'Nintendoitis', Cedera Otot Anak Saat Terlalu Banyak Main Games

Anak bermain game konsol/ foto: shutterstock
DO IT YOURSELF  |  7 Januari 2021 08:02

Tak bisa melakukan banyak aktivitas, gadget dan video games jadi andalan bagi anak sebagai sumber hiburan.

Reporter : Mutia Nugraheni

Belajar Banyak

Hal itu adalah perkembangan utama kognitif mereka dan bisa jadi tanda kalau anak mulai memahami bahwa mereka dapat memengaruhi lingkungannya. Saat anak mengeksplorasi dan bereksperimen dengan objek di sekitarnya, dia sudah menggunakan indera dan fisiknya untuk memperluas pemikirannya.

"Ini memperkenalkannya pada konsep dan penemuan baru, termasuk bagaimana objek berhubungan satu sama lain dan sebab dan akibat. Di otaknya penuh rasa penasaran 'kotak apa ini dan apa yang dapat saya lakukan dengannya? Akankah tangan saya muat di dalam? Apa lagi yang bisa saya masukkan ke dalamnya? Apa yang akan terjadi jika saya membalik kotak itu?," kata Beriswill.

Bayi memang sebenarnya tak memerlukan mainan mahal, tapi lebih kepada stimulus dari orangtuanya. Selalu mendampingi mereka, membiarkan anak bereksplorasi dan belajar dengan memanfaatkan barang-barang sekeliling yang ada di rumah dan tentu saja aman untuknya.

Sumber: SmartParenting

Selanjutnya : Telinga Bayi Alami Infeksi, Orangtua Sering Tak Menyadari
Biaya Haji 2021 Diperkirakan Naik Jadi Rp 44 juta, Ini Hitunganya
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Atta Halilintar Tersandung Ucapan Soal Suami
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :