Muncul Sesak Napas Saat Hamil, Kapan Harus ke Dokter?

Do It Yourself | Selasa, 12 November 2019 12:02
Muncul Sesak Napas Saat Hamil, Kapan Harus ke Dokter?

Reporter : Mutia Nugraheni

Perubahan fisik dan hormon secara drastis adalah penyebabnya.

Dream - Salah satu keluhan yang kerap terjadi pada ibu hamil dan sangat menganggu adalah sesak napas. Napas menjadi lebih pendek dari biasanya.

Saat melakukan aktivitas ringan saja, seperti berjalan kaki atau mengambil minuman di kulkas napas terasa sangat berat. Tak jarang saat duduk karena kelelahan, napas menjadi sangat sulit dan sesak.

Perubahan fisik dan hormon secara drastis adalah penyebabnya. Hal ini memang sangat tidak nyaman, terutama jika ibu juga harus bekerja atau mengurus anak yang lebih besar.

Penting bagi ibu hamil untuk mengetahui gejalanya, dan kapan harus menghubungi dokter. Tentunya demi kesehatan ibu dan janin.

 

2 dari 6 halaman

Dyspnea

Ini merupakan istilah medis untuk sesak napas dan merupakan gejala kehamilan yang sangat umum. Faktanya, sekitar 60 - 70% ibu hamil mengatakan kadang-kadang mereka merasa sesak napas.

Ibu hamil mengalami dyspnea ketika merasa terasa sulit untuk bernapas atau seolah-olah sedang bernapas sangat berat. Gejala yang paling terasa antara lain dibutuhkan usaha lebih untuk menarik napas.

Ada sesak di tenggorokan atau dada. Ibu juga mungkin merasa seolah-olah jalan napas atau paru-paru bekerja lebih keras dari biasanya. Lalu, lebih sulit untuk mendapatkan udara melalui tenggorokan dan masuk ke paru-paru.

Ibu bisa merasa sesak napas kapan saja selama kehamilan, tetapi keluhan ini lebih sering terjadi pada trimester terakhir.

 

3 dari 6 halaman

Kapan Harus ke Dokter?

Sesak napas selama kehamilan biasanya akan hilang dengan perubahan posisi dan istirahat sejenak. Ada beberapa kondisi jika sesak napas juga disertai keluhan dan tanda-tanda lain.

Gejala lainnya yaitu batuk disertai sesak napas yang terus memburuk, kesulitan berbicara, jantung berdegup kencang, nyeri dada, merasa pusing atau pingsan dan demam. Segera konsultas dengan dokter jika sesak juga disertai pembengkakan, napas berbunyi mengi atau bibir membiru.

Sumber: Verywell

4 dari 6 halaman

Rutin Lakukan Pemeriksaan USG Saat Hamil, Ketahui Alasannya

Dream - Saat tahu tengah berbadan dua melalui test-pack, ibu dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Nantinya dokter akan melakukan pemeriksaan ultrasonogrofi (USG).

Pemeriksaan ini sangat penting untuk mengetahui kondisi janin dalam kandungan secara detail. Lalu apa itu pemeriksaan ultrasonogrofi?

Utrasonografi merupakan gambar gelombang suara yang membantu dokter melihat struktur janin dan ibu internal. Alat USG, seperti diktuip dari Parents, akan memindai perut ibu atau menggunakan alat yang dimasukkan ke dalam vaginanya.

Nantinya alat tersebut akan mentransmisikan gelombang suara frekuensi tinggi yang bergema kembali dan diubah menjadi gambar di layar video. Gambar ini menunjukkan janin di dalam rahim. Seringkali, orang tua akan diberikan cetakan USG untuk disimpan.

 

 

5 dari 6 halaman

Dengarkan detak jantung bayi

Pemeriksaan USG bisa dilakukan sejak usia awal kehamilan. Akan lebih detail jika dilakukan pada usia kehamilan enam minggu, karena detak jantung bayi mulai terdengar.

Kondisi detak jantung bayi ini bisa jadi indikasi kesehatannya secara keseluruhan.

Lalu pada usia 20 minggu, jenis kelamin bayi sudah bisa diketahui melalui USG. Namun, dalam beberapa kasus jenis kelamin bayi sulit dideteksi. Biasanya karena posisi janin yang menutupi alat kelaminnya.

 

6 dari 6 halaman

Mengapa USG harus rutin dilakukan selama kehamilan?

Ada beberapa alasan mengapa pemeriksaan USG dianjurkan untuk dilakukan setiap pemeriksaan. Berikut beberapa penyebabnya:

Menentukan usia bayi
Di awal kehamilan, USG membantu akurat tanggal kehamilan. Sekitar 30 persen kehamilan memiliki masalaj. Pemeriksaan USG, biasanya dijadwalkan antara 12 dan 16 minggu.

Identifikasi kelainan janin
Dokter bisa melihat perkembangan janin secara rinci dengan USG. Hal ini dilakukan dengan pemindaian anatomi pada usia 18 hingga 22 minggu.

Menentukan posisi dan ukuran bayi
Menjelang akhir kehamilan, dengan USG, dokter dapat melihat bayi dalam posisi sungsang dan menentukan apakah bayi terlalu besar untuk masuk melalui rongga panggul ibu.

Menilai komplikasi kehamilan
USG juga bisa membantu dokter melihat sumber perdarahan dan mengidentifikasi kemungkinan komplikasi seperti plasenta previa.

Join Dream.co.id