Momen Ayah 'Nongkrong' Jemur Bayi, Layak Dicontoh

Do It Yourself | Senin, 14 Juni 2021 12:03

Reporter : Mutia Nugraheni

Para ayah bisa menggendong bayinya yang baru lahir tanpa kaku.

Dream - Membentuk ikatan antara orangtua dan anak dimulai sejak janin dalam kandungan. Para ayah penting untuk selalu berusaha dekat dengan buah hati. Lalu setelah bayi lahir, bisa mulai dengan belajar menggendong dan menjemurnya.

Bayi butuh kehangatan pelukan orangtua dan sinar matahari pagi agar selalu sehat. Sebuah momen manis diunggah Bidan Novel, yang dikenal dengan metode persalinan 'tiup-tiup'. Sang bidan memperlihatkan para ayah yang berkumpul di area luar kliniknya untuk menjemur bayi.

 Ayah jemur bayi
© Instagram Bidan Novel

Dengan telaten, bayi yang baru lahir tersebut digendong para ayah sementara ibunya masih dalam tahap pemulihan setelah persalinan. Bukan hanya sekadar menjemur bayinya, momen ini juga penting agar tercipta ikatan antara ayah dan anak sejak dini.

 

Momen Ayah 'Nongkrong' Jemur Bayi, Layak Dicontoh
Instagram Bidan Novel
2 dari 6 halaman

Tengok Videonya

Rupanya di klinik Bidan Novel, para suami juga diajarkan bagaimana mengasuh bayi. Ingat, bikinnya berdua mengurusnya juga harus berdua. Lihat saja videonya.

      View this post on Instagram

A post shared by Novelita Damanik (@bidan_novel)

3 dari 6 halaman

Viral, Lahiran Tiup-tiup Minim Trauma ala Bidan Novel

Dream - Seorang bidan yang praktik di Depok, Jawa Barat sedang jadi perbincangan di dunia maya. Hal ini lantaran ia menginisiasi metode persalinan 'tiup-tiup'. Persalinan ini diklaim minim trauma dan tanpa robek.

Melalui akun Instagramnya @bidan_novel, perempuan bernama asli Novelita Damanik ini memperlihatkan bagaimana ia mendampingi para ibu hamil dengan tenang, penuh dengan motivasi agar persalinan berjalan lancar. Tidak mengejan dan minim trauma.

" Kalau ingin berhasil tiup-tiup tidak robek, intinya harus memberdayakan diri sejak hamil. Banyak pergerakan, secara tidak sadar bunda mendorong bayinya ke bawah sejak usia kehamilan 26 minggu mulai latihan sedikit demi sedikit," ujar Bidan Novel dalam akun Instagramnya.

 Bidan Novel
© Instagram Bidan Novel

Menurutnya, selama hamil ibu perlu banyak bergerak. Terutama ketika kehamilan memasuki usia 26 minggu.

" Terapkan berjalan kaki, pekerjaan rumah, seminggu sekali ada berat pekerjaannya, sehingga terlatih ototnya, berproses dari sedikit demi sedikit, saat hamil tua tidak ada rasa pegal lagi, mulut lahir jadi lunak. Pasien saya santuy-santuy semua," ungkap Bidan berambut pirang ini.

 

 

4 dari 6 halaman

Dandan di tengah persalinan dan berdansa

Salah satu yang membuat metode persalinan Bidan Novel terasa menyenangkan adalah ibu diminta untuk berhias diri baik dengan lipstik atau pun alat make up lengkap. Baik jelang persalinan maupun saat bersalinan.

Ibu yang sedang mengalami kontraksi hebat juga diajak berdansa. Diminta bergerak aktif dan memotivasi diri agar persalinan berjalan dengan lancar tidak menimbulkan trauma. Lihat saja videonya.

      View this post on Instagram      

A post shared by Novelita Damanik (@bidan_novel)

 

 

5 dari 6 halaman

Berat Badan Tak Naik Signifikan Saat Hamil, Ketahui Risikonya

Dream - Kenaikan berat saat hamil sangat penting bagi ibu dan janin. Bertambahnya berat badan bayi menandakan perkembangan janin optimal. Sementara bagi ibu, mempersiapkan tubuh untuk menyusui pasca kehamilan.

Beberapa ibu mengeluhkan naiknya berat badan yang berlebihan. Sementara itu ada juga yang justru berat badannya tak kunjung bertambah, bahkan termasuk di bawah standar atau underweight. Hal ini tentunya harus mendapat perhatian khusus.

Indeks massa tubuh atau BMI sering digunakan sebagai alat skrining untuk menetapkan kategori berat badan. Berat badan kurang, berat badan normal atau sehat, kelebihan berat badan, dan obesitas.

" Jika ibu termasuk dalam kategori kurus, jangan panik. Ini mungkin tidak selalu menjadi perhatian. Namun, kekurangan berat badan bisa jadi terkait dengan berat badan sebelum hamil atau asupan nutrisi yang tidak mencukupi. Ini juga bisa menunjukkan bahwa tubuh tidak menyimpan cukup lemak," ungkap dr. Sangeeta Agrawal, seorang dokter kandungan.

 

6 dari 6 halaman

Risiko yang Mungkin Muncul

Beberapa wanita mungkin mengalami kesulitan untuk menambah berat badan selama fase awal kehamilan. Biasanya hal ini karena mual berlebihan dan sulit makan dan bakal mereda. Bila terus berlanjut, berat badan malah berkurang maka ibu harus mendapat perhatian khusus.

Mengapa berat badan ibu yang kurang bisa berbahaya? Penting untuk menambah berat badan selama kehamilan, terutama selama trimester kedua dan ketiga. Berat badan ibu yang kurang mungkin memiliki efek negatif pada bayi yang belum lahir.

" Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa jika seorang wanita kekurangan berat badan selama kehamilan, maka komplikasi seperti berat badan lahir rendah (kurang dari 2.5kg) atau persalinan prematur (sebelum 37 minggu) dapat terjadi," ungkap dr Sangeeta.

Memperbaiki pola makan, mengonsumsi menu kaya gizi harus terus dilakukan demi mencapai berat badan standar ibu hamil. Normalnya kenaikan berat badan saat hamil adalaj 12 hingga 18 kg, bila di bawah 12 segera konsultasi dengan dokter kandungan atau doker gizi.

Join Dream.co.id