Operasi Caesar Berulang-ulang, Ketahui Risikonya

Do It Yourself | Rabu, 30 Mei 2018 14:03
Operasi Caesar Berulang-ulang, Ketahui Risikonya

Reporter : Mutia Nugraheni

“Tak hanya efek samping pada tubuh, operasi ini juga menimbulkan efek mental pada ibu".

Dream - Menjalani persalinan melalui operasi caesar, sebaiknya dilakukan jika ada indikasi medis, yaitu demi menyelamatkan kondisi ibu dan bayi. Persalinan normal atau pervarginam tetap harus diusahakan.

Pasalnya meski kini prosedur operasi caesar dianggap hal yang biasa dalam persalinan, tetap menimbulkan sederet risiko. Apalagi jika operasi dilakukan berulang-ulang dan dalam jarak yang cukup dekat.

" Operasi caesar merupakan proses kelahiran di mana dilakukan irisan atau sayatan pada bagian dinding perut dan rahim tanpa melalui jalan lahir,” ujar Nita Landry, seorang dokter spesialis kandungan, dikutip dari PopSugar

Operasi caesar dapat memberikan risiko komplikasi pasca operasi, seperti infeksi atau pendarahan. Pemulihannya pun lebih lama dan sulit ditangani dibandingkan dengan persalinan normal.

“ Tak hanya efek samping pada tubuh, operasi ini juga menimbulkan efek mental pada ibu. Oleh karena itu, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan konselor atau dokter secara intesif,” kata dr. Nita.

Menjaga jarak kelahiran juga jadi hal yang penting. Termasuk merencanakan kehamilan dengan matang. Jangan sampai terlalu banyak anak dan operasi caesar dilakukan berulang-ulang. Hal tersebut bisa menimbulkan masalah kesehatan yang bisa mengancam nyawa ibu.

" Bisa mengalami pendarahan, cedera pada organ intra abdomen, seperti kandung kemih dan meningkatkan risiko pengangkatan rahim atau histerektomi. Jika dilakukan secara berulang, dapat meningkatkan adhesi, hernia, bahkan otot-otot perut yang terpisah,” ungkap Nita.

Apabila ingin mencoba persalinan normal setelah sebelumnya melakukan operasi caesar (vaginal birth after cesareab/ VBAC), konsultasikan secara intensif dengan dokter kandungan. VBAC bisa dilakukan jika ibu baru menjalani maksimal dua kali operasi caesar.

“ Jika persalinan normal atau pervarginam dilakukan setelah lebih dari dua kali operasi caesar, bisa meningkatkan risiko ruptur uteri atau robekan rahim selama persalinan,” ungkapnya.

Meski saat ini operasi caesar lebih mudah dan aman, namun ia menyarankan para ibu untuk menjalani persalinan pervaginam. Bukan hanya memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah tapi juga waktu pemulihan yang lebih cepat.

Laporan Dina Nazhifah

2 dari 3 halaman

Kondisi Genting Ibu dan Bayi yang Mengharuskan Operasi Caesar

Dream - Proses persalinan bagi seorang ibu adalah perjuangan hidup dan mati. Sebisa mungkin ibu berusaha keras agar bayinya dalam kondisi sehat saat dilahirkan. Persalinan pun direncanakan dengan detail, termasuk melakukan sederet persiapan.

Banyak ibu yang memilih untuk menjalani persalinan normal, namun kadang kondisi tubuh ibu dan bayi tak stabil. Rencana untuk melahirkan normal tak bisa dilakukan. Demi keselamatan 
ibu dan bayi operasi caesar harus dijalani.

Ada kondisi genting di mana persalinan normal yang awalnya bisa dilakukan, terpaksa harus dibatalkan. Prosedur operasi caesar pun mau tak mau jadi jalan keluar. Apa saja kondisi 
tersebut?

- Kontraksi berhenti dan bukaan sangat lamban
Kontraksi dan bukaan vagina jadi dua hal penting dalam persalinan normal. Kontraksi ini memicu bayi di dalam rahim akan semakin dalam menyentuh bagian leher rahim, serta 
membuatnya semakin tipis dan lebar. Jika kontraksi berhenti maka bukaan juga akan tak berkembang. Jika prosesnya terlalu lama, sementara kondisi fisik ibu dan bayi sudah melemah, 
dokter biasanya menyarankan untuk melakukan operasi caesar.

- Kondisi jantung bayi tak stabil
Saat kontraksi muncul dan ibu menjalani pemeriksaan awal, maka akan dilakukan pemeriksaan kardiotokografi (CTG). Perut ibu akan dipasang semacam ikat pinggang yang disertai alat 
untuk mengetahui detak jantung janin dan kontraksi yang muncul.

Jika hasil CTG yang berupa grafik menunjukkan detak jantung yang normal serta kontraksi yang teratur maka kondisi ibu dan bayi cukup baik. Namun jika detak jantung bayi melemah atau malah sangat cepat, sementara kontraksi tak stabil, dokter bisa menyarankan untuk operasi caesar. Terlalu lama membiarkan janin dalam kondisi jantung tak stabil dalam proses persalinan, bisa menimbulkan kondisi gawat janin yang membahayakan nyawa bayi.

- Tali pusat masuk ke serviks
Ada kondisi di mana tali pusat bayi masuk melalui serviks (prolapsed cord). Jika itu terjadi, bayi harus segera dilahirkan karena tali tersebut merupakan suplai oksigen bayi satu-satunya. 
Tanpa asupan oksigen tentu saja nyawa bayi bisa terancam. Operasi caesar harus dilakukan dalam kondisi ini.

- Tekanan darah ibu tinggi
Pemeriksaan tekanan darah adalah pemeriksaan standar pada ibu hamil, termasuk ketika muncul kontraksi. Jika hasil pemeriksaan hasilnya sangat tinggi maka ibu dikategorikan mengalami preeklampsia. Kondisi ini bisa menghambat asupan darah ke plasenta yang berdampak buruk pada kondisi bayi.

Tekanan darah tinggi juga bisa memicu kejang pada ibu saat bersalin hingga kematian. Dokter cenderung akan langsung menyarankan untuk operasi caesar jika kondisi tekanan darah ibu 
tinggi, demi keselamatan ibu dan bayi.

- Plasenta terlepas (placental abruption)
Plasenta yang menghubungkan tubuh ibu dan bayi sebagai penyalur oksigen serta nutrisi terlepas sebagian atau seluruhnya. Kondisi ini tentu saja sangat genting. Bayi tak mendapat asupan oksigen dan tak mungkin lagi menunggu untuk menjalani persalinan normal. Operasi caesar harus segera dilakukan.

Sumber: Baby Center/ Web MD

 

3 dari 3 halaman

Persiapan Penting Menghadapi Operasi Caesar

Dream - Operasi caesar pada beberapa kasus kehamilan memang direncakan dengan matang. Penyebabnya bisa banyak hal, misalnya kondisi tekanan darah ibu yang tinggi atau sebab medis lain. Biasanya tanggal dan waktu operasi akan ditentukan jauh hari.

Dengan merencanakan prosedur operasi caesar sebenarnya lebih menenangkan bagi ibu, karena segala sesuatunya dipersiapkan dengan matang. Dokter juga pasti akan menjelaskan secara detail terkait prosedur operasi, apalagi jika persalinan tersebut merupakan anak pertama di mana ibu belum pernah menjalaninya.

Untuk menghadapi persalinan caesar, ada persiapan penting yang sebaiknya dilakukan para ibu. Apa saja?

- Jaga kondisi tubuh
Penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit. Olahraga sebisa mungkin, bisa sekedar jalan kaki atau berenang. Kondisi tubuh fit, akan membuat proses pemulihan jadi lebih cepat.

- Bicarakan dengan dokter
Tiap kondisi tubuh pasti berbeda-beda, untuk itu pastikan membicarakan dengan dokter sedetail mungkin terkait keluhan yang dialami. Terutama jika ibu menjalani kehamilan berisiko tinggi. Mintalah informasi sedetail mungkin, agar ibu merasa tenang. Jika memang ada persiapan khusus dari dokter yang harus dijalani, lakukan dengan baik.

- Bawa selimut tebal
Selimut tebal ini sangat penting, karena setelah operasi, ibu seringkali merasa menggigil kedinginan. Obat anastesti, suhu dingin ruang operasi, sementara ibu hanya mengenakan baju operasi akan memicu rasa mengigil yang hebat. Untuk itu lebih baik bawa selimut tebal ekstra. Selimut bisa digunakan setelah berada di kamar perawatan.

- Lakukan hal yang bisa mengurangi rasa panik
Level rasa panik biasanya akan sangat tinggi saat sudah berada di dalam ruang operasi. Menatap lampu yang begitu besar, dengan suara peralatan dokter. Beberapa RS memperbolehkan pasien memilih lagu untuk diputar selama operasi.

Jangan segan untuk menanyakannya. Cara ini cukup efektif untuk membuat pasien jadi lebih rileks saat operasi.

 

Join Dream.co.id