Panduan IDAI untuk Isolasi Mandiri Anak Positif Covid-19 di Rumah

Do It Yourself | Kamis, 1 Juli 2021 14:06

Reporter : Mutia Nugraheni

Untuk anak yang tak bergejala atau gejala ringan.

Dream - Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia, khususnya Jawa dan Bali meningkat drastis di dua minggu terakhir Juni 2021. Hal ini membuat rumah sakit dan pelayanan kesehatan kewalahan menampung pasien Covid-19.

Penularan virus juga terjadi pada anak-anak. Mereka biasanya tak bergejala atau mengalami gejala ringan. Pada anak yang diketahui positif Covid-19 melalui pemeriksaan Swab PCR dan kondisnya stabil, IDAI merekomendasikan untuk melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Dikutip dari situs IDAI.org, anak yang positif Covid-19 bisa isoman dengan syarat, tidak bergejala/ asimptomatik, gejala ringan (seperti batuk, pilek, demam, diare, muntah, ruam-ruam, anak tetap aktif serta makan dan minum.

" Orangtua dapat tetap mengasuh anak yang positif. Disarankan mereka yang merawat yang memiliki risiko rendah terhadap gejala berat COVID-19. Jika ada anggota keluarga yang positif, maka dapat diisolasi bersama. Jika orangtua dan anak berbeda status COVID, disarankan berikan jarak tidur 2 meter, di kasur terpisah," tulis IDAI

Saat isoman lakukan pemeriksaan suhu tubuh menggunakan termometer 2 kali sehari (pagi dan malam hari). Ruang isoman sebaiknya kamar yang memiliki ventilasi baik. Catat gejala yang muncul pada anak, seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sakit kepala, mual/ muntah, diare, lemas dan sesak napas.

Ada tanda bahaya jika muncul perburukan dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Gejalanya antara lain:
- Anak banyak tidur
- Napas cepat
- Ada cekungan di dada, hidung kembang kempis
- Saturasi Oksigen <95%
- Mata merah, ruam, leher bengkak
- Demam > 7 hari
- Kejang
- Tidak bisa makan dan minum
- Mata cekung

 

Panduan IDAI untuk Isolasi Mandiri Anak Positif Covid-19 di Rumah
Ilustrasi
2 dari 2 halaman

Alat dan Obat yang Perlu Disiapkan

Saat isoman anak di rumah, selalu sediakan termometer, oxymeter (pengukur saturasi oksigen dan frekuensi nadi). Lalu ada obat dan vitamin penting yang menurut IDAI bisa diberikan di rumah untuk mempercepat pemulihan. Berikut daftarnya:

- Obat demam
- Zinc
- Multivitamin 20 mg/ hari selama 14 hari
- Vitamin C: 1- 3 tahun: max 400 mg/ hari, 4-8 tahun: 600 mg/ hari, 9-13 tahun: max 1200 mg/ hari, 14-18 tahun: max 1800 mg/ hari
- Vitamin D3: <3 tahun: 400 U/ hari, anak: 1000 U/ hari, remaja: 2000 U/ hari, remaja obesitas: 5000 U/ hari

Join Dream.co.id