraga ringan juga disarankan untuk para ibu hamil yang mengalami gestational diabetes atau diabetes kehamilan. Kondisi tersebut membuat ibu hamil memiliki tingkat glukosa darah lebih tinggi dari normal. Hal ini bisa terjadi karena perubahan hormon-hormon dalam tubuhnya membuat kerja insulin jadi tidak efektif.

" Pemeriksaan kehamilan dan kesehatan rutin meliputi pengukuran indeks massa tubuh, tekanan darah, kadar gula serta kolestrol sangat penting dilakukan bagi ibu hamil untuk melawan diabetes," ujar dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, Direktur Pencegahan & Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI.

4 dari 5 halaman

Terapi Pengobatan

Kondisi diabetes ini tak boleh dibiarkan, ibu harus diberikan terapi pengobatan khusus oleh dokter kandungan agar kesehatan diri dan bayinya tetap terjaga.

Hal yang tak kalah penting adalah mengontrol pola makan yang seimbang, seperti mengurangi asupan nasi putih dan makanan manis.

Olahraga ringan juga jadi kunci penting untuk mengontrol level gula darah tetap terkendali, baik saat kehamilan dan setelah persalinan. Untuk itu, jika memiliki riwayat diabetes atau mengalami diabetes saat hamil, konsultasi lebih intensif dengan dokter kandungan Anda. Tetap berolahraga seperti biasa dan mengonsumsi asupan seimbang.

" Dengan beraktivitas fisik, kadar gula, lemak dan kalori dapat tersimpan secara seimbang. Idealnya, ibu hamil diharuskan untuk mengonsumsi sekitar 2.000 kalori. Tentunya, jumlah kalori sebanyak itu harus diimbangi dengan adanya aktivitas fisik," ujar dr. Lily



5 dari 5 halaman

Penyebab Level Gula Darah Saat Hamil Harus Rutin Diperiksa

Dokter Yudhistya, spesialis obstetri dan ginekologi yang praktik di RS Indosehat, Solo, mengungkap kalau ibu hamil sebaiknya melakukan pemeriksaan gula darah saat usia kandungan 14 dan 28 minggu.

" Diabetes saat hamil perlu diskrining karena tanda-tandanya tidak khas. 
Jika mengalami diabetes kehamilan, perlu dirawat bersama dokter penyakit dalam untuk diterapi dengan insulin, menurunkan gula darahnya di kadar normal. Jika kadar gula bisa dijaga normal, hamilnya bisa baik-baik saja," ungkap dr. Yudhis saat dihubungi Dream.co.id.

Dokter yang juga mengembangkan aplikasi DokterChat ini menjelaskan, diabetes saat hamil yang tak tertangani dengan baik bisa menimbulkan sederet komplikasi. Antara lain keguguran, darah tinggi, gangguan mata, gangguan ginjal hingga perdarahan saat melahirkan.

" Kalau bisa sebelum hamil badan jangan gemuk atau obesitas. Bisa meningkatkan risiko diabetes. Apabila memiliki riwayat diabets sebelum hamil, kadar gula harus dikontrol. Skrining gula darah penting dilakukan di usia kehamilan 14 minggu," ujar dr. Yudhis.

Ia juga menekankan untuk berkonsultasi secara intensif baik dengan dokter kandungan maupun dokter penyakit dalam jika memang diketahui level kadar gula darah tinggi saat hamil. Jangan pernah menyepelekan pemeriksaan gula darah saat hamil.

Join Dream.co.id