Napas Anak Berbau, Bisa Jadi Ada Masalah Kesehatan

Do It Yourself | Jumat, 31 Januari 2020 12:03

Reporter : Mutia Nugraheni

Perhatikan gejala-gejala berikut.

Dream - Aroma napas yang tak sedap pada anak biasanya sangat terasa pada pagi hari setelah ia bangun tidur. Hal ini wajar karena aktifnya bakteri yang ada di mulut pada malam hari.

Pada beberapa kasus, napas berbau pada anak bisa jadi tanda adanya masalah kesehatan. Terutama jika aroma tak sedap dari mulutnya semakin lama semakin parah dan anak kehilangan nafsu makan.

Jika si kecil mengalami hal tersebut, segera periksa kondisi mulutnya. Bisa jadi beberapa hal ini penyebabnya.

Bakteri di lidah
Lidah adalah tempat bakteri mengendap di mulut. Sisa makanan berupa partikel kecil kerap menumpuk di lidah dan memicu perkembangbiakan bakteri. Untuk itu, jangan hanya menyikat gigi si kecil. Sikat juga lidahnya secara teratur.

 

 

 

Napas Anak Berbau, Bisa Jadi Ada Masalah Kesehatan
Bau Mulut Anak (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Mulut kering

Mengisap jari atau menggunakan dot dapat menyebabkan mulut kering pada anak-anak. Kebiasaan ini juga dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri di mulut dan menyebabkan bau mulut.

Jika air liur yang cukup tidak diproduksi di mulut bakal memicu xerostomia, yaitu gangguan mulut kering yang menyebabkan bau mulut.

 

 

 

3 dari 6 halaman

Penyakit gusi

Anak-anak juga bisa mengalami penyakit gusi karena kurangnya perawatan yang tepat. Infeksi dapat disebabkan oleh kadar gula yang tinggi dalam makanan mereka atau karena kebersihan gigi yang buruk. Gingivitis atau penyakit gusi juga merupakan kondisi peradangan yang menyebabkan bau mulut pada anak-anak

Jika melihat gejala penyakit gusi seperti bengkak dan gusi berdarah segeralah konsultasi dengan dokter gigi anak.

 

4 dari 6 halaman

Kebersihan mulut yang buruk

Kebersihan mulut dan gigi yang buruk adalah salah satu penyebab bau mulut yang paling umum, kerap disebut halitosis. Menyikat gigi tidak teratur atau tidak bersih bisa memicu residu plak gigi di mulut anak.

Plak gigi adalah akumulasi bakteri yang tumbuh pada sisa partikel makanan atau protein di antara gigi. Bau mulut secara khusus disebabkan oleh bakteri anaerob yang menumpuk di plak. Plak gigi biasanya ditemukan di antara gigi, di depan dan di belakang gigi, dan di sepanjang garis gusi.

Akumulasi plak di mulut tidak hanya menyebabkan bau mulut, tetapi juga masalah mulut lainnya seperti penyakit gusi dan kerusakan gigi. Selalu ajak anak gosok gigi jelang tidur dan pastikanya giginya disikat dengan benar.

Sumber: MomJunction

5 dari 6 halaman

Orangtua Bisa 'Tularkan' Gigi Berlubang Pada Anak

Dream - Masalah gigi berlubang pada anak kerap dianggap sepele. Biasanya, karena gigi anak merupakan gigi susu yang akan copot dan bakal ada gigi pengganti. Gigi berlubang pada anak bisa memicu kesakitan hingga kehilangan nafsu makan dan berat badannya turun drastis.

Penting diketahui kalau gigi yang berlubang atau karies pada anak disebabkan bukan hanya karena kurang disiplin dalam menyikat dan membersihkan gigi, tapi juga karena 'ditularkan' oleh orangtua.

Karies gigi ini, dikutip dari Parents, disebabkan oleh kuman tertentu dan bisa menyebar dengan mudah dalam keluarga, bahkan dapat bertahan seumur hidup. Karies gigi lebih sering terjadi pada anak-anak dibandingkan penyakit kronis lainnya, termasuk asma dan diabetes.

Menurut The National Institute of Dental and Craniofacial Research, sekitar 42% anak-anak berusia 2 hingga 11 tahun memiliki karies gigi yang mempengaruhi gigi primer atau gigi tetap.

" Kerusakan gigi dimulai dengan sekelompok kuman yang disebut streptococcus. Kuman ini memakan gula dan menghasilkan asam yang menggerogoti struktur gigi dengan menipiskan kalsium," ujar Burton Edelstein, D.D.S, direktur pendiri Proyek Kesehatan Gigi Anak-Anak di AS.

 

6 dari 6 halaman

Kerap Ditularkan Ibu

Plak kekuningan yang menumpuk di gigi akan menipiskan enamel gigi. Setelah itu, area tanpa kalsium menjadi cukup besar, dan permukaan gigi akan hancur.

Bayi dilahirkan tanpa bakteri berbahaya di mulutnya. Penelitian membuktikan bahwa ibu biasanya menginfeksi kuman streptococcus pada anak-anaknya ketika usia anak sebelum 2 tahun.

" Hal itu terjadi ketika mentransfer air liur ke mulut anak dengan berulang kali, melalui sendok makan yang sama. Jika ibu mengalami gigi berlubang, maka kuman akan dengan mudah menulari anak," kata Burton.

Saat mulut anak dimasuki kuman karies, maka ia akan sangat rentan terhadap gigi berlubang. Jadi bukan hanya penting untuk menjaga kesehatan gigi anak, orangtua juga harus melakukan hal yang sama.

Jika mengalami gigi berlubang, segera lakukan pemeriksaan rutin. Ajak juga si kecil rutin ke dokter gigi, agar kondisi giginya selalu sehat dan tak menghambat tumbuh kembangnya.

 

 

 

 

Join Dream.co.id