Muncul Bau Mulut Saat Hamil, Ternyata Ini Sebabnya

Do It Yourself | Senin, 26 April 2021 12:05
{IMAGE_NORMAL}

Reporter : Mutia Nugraheni

Beberapa ibu hamil mengeluhkan mulut jadi berbau tak sedap.

Dream - Bau mulut atau juga dikenal sebagai halitosis, didefinisikan sebagai bau tak sedap yang berasal dari mulut atau rongga berisi udara, seperti hidung, sinus, dan faring. Pada 90% kasus, bau hanya berasal dari rongga mulut dan hal ini sering terjadi pada ibu hamil.

Lalu apakah penyebab bau mulut berhubungan dengan kehamilan? Bau mulut saat hamil biasanya terjadi sebagai akibat dari perubahan hormon yang terjadi pada tubuh.

" Bau tak sedap dari mulut muncul karena senyawa sulfur yang mudah menguap (VSCs), yang utamanya adalah hidrogen sulfida dan metil merkaptan. Banyak bakteri mulut menghasilkan senyawa ini yang menyebabkan bau tak sedap," dr. Ritika Shah, dikutip dari MomJunction.

Ibu hamil bisa mengalami masalah bau mulut lebih sering, karena kondisi hormon. Peningkatan hormon kehamilan dalam tubuh dapat membuat mulut menjadi tempat berkembang biak yang ideal untuk plak.

" Peningkatan kadar estrogen dan progesteron dapat memperburuk respons gusi terhadap plak dan menyebabkan radang gusi atau gusi yang meradang. Gusi bengkak memiliki kantong di mana makanan bersarang dan menyebabkan bau tak sedap," ujar dr. Ritika.

 

{IMAGE_PAGING}
2 dari 6 halaman

Mual dan Muntah

Tak hanya itu, mual dan mutah juga bisa memicu bau mulut. Sering muntah menyebabkan terciptanya lingkungan asam di mulut dan selanjutnya terjadi demineralisasi gigi. Itu membuat gigi lebih rentan terhadap penumpukan dan pembusukan makanan, yang dapat menyebabkan bau tak sedap.

Penting bagi ibu untuk minum banyak air untuk redakan mual dan muntah. Banyak minum juga mencegah dehidrasi yang bisa sebabkan bau mulut.

" Dianjurkan untuk minum lebih banyak air selama kehamilan untuk mengkompensasi kehilangan cairan akibat muntah atau buang air kecil berlebihan. Minum lebih sedikit air dapat menyebabkan dehidrasi dan mulut kering, yang dapat menyebabkan bau tak sedap," pesan dr. Ritika.

Untuk mengurangi aroma tak sedap di mulut, pastikan juga sikat gigi secara rutin dan bersihkan sisa makanan dengan benang gigi. Berkumur rutin dengan air garam juga bisa dilakukan.

3 dari 6 halaman

Gejala Hamil yang Tak Biasa, Jangan Kaget Jika Mengalaminya

Dream - Mual di pagi hari, muntah, atau sangat ingin makanan tertentu alias ngidam makanan merupakan gejala kehamilan yang umum. Tak heran kalau para ibu hamil yang mengalami hal tersebut tak terlalu panik.

Tak semua ibu mengalami gejala kehamilan yang sama. Ada juga yang malah tak mengeluh adanya mual atau pusing sama sekali. Sebaliknya, ada yang merasa aneh karena muncul gejala yang tak pernah dirasakan sebelumnya.

Seperti gejala-gejala tak biasa berikut yang mungkin dialami Sahabat Dream saat hamil. Apa saja gejala kehamilan tersebut?

 Gejala Hamil yang Tak Biasa, Jangan Kaget Jika Mengalaminya
© MEN

Rambut lebih lebat
Hormon, terutama estrogen tingkat tinggi selama kehamilan. Hal ini dapat memperpanjang fase pertumbuhan rambut dan mencegah rambut rontok. Dengan demikian, rambut pun bisa menjadi lebih penuh atau lebih tebal. Beberapa ibu bahkan mengungkap kalau kondisi rambutnya sangat berkilau saat hamil. Hormon memegang peran penting dalam hal ini.

Muncul rasa logam
Kadar estrogen yang meningkat pada awal kehamilan dapat menyebabkan rasa logam yang aneh di mulut. Ini dapat memperburuk gejala mual dan muntah kehamilan, yang menyebabkan keengganan untuk jenis makanan tertentu. Mual mungkin respons dari peningkatan cepat serum human chorionic gonadotropin (HCG). Makan dan minum apapun, rasanya seperti ada logam di dalamnya, padahal tidak. Itu karena hormon mempengaruhi indera pengecap ibu.

 

4 dari 6 halaman

Mimpi Buruk dan Kembung

Mimpi buruk

Beberapa ibu kerap kali mengalami mimpi buruk setelah tahu dirinya tengah hamil. Mimpi bisa aneh atau menakitkan. Bukan hanya saat malam hari, tapi juga saat tidur siang. Hal ini bisa jadi karena faktor psikis ibu yang kerap waspada terhadap kehamilannya dan selalu berusaha mencegah kemungkinan terburuk.

Dampaknya adalah level kecemasan meningkat dan mempengaruhi kualitas tidur. Mimpi buruk bisa jadi tanda level kecemasan ibu sedang tinggi.

Perut keroncongan

Perut bisa mengeluarkan suara dan selalu terasa kembung. Ini biasanya ketika tidak makan atau minum. Ibu juga mungkin sering merasa lapar, dan nafsu makan meningkat. Saat hamil, ibu memang dianjurkan untuk makan dalam porsi lebih kecil tapi sering. Selalu sediakan camilan dan minuman dalam tas yang bisa dikonsumsi kapan saja saat harus beraktivitas di luar.

Sumber: MomJunction

 

5 dari 6 halaman

Tak Perlu Panik Muncul Nyeri Payudara Saat Hamil

Dream - Kehamilan membuat payudara mengalami berbagai perubahan fisiologis untuk mempersiapkan menyusui. Kondisinya akan bengkak dan membesar, terkadang muncul rasa sakit.

Nyeri payudara bisa terjadi paling cepat satu hingga dua minggu setelah terjadinya pembuahan. Menurut survei yang dilakukan oleh American Pregnancy Association, 17% ibu melaporkan perubahan pada payudara sebagai gejala awal kehamilan.

" Gejala kehamilan bervariasi, dan tidak semua ibu mengalami nyeri payudara. Terkadang, nyeri payudara juga bisa menjadi tanda dimulainya siklus menstruasi. Karena itu, lakukan tes kehamilan di rumah atau temui dokter untuk memastikan kehamilan," ujar dr. Sangeeta Agrawal, spesialis kebidanan, dikutip dari MomJunction.

Selama awal kehamilan, ibu mungkin mengalami nyeri di satu titik tertentu atau di satu atau kedua payudara. Dalam beberapa kasus, bisa juga mengalami nyeri ringan atau nyeri yang menjalar ke ketiak.

 

6 dari 6 halaman

Sensasi yang Muncul

Berikut beberapa sensasi nyeri yang muncul pada payudara saat hamil:
- Sensasi kesemutan di payudara
- Nyeri pada satu payudara atau keduanya
- Sensitivitas payudara meningkat, terutama selama kehamilan lanjut
- Nyeri payudara selama kehamilan bisa ringan, menusuk atau tajam

Apa penyebabnya?

" Sekresi beberapa hormon selama kehamilan menyebabkan nyeri dan nyeri pada payudara. Pada trimester pertama, payudara mengalami perubahan karena pelepasan hormon estrogen, progesteron, dan prolaktin," kata dr Sangeeta.

Hormon tersebut menyebabkan pertumbuhan pembuluh darah dan proliferasi lobulus susu. Perubahan ini dapat meningkatkan sensitivitas dan nyeri payudara.

Lalu pada trimester kedua dan ketiga, nyeri karena peningkatan kadar hormon progesteron, proliferasi lobulus susu menjadi lebih menonjol. Progesteron juga dapat menyebabkan sensasi kesemutan di payudara.

Hal itulah yang membuat payudara terasa nyeri. Jika nyeri semakin hebat atau ada luka di payudara dan tak kunjung mereda, segera konsultasikan dengan dokter.

Join Dream.co.id