Catat, Zat yang Wajib Ada di Susu Formula Bayi

Do It Yourself | Senin, 1 Juli 2019 18:07

Reporter : Annisa Mutiara Asharini

Perhatikan kadungan gizinya.

Dream - Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan adalah cara optimal untuk memberi nutrisi kepada bayi. Sebab, ASI merupakan gizi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi sehat.

Di atas usia enam bulan tentunya kebutuhan gizi bayi meningkat. Susu formula bisa menjadi pendamping alternatif sebagai asupan nutrisi tambahan.

Namun perlu diingat bahwa susu formula hanya sebagai pendamping, bukan yang utama. ASI harus tetap diberikan hingga si kecil mencapai usia 2 tahun.

Memilih susu formula juga tidak bisa sembarangan. Ada beberapa zat penting yang harus ada di dalamnya.

“ Susu formula baik untuk tambahan nutrisi anak, harus disertai dua zat penting didalam nya, Sialic Acid dan Sphingomyelin,” ujar Dokter Spesialis Tumbuh Kembang Anak, Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, SpA (K) di acara peluncuran fitur Teman 123, Bogor, Jawa Barat,beberapa waktu lalu.

Frisian Flag, perusahaan susu yang berdiri sejak 1922 membantu Ibu memenuhi tambahan nutrisi anak melalui produk susu bubuk pertumbuhan nya, Frisian Flag 123 PRIMANUTRI dan Frisian Flag 456 PRIMANUTRI.

 Frisian Flag
© Foto: Alfi Salima Puteri

 

Catat, Zat yang Wajib Ada di Susu Formula Bayi
Foto: Shutterstock
2 dari 5 halaman

Zat untuk Sel Otak Anak

Susu tersebut mengandung Sialic Acid dan Sphingomyelin, dua hal penting bagi pertumbuhan anak dan tidak dapat ditemukan dalam produk sejenis.

 Buat Otak Anak Jadi Lebih Fokus dengan Aktivitas Ini
© MEN

Sialic Acid adalah karbohidrat yang merupakan bagian dari gangliosida, dibutuhkan untuk membangun gangliosida membran sel otak/saraf. Gangliosida berada di ujung sel-sel saraf (sinaps), yang berperan penting dalam proses penghantaran impuls dari satu sel saraf ke lainnya, yang berpengaruh terhadap kecepatan proses pembelajaran dan pembentukan memori.

Peranan Sphingomyelin sendiri berada dalam pembentukan myelin dan berfungsi untuk menyelimuti sel syaraf yang akan membantu impuls pada sel tersebut.

Sedangkan myelin adalah lembar yang kaya lipid dimana komponen utamanya adalah sphingomyelin. Fungsi dari Myelin ini sendiri untuk mempercepat impuls dari satu sel syaraf ke yang lainnya, termasuk otot dan sel.

Laporan : Alfi Salima Puteri

3 dari 5 halaman

Jus Susu Kurma untuk Ibu Menyusui Selalu Fit Saat Puasa

Dream - Berpuasa saat masih menyusui memang memiliki tantangan tersendiri. Sebagai ibu kita tentu ingin memberi nutrisi terbaik untuk si kecil, yaitu ASI. Di sisi lain sebagai seorang muslimah, kita ingin menjalani ibadah puasa secara penuh.

Nah, bagi Sahabat Dream yang sedang menyusui dan tetap berpuasa, cobalah minum susu kurma untuk membuat tubuh tetap fit dan tak mudah lemas. Untuk membuat jus susu kurma ini mudah sekali bahkan ada sejumlah cara yang bisa dipilih.

Jus Susu Kurma Sederhana
Kita bisa menggunakan 7 butir kurma, 60 ml air matang, dan 150 ml susu cair. Ambil daging kurmanya, rendam selama 8 jam (bisa dilakukan setelah salat isya), lalu pada saat sahur haluskan daging kurma, air, dan susu dengan blender. Bisa diminum 10 menit setelah makan nasi saat sahur.

Bisa Tambahkan Madu atau Pisang 
Untuk efek yang lebih kenyang, kita bisa menambahkan buah pisang. Jadi, daging kurma yang sudah direndam, air, susu, dan pisang bisa dihaluskan bersamaan dengan blender. Jika ingin rasanya lebih manis, kita bisa menambahkan madu secukupnya. Jus susu kurma perlu diminum saat baru selesai diblender agar nutrisinya bisa terserap dengan baik oleh tubuh.

Kurma kaya akan kandungan vitamin (B1, B2, B3, B5, A, dan C) dan mineral. Bebas kolesterol dan juga rendah lemak. Kurma juga kaya protein dan serat. Sangat baik dikonsumsi saat sahur atau berbuka untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh dan menjaga pencernaan.

Tetap imbangi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih cukup. Sayur dan buah untuk sahur dan berbuka juga perlu disediakan. Kegiatan memompa ASI dan menyusui juga tetap perlu dilakukan secara rutin agar produksi ASI tetap lancar.

Laporan Endah Wijayanti/ Sumber: Fimela.com

 

4 dari 5 halaman

Bayinya Diberi Susu Formula oleh Pengasuh, Ibu Ini Tempuh Jalur Hukum

Dream - Seperti kebanyakan ibu, Lynn Wojton, berusaha keras untuk memberikan bayinya air susu ibu (ASI) secara ekslusif selama 6 bulan. Setelah melahirkan, ia merekrut pengasuh bayi bernama Maria Marshall dan memberitahu hal tersebut.

Dua hari setelah pulang dari rumah sakit, Wojton pun menyusui bayinya seperti biasa di rumah. Sang bayi tidur bersama Marshall di kamar lain. Wojton meminta Marshall untuk membangunkannya kapan pun saat si bayi kehausan.

Pada hari ketiga, Marshall tak membangunkannya sama sekali. Saat ditanya Wojton, Marshall mengaku telah memberi bayi tersebut susu formula.

" Aku sangat sedih dan kecewa, ini yang bukan aku inginkan untuk bayiku," ungkap Wojton seperti dikutip dari Cafemom.

Rupanya masalah tersebut bagi Wojton yang tinggal di Amerika Serikat ini, hal yang dilakukan Marshall menimbulkan kerugian besar.

Tak main-main, jalur hukum diambilnya. Ia menuntut sang pengasuh karena memberi bayinya susu formula. Gugatan yang diajukan sebesar US $10.000 atau Rp142 juta.

5 dari 5 halaman

Berikan Porsi Susu yang Pas, Jangan Sampai Anak Obesitas

Dream - Susu dianggap minuman wajib bagi anak-anak. Padahal ketika usianya sudah lebih dari satu tahun, susu hanya sebagai pelengkap saja. Untuk itu penting memperhatikan asupan makanan harian dan porsi susunya.

Jangan sampai porsi makan harian sudah banyak, sementara porsi susu juga cukup besar. Jika tidak dikontrol bisa meningkatkan risiko obesitas pada anak.

" Ini yang sering salah. Si anak makannya oke, nih. Akan tetapi jumlah susu yang diminum juga enggak berubah, tetap banyak," kata Pakar Tumbuh Kembang Anak, Prof Dr dr Rini Sekartini SpA(K), saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

Rini sering menemukan kasus, anak yang sangat suka makan dan juga sangat menyukai susu. Anak tersebut bahkan bisa menenggak satu liter susu setiap harinnya.

" Akhirnya, pada saat pengukuran, ukurannya dia bisa sampai paling atas," kata Rini.

Akibat dari kebiasaan itu, ditambah pula kurangnya aktivitas fisik pada anak, obesitas di usia dini sulit dihindari. Susu memang diperlukan untuk 'menabung' kalsium, namun tidak berlebihan.

" Susu tidak dapat menggantikan makanan yang harus dikonsumsi anak, sesuaikan saja porsinya dengan kebutuhan anak," ujarnya.

Rini juga mengingatkan pentingnya membiasakan anak-anak untuk berolahraga. Hal ini agar mereka terhindar dari obesitas dan terbiasa berolahraga.

Sumber: Aditya Eka Prawira/ Liputan6

 

Join Dream.co.id