Nagita Slavina Operasi Caesar Pakai Metode Eracs

Do It Yourself | Jumat, 26 November 2021 12:08

Reporter : Mutia Nugraheni

Ia menjalani konsultasi dan pemeriksaan fisik dengan dokter spesialis anestesi.

Dream - Nagita Slavina hari ini 26 November 2021 sudah berada di Rumah Sakit Bunda Jakarta untuk menjalani operasi caesar. Lewat video yang diunggah di Youtube Rans Entertainment, istri Raffi Ahmad itu baru saja menjalani pemeriksaan oleh dokter Dian Citra, spesialis anestesi.

Operasi caesar termasuk operasi besar, sehingga pemeriksaan detail harus dilakukan. Nantinya Nagita akan ditangani oleh beberapa dokter spesialis. Antara lain dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dokter spesialis anastesi dan dokter spesialis anak yang memantau kondisi janin dalam kandungannya selama dan sesudah operasi.

Lewat pernyataan dr. Citra, Nagita diketahui bakal menjalani metode Eracs dalam operasi caesar kali ini. Metode satu ini memang tengah naik daun, karena bisa meminimalkan rasa sakit ibu setelah operasi.

 Nagita© Rans Entertainment

" Tiga puluh menit berikutnya nanti kita bantu berdiri, untuk menilai obat biusnya masih ada atau tidak. Makanya kita pakai Eracs kan," kata dr. Citra pada Nagita.

 

Nagita Slavina Operasi Caesar Pakai Metode Eracs
Raffi Dan Nagita
2 dari 5 halaman

Lalu apa itu metode Eracs?

Dikutip dari EMC.id, Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) adalah tehnik operasi yang dikembangkan untuk mempercepat perawatan dan juga mempercepat penyembuhan pasien. Untuk di bidang obstetri dinamakan ERACS ( Enhanced Recovery After Cesarean Surgery) sehingga memungkinkan lama perawatan di rumah sakit tidak lebih dari 24 jam.

Di negara-negara maju seperti Amerika dan Jepang, lama perawatan pasca operasi menjadi isu. Hal ini membuat tim medis berupaya untuk memperpendek lama perawatan dan penyembuhan pasien pasca operasi.

Saat ini di Indonesia teknik tersebut mulai banyak dilakukan di berbagai RS. Dibutuhkan kerjasama yang solid untuk menjalani operasi ini yaitu Dokter Operator, Dokter Anestesi, Dokter Anak, Dokter gizi dan keperawatan yang dilakukan pada saat pre operasi, intra operasi maupun pasca operasi

Dokter operator berperan dalam penegakan diagostik, menilai tingkat kelayakan operasi, menentukan juga tingkat kesulitan yang akan dihadapi di ruang operasi, teknik pemilihan pendekatan operasi, modalitas alat yang akan digunakan, dan lebar insisi jika dilakukan metode open surgery.



3 dari 5 halaman

Luka Seminimal Mungkin

Untuk sayatan pada teknik ERAS/ ERACS dilakukan menggunakan pisau dengan ketajaman khusus dan ukuran kecil. " Sekali sayatan bisa sampai lapisan fascia, sehingga kerusakan jaringan bisa minimal,” ujar dr. Kondang Usodo, Sp.OG (Spesialis Kebidanan dan Kandungan).

Sayatan dilakukan seminimal mungkin, pengambilan jaringan juga dilakukan tanpa merusak jaringan yang sehat, sedapat mungkin menghindari memotong dan menjahit otot, dan ketika dokter operator menjahit fascia akan mengutamakan teknik jahitan satu-satu. Pasien akan diberikan minuman manis 2 jam sebelum tindakan operasi agar dapat membantu untuk mobilisasi setelah tindakan.

Dokter akan membebaskan perlengketan antar jaringan sehingga pasien terhindar dari rasa nyeri pasca penyembuhan, mengembalikan posisi jaringan yang disayat dan secara end to end pada jaringan yang sama serta memilih benang dan teknik jahitan yang tidak mengganggu pergerakan pasca operasi

Sebelum pembedahan, dokter anastesi berperan melakukan assesment, memilih jenis anestesi yang paling sesuai dan mempercepat pemulihan pasien. Lalu melakukan anestesi dengan jarum model pencan yang berukuran sangat kecil. Dokter juga mengawasi dan memberikan pelayanan pain management selama pasien dioperasi sampai diperbolehkan pulang, infus dan kateter segera setelah 2 jam pasca operasi.

Untuk tehnik ERACS ( Enhanced Recovery After Cesarean Surgery) ternyata memungkinkan pasien sudah dapat duduk sambil menyusui setelah 2 (dua) jam pasca operasi. Penjelasan selengkapnya baca di sini.

4 dari 5 halaman

Dokter Peringatkan Kondisi Janin Nagita yang Lingkar Perutnya Kecil

Dream - Nagita Slavina sedang mempersiapkan diri untuk menjalani persalinan anak keduanya. Sederet pemeriksaan dilakukan, salah satunya adalah konsultasi fetomaternal dengan dokter khusus. Pemeriksaan fetomaternal adalah pemeriksaan kehamilan ultrasound yang bertujuan untuk mendeteksi kelainan pada janin secara dini.

Kali ini Nagita berkonsultasi dengan dr. Aditya Kusuma SpOG di RS Bunda. Dari pemeriksaan diketahui kalau janin dalam rahim Nagita beratnya sekitar 2,4 Kg, lebih kecil dibandingkan ketika Rafathar saat masih dalam kandungan.

" Gimana dok, makannya kurang ya?," tanya Raffi dan video pemeriksaan kehamilan Nagita yang diunggah di YouTube Channel Rans Entertainment.

" Beratnya masih 2,4, beratnya sebenarnya aman tapi kalau sama dengan usia saat kehamilan Rafathar, 3,6 ya," jawab dr. Aditya Kusuma.

 Raffi dan Nagita konsul© Youtube Rans

Saat hamil anak kedua, ternyata Nagita agak sulit makan. Menurut Raffi, istrinya tersebut tak suka makan karbohidrat dan cenderung lebih menjaga berat badannya.

" Dia makannya juga susah dok, sok-sok diet, jaga-jaga makan," kata Raffi.

 

5 dari 5 halaman

Lingkar Perut Janin Kecil

Kondisi janin yang cenderung lebih kecil dibanding Rafathar saat dalam kandungan menjadi perhatian dokter. Terutama karena lingkar perut janin tergolong kecil.

" Artinya di minggu yang sama, secara grafik masih normal, cuma yang jadi concern buat saya, lingkar perutnya kecil, normal kan di antara garis merah," ungkap dr. Adit.

Penjelasan dokter membuat Nagita jadi lebih bersemangat untuk mengejar berat badan bayinya. Raffi pun mengungkap kalau Nagita sangat jarang mengonsumsi karbohidrat.

" Berarti kurang makan, emang dia jarang makan karbo sih," kata Raffi.

 

Join Dream.co.id