Pandemi, Tasya Kamila Tetap Ikuti Jadwal Vaksin Anak

Do It Yourself | Jumat, 22 Oktober 2021 12:12

Reporter : Mutia Nugraheni

Ia juga memberikan tips agar vaksinasi anak berjalan aman saat pandemi.

Dream – Kesehatan anak-anak dan keluarga tentunya jadi prioritas utama. Tasya Kamila, artis yang juga satu balita, sadar betul dirinya memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan keluarganya.

Untuk itu ia berusaha membekali diri dengan pengetahuan seputar kesehatan keluarga. Hal itu dilakukan jauh sebelum putranya, Arrasya lahir.

“ Baca-baca di internet, ikut parenting class, dan kelas kehamilan. Ikut yoga juga buat memperkuat otot pas lagi hamil,” kata Tasya pada Webinar ‘Parenting Zaman Now: Optimalkan Tumbuh Kembang Si Kecil Sejak dalam Kandungan’ yang digelar Baby Happy Wings, Kamis 21 Oktober 2021.

Dalam hal informasi yang personal terkait kesehatan Arrasya, Tasya lebih memilih bertanya langsung pada dokter. Terutama soal vaksinasi yang dibutuhkan putranya.

Tasya Kamila pun membagikan tiga vaksinasi aman untuk buah hati. Menurutnya, pertimbangkan untuk memilih rumah sakit yang memisahkan antara polivaksin (negatif dan membutuhkan vaksin) dan poliaktif (positif terpapar virus).

Bisa juga pilih rumah sakit yang memiliki sistem drive thru sehingga pasien tidak perlu turun dari mobil. Ketiga, pilih rumah sakit yang perlu membuat janji terlebih dahulu.

Putra Tasya, kini usianya baru menginjak dua tahun dan sedang sangat aktif. Saat vaksin atau setelahnya, ia juga mengingatkan untuk selalu memakaikan popok yang nyaman.

 Baby Happy© Baby Happy

“ Makanya pakai popok yang elastis dan enggak menimbulkan ruam itu penting banget. Arrasya cocok pakai Baby Happy,” ujar Tasya.

Laporan: Angela Irena Mihardja

Pandemi, Tasya Kamila Tetap Ikuti Jadwal Vaksin Anak
Tasya Kamila Dan Putranya, Arrasya/ Foto: Instagram Tasya Kamila
2 dari 5 halaman

Pasangan yang Program Hamil, Tak Perlu Ragu Vaksinasi Covid-19

Dream - Vaksinasi Covid-19 masih terus dilakukan pada mereka yang belum mendapatkannya, baik dosis pertama maupun dosis kedua. Hal ini demi mencapai kekebalan komunitas dan tentunya mengurangi risiko penularan dan tingkat keparahan jika memang tertular.

Beberapa waktu lalu sempat beredar kabar kalau vaksinasi Covid-19 bisa berdampak buruk pada kesuburan. Hal ini tentu saja membuat khawatir para pasangan yang sedang merencanakan kehamilan atau menjalani program hamil secara intensif.

Kabar tersebut sebenarnya tidak benar. Pasalnya, sebelum vaksin didistribusikan tentunya melewati sejumlah penelitian khusus dan uji klinis.

Lalu pada Agustus 2021 Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) memperbarui panduan vaksin Covid-19. Salah satu poinnya adalah vaksin direkomendasikan pada semua orang yang berusia 12 tahun ke atas untuk divaksinasi, termasuk orang-orang yang mencoba hamil dalam waktu dekat atau mungkin hamil di masa depan, serta pasangan mereka.

 

3 dari 5 halaman

Vaksin Tak Sebabkan Masalah Kesuburan

CDC juga memaparkan penelitian terbaru pasangan yang menjalani fertilisasi in vitro (IVF). Para peneliti tidak menemukan adanya perbedaan dalam tingkat keberhasilan kehamilan di antara tiga kelompok wanita yang mencoba hamil dan sudah divaksin Covid-19 serta yang belum. Pertama mereka yang memiliki antibodi dari vaksinasi, mereka yang memiliki antibodi dari infeksi COVID-19, dan mereka yang tidak memiliki antibodi.

Mendapatkan vaksinasi merupakan cara terbaik untuk melindungi diri sendiri dan bayi dari virus corona,termasuk varian Delta yang sangat menular. " Penelitian menunjukkan bahwa wanita hamil yang terinfeksi COVID lebih mungkin mengembangkan infeksi parah (dibandingkan wanita yang tidak hamil yang terinfeksi) dan memerlukan perawatan di rumah sakit/ICU selama mereka sakit," kata Janet Choi, MD, direktur medis di CCRM, yang juga ahli kesuburan, dikutip dari Parents.

CDC juga juga mengungkap tak satu pun dari vaksin yang tersedia (Pfizer, Moderna, atau Johnson & Johnson) dikaitkan dengan masalah kesuburan pada pria atau wanita. " Saat ini tidak ada bukti bahwa antibodi yang dibuat setelah vaksinasi COVID-19 atau bahwa bahan vaksin akan menyebabkan masalah kehamilan sekarang atau di masa depan," ungkap CDC.

Banyak organisasi medis lainnya juga mendukung vaksinasi ketika mencoba untuk hamil, termasuk American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), American College of Nurse-Midwives, Society for Maternal-Fetal Medicine, American Academy of Family Physicians, dan masih banyak lagi. Jadi tak perlu ragu untuk vaksinasi Covid-19 bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil, karena justru bisa memberikan perlindungan.

4 dari 5 halaman

Anak Mulai Sekolah Tatap Muka, Direkomendasikan Vaksin Flu

Dream - Penurunan kasus Covid-19 di banyak daerah menurun secara signifikan sejak penerapan PPKM. Hal ini membuat Pemerintah Daerah bersama Dinas Kesehatan dan Pendidikan memutuskan untuk menjalani sekolah tatap muka dengan protokol kesehatan ketat dan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

Sahabat Dream yang memiliki anak usia sekolah mungkin agak khawatir melepas anak ke sekolah. Terutama yang belum mendapat vaksin Covid-19 karena usianya masih di bawah 12 tahun.

Untuk perlindungan optimal, baik bagi anak yang sudah mendapat vaksin Covid-19 maupun yang belum, sebaiknya juga mendapat vaksinasi flu. Terutama pada anak yang memiliki penyakit komorbid.

American Academy of Pediatrics (AAP) merilis pernyataan kebijakan yang menyarankan agar semua anak berusia 6 bulan ke atas mendapatkan vaksinasi flu. “ Selama pandemi COVID-19, penting untuk diingat bahwa influenza juga merupakan virus pernapasan yang sangat menular yang dapat menyebabkan penyakit parah dan bahkan kematian pada anak-anak,” kata Dr. Flor Munoz, profesor kedokteran di Baylor College of Medicine di Texas dan penulis utama pernyataan kebijakan.

 

5 dari 5 halaman

Membentuk Respons Imun

Ia juga menyatakan kalau vaksin flu aman bagi anak-anak, efektif, dan dapat diberikan bersamaan dengan imunisasi rutin lainnya dan vaksin COVID-19. Vaksin flu pada ini biasanya diberikan melalui suntikan.

Vaksin flu mengandung bagian-bagian tertentu dari virus flu. Sistem kekebalan bereaksi terhadap virus yang tidak aktif dengan membentuk respons imun, respons antibodi, dan respons imun seluler sehingga ketika ditantang dengan virus yang sebenarnya, sistem kekebalan siap untuk melawannya dan mencegah infeksi secara total.

" Pun jika ada infeksi baru, maka itu lebih ringan daripada apa yang akan terjadi sebaliknya,” kata Dean A. Blumberg, Kepala Penyakit Menular Pediatrik di UC Davis Health di California, dikutip dari Healthline.

Penting diketahui, anak-anak di bawah usia 5 tahun berada pada risiko khusus komplikasi flu. Ini termasuk pneumonia, masalah sinus, disfungsi otak, dehidrasi, dan memburuknya kondisi seperti asma.

Memberikan anak vaksin flu sebelum sekolah tatap muka adalah langkah pencegahan penting agar anak tak mudah terpapar flu dan jika pun terpapar kondisinya tidak terlalu buruk.

Join Dream.co.id