Orangtua Bisa 'Tularkan' Gigi Berlubang Pada Anak

Do It Yourself | Rabu, 22 Januari 2020 12:02

Reporter : Mutia Nugraheni

Kerusakan gigi dimulai dengan sekelompok kuman yang disebut streptococcus.

Dream - Masalah gigi berlubang pada anak kerap dianggap sepele. Biasanya, karena gigi anak merupakan gigi susu yang akan copot dan bakal ada gigi pengganti. Gigi berlubang pada anak bisa memicu kesakitan hingga kehilangan nafsu makan dan berat badannya turun drastis.

Penting diketahui kalau gigi yang berlubang atau karies pada anak disebabkan bukan hanya karena kurang disiplin dalam menyikat dan membersihkan gigi, tapi juga karena 'ditularkan' oleh orangtua.

Karies gigi ini, dikutip dari Parents, disebabkan oleh kuman tertentu dan bisa menyebar dengan mudah dalam keluarga, bahkan dapat bertahan seumur hidup. Karies gigi lebih sering terjadi pada anak-anak dibandingkan penyakit kronis lainnya, termasuk asma dan diabetes.

Menurut The National Institute of Dental and Craniofacial Research, sekitar 42% anak-anak berusia 2 hingga 11 tahun memiliki karies gigi yang mempengaruhi gigi primer atau gigi tetap.

" Kerusakan gigi dimulai dengan sekelompok kuman yang disebut streptococcus. Kuman ini memakan gula dan menghasilkan asam yang menggerogoti struktur gigi dengan menipiskan kalsium," ujar Burton Edelstein, D.D.S, direktur pendiri Proyek Kesehatan Gigi Anak-Anak di AS.

 

Orangtua Bisa 'Tularkan' Gigi Berlubang Pada Anak
Anak Ke Dokter Gigi (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Kerap Ditularkan Ibu

Plak kekuningan yang menumpuk di gigi akan menipiskan enamel gigi. Setelah itu, area tanpa kalsium menjadi cukup besar, dan permukaan gigi akan hancur.

Bayi dilahirkan tanpa bakteri berbahaya di mulutnya. Penelitian membuktikan bahwa ibu biasanya menginfeksi kuman streptococcus pada anak-anaknya ketika usia anak sebelum 2 tahun.

" Hal itu terjadi ketika mentransfer air liur ke mulut anak dengan berulang kali, melalui sendok makan yang sama. Jika ibu mengalami gigi berlubang, maka kuman akan dengan mudah menulari anak," kata Burton.

 

 

 

 

3 dari 6 halaman

Jaga Kesehatan Gigi Orangtua

Saat mulut anak dimasuki kuman karies, maka ia akan sangat rentan terhadap gigi berlubang. Jadi bukan hanya penting untuk menjaga kesehatan gigi anak, orangtua juga harus melakukan hal yang sama.

Jika mengalami gigi berlubang, segera lakukan pemeriksaan rutin. Ajak juga si kecil rutin ke dokter gigi, agar kondisi giginya selalu sehat dan tak menghambat tumbuh kembangnya.

 

4 dari 6 halaman

Wajib Tahu, Dasar Penting Merawat Gigi Anak

Dream - Kesehatan gigi masih dianggap sepele oleh banyak orang. Sampai akhirnya mengalami gigi berlubang, hingga sakit luar biasa, tak bisa makan, bengkak hingga tak bisa tidur.

Masalah gigi berlubang menurut sebuah penelitian diderita 3,5 miliar orang di dunia. Oleh karena itu, penting untuk tahu cara merawat gigi anak yang paling mendasar. Ratu Mirah Afifah, dokter gigi yang juga Head of Relationship Oral Care PT Unilever Indonesia, mengungkapkan cara menyikat gigi yang benar.

" Menggosok gigi sebaiknya dilakukan setelah sarapan pagi dan sebelum tidur selama 2 menit. Jadi, sisi kanan, kiri, atas, bawah, luar dan dalam masing-masing 30 detik. Disikatnya dengan gerakan memutar," kata Ratu di Agneya Restaurant, Jakarta Selatan, Selasa 23 Juli 2019.

5 dari 6 halaman

Mulai usia 2 tahun

Biasanya, anak mulai dianjurkan untuk menyikat gigi ketika sudah mampu membuang ludah atau sekitar usia 2 tahun. " Anak sudah harus bisa meludah untuk bisa membuang pasta gigi dan jangan lupa didampingi oleh orangtua agar tidak tertelan," kata Ratu.

Jika pasta gigi terlalu sering tertelan, anak bisa menderita fluorosis. " Kalau terlalu banyak fluor bisa terkena fluorosis. Awalnya terlihat seperti bercak putih, lama-lama menjadi cokelat dan membuat gigi menjadi lebih rapuh.

6 dari 6 halaman

Sesuaikan pasta gigi dengan kebutuhan anak

Untuk mencegah terlalu banyak paparan fluoride, sebaiknya kadar pasta giginya disesuaikan dengan usia. Bagi bayi, biasanya pasta giginya seukuran bulir padi.

Pada anak-anak atau balita, pasta giginya sebanyak biji jagung dan diratakan ke seluruh bulu sikat. " Jangan lupa dipastikan semua bulu sikat terkena pasta gigi. Karena kan menyikatnya nggak hanya pakai ujung sikat," imbuhnya.

Pencegahan gigi berlubang juga bisa dilakukan dengan mengurangi konsumsi makanan manis, lengket, minuman berkarbonasi serta rajin ke dokter gigi.

Join Dream.co.id